kebaikan rahasia
melamun tentang tipe istri terbaik, saya selalu teringat kepada ainun, emak athirah, lalu risa di sabtu bersama bapak. tokoh-tokoh ini–nyata ataupun tidak–hampir selalu sukses membuat saya mengevaluasi diri, sudahkah saya menjadi istri yang cukup baik?
ainun, athirah, risa: perjuangan mereka, pengorbanannya, begitu ruarr biasa. kalau ada benang merah yang bisa ditarik dari ketiganya, mereka itu sama-sama senang melakukan kebaikan rahasia. nggak ditunjuk-tunjukkan kepada suami, biar saja nanti suaminya tau sendiri.
bagi perempuan yah, melakukan kebaikan untuk suami dan keluarga itu gampang. ya iyalah! nalurinya begitu. tetapi melakukan kebaikan rahasia? itu yang susah. kebanyakan perempuan ingin “dilihat” oleh suaminya. belajar masak sedikit, kalau nggak disebut masakannya enak jadi sedih. habis dandan sedikit, kalau nggak dibilang cantik jadi sedih. inginnya di-notice dan dipuji terus. padahal kan, terus-menerus menjadi lebih baik adalah kewajiban yha, tidak perlu tepuk tangan.
jadi ceritanya, menjalani pernikahan jarak jauh itu sesuatu bagi saya. bagi seseorang yang masih level dada tiarap pengalaman dan ilmunya, saya beberapa kali ingin menyerah. karena jarang bertemu dan komunikasi sangat minim, hal-hal kecil bisa menjadi sumber masalah. rasanya ingin marah-marah.
tapi, terima kasih kepada tokoh-tokoh tersebut yang menjadi teladan saya, rasanya semua masalah (yang sebenarnya bukan masalah dan menjadi masalah hanya karena saya yang terlalu membesar-besarkan) menguap begitu saja. kalau bisa teleponan dengan mas yunus, saya bilang sama diri sendiri, “telepon aja susah. masak sekalinya bisa teleponan mau marah-marah?” begitu pula kalau ketemu, “bisa ketemu itu alhamdulillah banget, masak iya mau membahas yang nggak penting?”
saya jadi paham sih, kebaikan rahasia yang paling susah ternyata bukanlah bikin kejutan-kejutan, hadiah-hadiah–bukan! kebaikan rahasia yang paling susah adalah ketika kita harus menahan diri untuk tidak marah. adalah ketika kita memilih menelan rasa kecewa (yang pasti ada di setiap hubungan) lalu menggantinya dengan nasihat yang baik. adalah ketika kita memaafkan tanpa diminta, mendoakan sekuat-kuatnya.
saya juga jadi paham. kebaikan paling sederhana–yang wajib diberikan istri kepada suami–adalah berwajah cerah. seriusan, dia di luar sana pasti juga mengalami ujian, tantangan, cobaan. janganlah sampai saat bertemu dengan istri, bebannya malah bertambah-tambah. tetaplah menjadi seseorang tempatnya pulang, tempatnya memperoleh dan merasa bahagia.
rasa lelahmu, rasa marahmu, rasa kecewamu, rasa kesalmu, rasa sedihmu, atau apapun itu, tidak ada nilainya dibandingkan dengan nilai keluargamu, apalagi dengan pahala yang bisa kamu dapatkan apabila kamu ikhlas dan sabar selalu.
bagaimana kalau sekarang aturan mainnya menjadi begini: semakin rahasia sebuah kebaikan kamu lakukan, semakin bahagia dirimu. sesederhana itu. lakukanlah kebaikan sebanyak-banyaknya. rahasiakanlah sebaik-baiknya. lakukan setiap hari dan lihatlah apa yang berubah. tidak hanya kamu lebih bahagia, kamu semakin disayang olehnya. juga oleh-Nya.












