brnfrt: dua
Aku dalam sebuah perjalanan untuk menghilang, hari - hari gelap di lain hari sudah ku perhitungkan. Mata sulit terbuka karena tak bisa menahan, kebohongan yang selalu di redam. Maka terjatuhlah hujan, akan ku biarkan sebagaimana mestinya. Tak terukur jika aku harus terus meminta, baik dalam doa atau dalam pembicaraan yang membuat kita terjaga.
Lewat frekuensi, suaramu merdu, selamanya terekam bersamaan dengan harapan dan ketakutan. Hati hendak bertemu namun pikiran yang membuat kita berhati - hati tak mau lagi berhari - hari sakit hati. Sejatinya kita adalah pemberani kala terbentur sisa - sisa rasa sebelumnya, kuharap kini sudah tak ada lagi.
Aku dalam sebuah perjalanan untuk menemukan, diri sendiri atau meminta izin untuk masuk ke hati puan. Pertanyaan dan jawaban berulang untuk saling meyakinkan bahwa setia adalah hal yang mungkin untuk kita lakukan.
Kau adalah tempat tempat singgah, bagi ku tak terganti, tunggal, tempat untuk belajar arti ikhlas, rela dan mengakar di atas logika. Semua indah, tertawa diatas lara, jujur apa adanya, bersama, hangat, dan mengerti.
Sepertinya kita tidak akan berakhir disini, entahlah, aku hanya ingin menjalani bersama. Menjadi diri sendiri sambil menikmati hadirmu, keinginanmu dan bercerita dimana matahari tersenyum melihat kita bersama terbenam dalam.
altary ph117 220717









