Berusaha memperkenalkan budaya mainan kepada bini.
NASA
I'd rather be in outer space 🛸
todays bird
Three Goblin Art
will byers stan first human second
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
🪼

Love Begins

#extradirty

ellievsbear
noise dept.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
macklin celebrini has autism

roma★

oozey mess

Peter Solarz
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
taylor price


seen from Malaysia

seen from Canada
seen from Netherlands
seen from Panama

seen from Türkiye
seen from Panama
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
@zetra006
Berusaha memperkenalkan budaya mainan kepada bini.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Istiqomah itu berat.
Kalau ringan namanya istirahat.
Nostalgia Saya di 100 Tahun ITB
Dalam beberapa hari ke belakang, nampak banyak teman-teman sealmamater yang menorehkan nostalgia melalui berbagai macam media, entah dengan memajang foto-foto di jaman kuliah atau membuat tulisan yang berbau ke-ITB-ITB-an, dalam rangka menyambut usia ke satu abad ITB tercinta. Saya jadi tertarik untuk membuat post serupa, isinya bagaimana mungkin sangat random karena hidup saya selama di kampus juga memang random. Hehe.
Waktu saya SMA, saya tidak tahu yang namanya ITB. Mimpi saya adalah kuliah geo-geoan di UGM biar bisa kerja di perusahaan minyak multinasional seperti bokap. Di masa-masa pendaftaran perguruan tinggi, tiba-tiba bokap menyodorkan formulir pendaftaran USM ITB dan disuruh ngambil SBM. Sebagai anak yang baik (kalo nggak nurut ntar nggak dikasih makan L) dan tentu saja bokap yang orang perminyakan punya insight industrinya, saya hanya bisa menurut. Long story short, saya diterima di SBM ITB dan kehidupan saya di kampus gajah dimulai.
Tidak banyak yang bisa saya soroti dari sisi akademis karena selama bisa laporan ke ortu dapat IPK bagus, ya that’s it. Itu bentuk tanggung jawab saya ke ortu saya yang membiayai saya kuliah. Hehe.
Sesampainya di kampus gajah, saya baru sadar pentingnya menuh-menuhin CV. Hal tersebut sedikit mengubah orientasi saya dalam berkuliah yang tadinya mau hidup sesuka hati, jadi mencoba ikut ini-itu. Maklum, waktu SMA saya hanya belajar di kelas dan tidur di masjid, tidak ikut organisasi what-so-ever, paling rohis, soalnya suka tidur di masjid. Dibuka dengan OSKM 2009 yang mengajarkan romantisme kemahasiswaan, menjadi panitia ITB Fair yang mengajarkan saya enjoyment menjadi bagian suatu acara, dan ditutup dengan menjadi bagian dari PSB yang mempertemukan saya dengan orang-orang yang saya anggap hebat. Tentu saja juga dengan pertemuan-pertemuan lainnya yang mengajarkan saya luasnya dunia.
Datanglah akhir tahun pertama. Sebagian besar teman-teman saya excited dengan kegiatan OSKM 2010, begitu pun saya. Saya yang tadinya punya determinasi menjadi panitia lapangan baik-baik seperti teman-teman lainnya, mengubah haluan saya seiring dengan konflik kecil yang menjadi besar dan somehow jadi public enemy waktu itu, bersama dengan Oknum A yang saya kenal di UKJ. Alasannya jelas, karena memegang paham anti-ospek. Saya yang masih sangat polos merasa sangat tertekan karena jarang sekali berkonflik dengan orang, sementara teman saya sepertinya sudah biasa cari masalah jadi dia terlihat tenang. Karena waktu itu masih musimnya Kamen Rider W, dan judul movienya A to Z The Gaia Memories of Fate, it added some excitement being some kind of criminal duo at that time. Ngeri-Ngeri-Sedap gitu lah. HENSHIN!!!
Kalau dari luaran, kelihatannya seperti ada 2 anak TPB ingusan bikin rusuh OSKM sampai beku, padahal waktu itu emang snowball effect dari adanya K3L yang baru berdiri dan entah gimana ceritanya teman saya memunculkan ketidakpercayaan pihak kampus kepada panitia OSKM waktu itu, dan ada satu hal lainnya. Puncaknya memang closing (kalau nggak salah) yang terkendala hujan dan akhirnya bubar anti-climax. Di malam terakhir itu, bayangkan scene-nya malam, hujan, dan tone kesepian. Kira-kira itu perasaan saya, tanpa tahu kalau acaranya anti climax, dan saya baru tahu sehari setelahnya. Event ini adalah turning point di hidup saya karena merasakan bad publicity. But it’s still publicity. Tapi di samping event tersebut, saya juga ikutan panitia persiapan penyambutan Ramadhan (P3R?) di Salman yang ke depannya menjadi penolong buat hidup saya di kampus.
Tahun kedua dimulai. Luka hati saya (halah) belum sembuh benar, dan saya masih hidup dalam bayang-bayang sentimen dari OSKM 2010. Bukan trauma sih, bukan depresi juga, ya masih merasakan hawa-hawa tidak enak saja. Ya konsekuensi bikin kacau acara hajat orang banyak sih ya. Kemudian, kadiv saya pada acara Salman menghubungi saya, namanya Iqbal, bersama Yoga dan satu orang lagi yang saya lupa namanya mencalonkan diri menjadi ketua panitia pemilu raya ITB 2011. Long story short lagi, Yoga terpilih. Saya dihubungi apakah saya mau membantu dia. Saya iyakan saja, toh saya juga sedang tidak sibuk apa-apa. Tahu-tahu jadi kadivnya, itu pertama kali saya merasa akhirnya ada yang bisa saya tulis di CV dan ada judulnya selain anggota. Kan katanya jadi ka-ka gitu menunjukkan leadership di CV :p.
Awalnya saya sempat tegang karena salah satu danlap OSKM 2020, Diaz, merupakan salah satu inner circle panpelnya. Tapi semua baik-baik saja pada akhirnya. Kalau kemarin tidak ikut P3R di Salman, mungkin saya tidak memiliki kesempatan menjadi bagian dari panpel pemira 2011. Di event ini, saya belajar banyak hal, terutama soal berkoordinasi dan conflict handling. Peninggalan dari event ini adalah akun twitter anonym si gajah galau, akun yang kami pakai untuk nyampah dan berkampanye. Biasa, proto gen-Z punya bibit-bibit mau tenar online :p.
Di titik tersebut, sentimen dari OSKM 2010 sudah tidak terlalu berasa. Mungkin saya masih merasakannya karena saya self-conscious ya. Waktu itu yang akan mencalonkan diri jadi ketua panitianya adalah Dani (taplok tahun lalu) dan Dana (SBM, PSIK). Karena lebih sobi sama si Dana yang satu jurusan dan sekrenya sebelahan, sempatlah pada suatu hari ketemu ybs dan “kalau nutuh bantuan, kabarin yak” kata saya, ngode-ngode minta jatah. Astaghfirullah waktu itu saya giljab L. Kalau sama Dani, waktu itu sempat dikenalkan oleh Estuyu di sebuah acara di CC Barat. Melihat tatapannya, saya yakin kalau orang ini punya dendam sama saya. Pemilihan berjalan, dan DER, Dani menang. Tamat sudah perjalanan karir kemahasiswaan saya waktu itu, pikir saya.
Rupanya takdir berkata lain. Karena satu dan lain hal, saya diajak jadi kadiv perizinan OSKM 2011. Wow. Keajaiban sekali memang. Tahun sebelumnya jadi kriminal, tahun setelahnya jadi ring 2. Memang politik kampus ini bukan barang sembarangan. Dari sini saya belajar banyak mengenai birokrasi kampus untuk kegiatan yang lebih challenging daripada sekedar bikin panggung. Event ini adalah salah satu yang paling berkesan bagi saya karena pertama kalinya ada yang mau surprise saya di hari ulang tahun saya. Uuu makasih, maaf untuk prasangka-prasangka buruk sebelumnya. Ilmu di event ini pun banyak yang membekas dan bermanfaat sekali ke depannya. Tahun kedua saya pun berakhir dengan damai. Setidaknya menutup luka hati saya karena OSKM 2010 yang terjadi di tahun sebelumnya. Tapi saya jadi walking ujub astaghfirullah.
Tahun ketiga diwarnai dengan PSB 2012 dan Pemira 2012. Tentu ini tidak lepas dari keikutsertaan saya pada PSB 2010 dan Pemira 2011, walaupun saya merasa saya tergabung di Pemira 2012 karena alasan yang sama dengan OSKM 2011. Waktu itu memang banyak yang terbengkalai, tapi saya senang PSB dan Pemira berjalan lancar. Saya senang karena bersama dengan teman-teman dapat melakukan salah satu hal yang waktu itu belum tercapai oleh banyak mahasiswa, selain Pasar Seni ITB, membuat panggung di depan gerbang kampus dan menutup jalan Ganesha. Indah dikenang namun tidak indah untuk diulang. Kalau dari sisi Pemira, ngerasain lah itu yang namanya dibilang punya ideologi berbahaya or something around that line karena konstelasi politik. Padahal mah saya nggak bisa apa-apa.
Saya tidak bisa bercerita banyak karena selain akan terlalu panjang, banyak detail yang terlupa, dan banyak detail yang akan lebih terasa serunya kalau formatnya berbeda (missal komik atau cerbung). Tapi kurang lebih ini garis besar yang saya alami di kampus. Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa diceritakan, terutama kegiatan-kegiatan lain di luar acara (seperti ikut ITB mengajar, bantuin ngurusin pedagang gerbang belakang, atau konflik-konflik “kecil” lainnya), tapi rasanya segini saja cukup. Dulu rasanya ujub banget, untung sudah sadar kalau itu salah hehe.
Tentunya semua ini bisa terjadi karena karakter dan keadaan ITB yang sangat mendukung saat itu. Manusia-manusianya keren, sarprasnya memadai, wilayahnya yang tidak terlalu besar, tidak ada organ ekstra masuk, dan banyak hal belum online-online an. Saya tidak bisa membayangkan konflik-konflik di atas bisa terjadi kalau saya berkuliah di tempat lain, nggak bakal kejadian itu ospek terpusat bisa beku gara-gara segelintir orang, misalnya.
Selain itu, bisa bertemu teman-teman yang oke punya, baik secara pola pikir, daya juang, interest, dan banyak lagi. Ini salah satu yang saya syukuri hehehe.
Semoga di umurnya yang ke satu abad, ITB tetap bisa menjadi playground yang sangat menarik yang memberikan kisah-kisah ajaib bagi tiap insan yang menjalani hidup di dalamnya. Terima kasih!
Oh, saya bersyukur mengikuti maunya ayah saya waktu itu, karena begitu saya lulus, industri perminyakan drop. Alhamdulillah ya.
Semua akan keren dan japanese vibe kalau dibiru-biruin 🤭
28
Satu hari sebelum tanggal hari ini, saya sudah membayangkan akan menyantap nasi kuning yang dibuat oleh ibu saya, sebagaimana yang biasa beliau buat di tanggal-tanggal tertentu, termasuk tanggal hari ini. Namun apadaya tiba-tiba ada panggilan dari kantor untuk WFO sampai hari Jumat sehingga kemarin malam saya sudah harus berangkat dari dari rumah orang tua saya. Semoga akhir pekan ini saya bisa menikmati rasa nasi kuning lengkap beserta lauk pauknya. Tapi siapa sangka, makan siang di kantor hari ini dapatnya nasi kuning. Hehe. Rupanya masih ada budaya kedaerahan di keluarga saya.
Tanpa terasa, saya sudah hidup selama 28 tahun apabila menggunakan kalender masehi. Oh, bahkan tanggal hari ini 28 tahun yang lalu jatuh pada hari yang sama. Bukan mau cocoklogi, cuma lucu saja memikirkannya.
Mungkin ini salah satu ulang tahun yang paling banyak renungannya, sejauh yang saya ingat (Yeah, I mean, who really remember about what we thought a year ago, right?). Mungkin karena setahun ke belakang rasanya hidup berat sekali, bahkan sempat hampir depresi. Entah, saya tidak tahu apa yang saya rasakan, tapi rasanya depresi yang paling mendekati, kalau lihat gejalanya di internet ya hahaha, salah satunya hilang minat terhadap hobi. Alasannya? Patah hati, sudah pernah saya bahas di post sebelumnya.
Mungkin kalau patah hati sebelum-sebelumnya, saya cenderung melampiaskannya ke kegiatan-kegiatan yang saya sendiri juga bingung, contohnya 10 tahun yang lalu dengan OSKM 2010 atau 9 tahun yang lalu dengan ikut (bikin masalah) ini-itu di kampus. Nah, patah hati terakhir ini tidak ada pelariannya karena waktu saya habis di kantor. Kebetulan saya bertemu dengan beberapa orang yang menyadarkan saya untuk menjadi lebih spiritual, saya jadi tahu saya harus bagaimana. Beberapa orang bilang saya terlihat lebih tenang sejak itu, tapi entah, kadang saya masih punya banyak kekhawatiran dan kelakuan masih kayak nggak ada akhlak, mungkin saya masih perlu belajar banyak. Hehe.
Kalau bahas harapan, sebenarnya ada banyak. Tapi rasanya mau mengharapkan banyak-banyak takutnya malah kepeleset, apalagi kalau berbeda dengan takdir-Nya. Jadi berdoa supaya bisa tegak lurus untuk beribadah kepada-Nya, senantiasa bersyukur, dan mendapatkan kebahagiaan.
Semoga ke depan bisa jadi lebih baik lagi ya!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Why the dinosaurs couldn't clap their hands?
Gatau kak
Sedikit Curhat di Penghujung Ramadhan Tahun Ini
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Di bulan Ramadhan ini, mendadak saya jadi sering berkirim pesan melalui DM twitter dengan seorang kawan membahas hal-hal religius terkait pernikahan. Saya lupa bagaimana awalnya, pokoknya tiba-tiba dia mengirimkan link video dari beberapa ustadz yang kontennya tentang pernikahan, niatnya biar lebih siap.
Setelah menonton beberapa video, walaupun materi utamanya segmented, tapi sebenernya ilmu yang di-share di tiap materi itu juga kebanyakan ilmu Islam yang cukup general, di antaranya meniatkan segala sesuatu karena Allah, menjadikan Islam sebagai pedoman, dan memperdalam ilmu agama. Walaupun kadang ada juga beberapa ilmu yang secara awam belum tentu pernah ngeh seperti Mitsaqan Ghalizha atau “dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya”.
Sepanjang mendengarkan kajian dari video-video tersebut, pikiran saya berada di antara “apakah saya sudah sudah bisa seperti itu?”, “wah kalau begini sepertinya bisa”, dan “wah yang ini ilmu baru”. Ya, jadi selain mendengarkan, rasanya banyak juga yang bisa direnungkan sehingga tidak jarang kalau ilmu yang didengar banyak lupa juga karena fokusnya kemana-mana.
Setiap selesai menonton video-video seperti itu, biasanya diikuti dengan berkontemplasi. Mencoba mengambil intisari yang didapat dari sekian menit memantengi video, membandingkan apa yang terjadi dengan diri sendiri, mencari hikmah dari apa-apa yang telah terjadi. Ujung-ujungnya tetap soal perlunya memperbaiki diri. Mungkin memang belum dipersatukan dengan jodohnya karena belum siap hehe who knows.
Kalau soal mencari ilmu, sebenarnya di jaman sekarang relatif lebih mudah dibandingkan jaman dulu. Quran dan terjemahannya, hadits, dan segala macam ilmu bisa ditemukan di internet, seperti muslim.or.id atau almanhaj.or.id (ada rekomendasi?). Hanya saja kalau ada perbedaan pandangan, tetap perlu diskusi dengan yang dirasa punya ilmu lebih. Di saat seperti ini lah mungkin pentingnya peran mentor. Tapi saya tidak punya, diskusi saya lakukan dengan teman-teman yang menurut saya punya ilmu lebih banyak daripada saya dan memiliki kesadaran “Wallahu a’lam”. Ya, diskusi bisa terjadi tanpa ada rasa menggurui/digurui.
Selama menimba ilmu beberapa minggu terakhir ini (beberapa minggu terakhir karena rasanya paling lama ya sebulan ini lah), saya mendapati kalau dasar ilmu agama itu sudah ada sejak lama dan rasanya tidak akan berubah selain pada pelaksanaannya (fiqh mungkin?) yang berkembang seiring berubahnya jaman (misal sedekah online). Selebihnya bagaimana kita mau memahami agama dari dasarnya, baik dari mengenal apa itu Islam, aqidah, bertaqwa dan lain sebagainya yang saya juga baru kenal sepotong-sepotong. Soal ini saya juga masih banyak bolong-bolongnya.
Nah, mengikuti kajian itu sebenarnya selain mendapatkan ilmu baru, juga diingatkan ilmu yang kita sudah pelajari, juga dibuat ngeh sama ilmu yang kita sudah tahu tapi tidak sepenuhnya menangkap esensinya. Kalau kita baca terjemahan Quran, ada banyak ayat yang pas dibaca kita hanya akan “oh...” tapi begitu dijelaskan lebih jelas di kajian, kita malah jadi “OOH!” dan lebih menangkap maknanya. Memang banyak yang harus di-refresh agar selalu ingat.
Ramadhan tahun ini berbeda karena sebagian besar waktu dihabiskan di rumah sehingga ada waktu lebih banyak buat ngerjain backlog dan foto-foto mainan, tapi juga tidak bisa ke masjid dan kalau keluar harus pakai masker. Sudah barang tentu hal ini melahirkan kebiasaan baru seperti melaksanakan tarawih di rumah dan jogging dengan masker (which make the run feels heavier). Dengan lebih banyaknya waktu yang dihabiskan di rumah, saya jadi punya waktu lebih untuk berkontemplasi (not really, waktunya banyak habis buat ngurusin mainan) meski rasanya tidak banyak yang bisa dilakukan, entahlah. Tapi saya sadar, rasanya saya banyak take things for granted alias tidak bersyukur dan kufur nikmat. Astaghfirullah. Oh, by the way saya sekarang kuat menahan napas sampai 2 menit berkat lari pakai masker.
Pelajaran lainnya yang saya dapat di Ramadhan ini adalah tidak selalu yang kita inginkan sesuai dengan kehendak-Nya. Berkat itu, saya juga belajar kita harus bersabar meski kehendak-Nya tidak sejalan dengan keinginan kita, namun yakin lah pasti kita selalu diberikan yang terbaik, baik kita sadari atau tidak. Toh khusnudzan kepada Allah juga merupakan salah satu bentuk ibadah. Pelajaran ini selain saya dapat dari tulisan-tulisan religius juga saya dapatkan dari tulisan kawan-kawan di berbagai kanal meski berbeda-beda narasinya. Belajar memang bisa dilakukan dari mana saja kalau niatnya ada.
Sebenarnya masih banyak yang ingin saya tumpahkan tapi rasanya cukup segini dulu saja. Semoga kebiasaan-kebiasaan baik yang hadir di Ramadhan ini dapat kita terus bawa ke depan. Semoga ibadah kita tidak sia-sia dan tidak diniatkan untuk hal yang salah. Semoga kita dapat berjumpa lagi dengan Ramadhan selanjutnya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sekian tahun hidup, rasanya nggak jauh-jauh dari patah hati. Setelah gw coba renungi, salah satu sumber dari masalah mental gw (stress, depresi, you name it gw juga takut salah) adalah patah hati. Yes, sehancur-hancurnya gw adalah ketika lagi patah hati.
Wow, it's kind of amazing I never try to kill myself at this point. Auto neraka sih, jadi ya mending jangan. Walaupun kalo lagi parah gw berpikir kayaknya mati enak. Astaghfirullah.
Ketika lagi patah hati, entah karena gagal pdkt atau ditolak, rasanya hidup gw akan berantakan. Tidur gw akan berkurang, perasaan gw akan berantakan, uring-uringan, you name it. Oh, tapi gw menghindari yang haram-haram, juga gw nggak bakal nyari pelampiasan, like, buat apa.
Tapi yang paling kena adalah self esteem gw. Ya, ketika lagi patah hati, gw akan merasa saaangat tidak punya self worth. Rasanya kayak gw nggak punya nilai lebih sebagai manusia. Kayak rendah banget rasanya. Dan karena patah hati gw konstan (semacam hampir setiap waktu dan jangka panjang), yaa low self esteem itu menjadi bagian dari diri gw. Gw jadi sering merefleksikan low self esteem gw ke orang lain, kayak bakal bilang apalah gw dibanding si fulan yg bisa ini itu dsb.
Tapi gw sering sompral juga jadi gimana hahaha.
Nah, sebenernya gw sendiri juga nggak tau apa yang harus gw lakukan dengan self esteem gw. Upskilling dsb cannot help. Memang yang paling bener adalah berusaha tenang. It won't change my condition, but at least it can repress my sadness.
Semoga kita semua bisa berbahagia ya!
Dari jaman masih bocah, gw selalu berpikir, "kok orang-orang pada nggak bermasalah sama pencernaannya sih?"
Ya, dari jaman dulu gw selalu takut kalau lagi ngapa-ngapain tau-tau sakit perut, entah lagi di sekolah, lagi jalan-jalan, lagi perjalanan panjang, dan lain sebagainya. Ketakutan ini bukan tanpa alasan, soalnya dulu sering banget lagi di tengah-tengah sesuatu tiba-tiba sakit perut.
Bahkan rata-rata gw nangkring di toilet dalam sehari adalah 3-4 kali. Dunno why.
Tapi pada suatu masa, gw pernah sama sekali nggak lancar, di tahun terakhir gw di Ternate. Rasa sakit perut nggak ada, dipaksa pun keras. Bahkan gw pernah dalam sehari bisa hampir ngabisin sebotol obat pencahar. Yeah, that bad.
Walaupun sekarang udah lancar lagi dan nggak banyak-banyak amat keluar dalam sehari, kadang masih ngerasain tuh keluarnya cuma dikit, padahal rasanya udah cukup minumnya hehe.
Baru setelah umur-umur segini sadar, rupanya orang yang bermasalah dengan pencernaan bukan cuma gw hehe.
Semoga kita sehat selalu ya!
"Pakettt!" Sejak WFH dimulai, teriakan ini adalah salah satu yang gw tunggu setiap minggunya. Kenapa? Karena ini berarti akan ada pengalaman dengan barang-barang baru, baik yang sudah biasa dibeli maupun yang benar-benar tidak terduga.
Selain barang baru, mampu memahami hal-hal baru juga bisa memancing rasa senang. Misalnya selama WFH ini bisa mempelajari aplikasi baru yang selama ini cuma sampai di tahap penasaran. Ada rasa senengnya. Wah bisa ya bikin beginian.
Tapi ya udah.
Bukan perasaan bahagia yang rasanya gimana banget gitu.
Tapi mungkin dengan tidak sedih/anxiety saja rasanya sudah bisa dibilang bahagia ya.
Entah lah.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kalau diingat-ingat, kapan terakhir kali kelahi ya...
Pukul-pukulan (dipukulin) terakhir pas jaman kuliah. Ini ada yang pernah bermasalah sama salah satu himpunan di kampus dan diajak kelahi gara-gara ada yang tersinggung di twitter. Gila, jaman dulu kok bikin masalah jadi semacam hobi ya.
Kalau kelahi online, rasanya udah hampir nggak pernah sejak udah kerja. Dulu kalo ribut onlen nggak jauh-jauh dari bahas politik atau ori-kw haha. Tapi sejak udah kerja rasanya tidak elok kalau ada jejak digital ngeributin masalah yang tidak penting.
Rasanya hidup damai kalau nggak pakai konflik ya, walaupun rasanya agak flat. Tapi memang salah satu karakteristik orang kantor adalah menghindari konflik dan risiko, rasanya gw udah ketularan hahaha.
Tapi secara agama juga lebih baik kalau menghindari konflik, so yeah...
Setiap Ramadhan gw selalu punya doa yang sama yaitu semoga cepet dipertemukan dengan jodohku dan nikah ibadah Ramadhan tahun ini menjadi lebih baik, walaupun gw sendiri nggak punya bayangan gimana agar bisa jadi lebih baik.
Mungkin pertama gw mau membiasakan solat sunah selain yang udah biasa dilakukan. Bisa khatam Quran, dan bisa banyak membantu orang.
Tidak lupa gw juga berharap bisa upgrade diri selama Ramadhan walaupun biasanya gw upgrade kalo abis patah hati hahaha.
Tahun ini pun gw mendoakan hal yang sama, semoga dapat memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan dan cepet nikah pls beneran kebelet.
Semoga Ramadhan teman2 semakin membaik ya!
Selamat berpuasa bagi yang menjalankan.
Kalau lagi di rumah, terutama sore-sore terus nggak lagi ngapa-ngapain gitu rasanya suka tiba-tiba terbayang sesuatu. Tiba-tiba mau makan makanan manis. Nah, yang bikin bingung adalah kadang pengennya bukan makanan manis kayak wafer, pocky, atau makanan terbungkus rapat lainnya, tapi sesuatu yang lebih, entahlah, organik?
Most of the time, jawaban dari kebingungan itu adalah roti tawar pakai meses.
Ya.
Rasanya itu salah satu makanan manis paling enak yang sering gw makan tapi jarang nyetok.
Kalau ditanya apa yang bisa bikin gw jatuh hati, gw juga bingung mau jawab apa. Kalau ngeliat pola biasanya sih tertarik dari tampilan, diajak ngobrol enak, sisanya tergantung jalannya gimana.
Tapi nggak ujug2 langsung jatuh hati juga. Mungkin di prosesnya kali ya. Intensitas dan berjalannya waktu.
Enak diajak ngobrol ini bukan soal konten kok, bukan soal kesamaan interest atau apa juga, tapi lebih ke attitude. I mean, lu bisa kok nemu orang yang mungkin interestnya sama tapi cara ngobrolnya nggak enak sehingga lu merasa nggak cocok. Atau ada orang yang wah banget tapi kalo buka mulut bikin illfeel. Hehehe. Semoga gw nggak begitu. Tapi preferensi sih, ada yang menurut gw oke, menurut orang lain nggak.
Ya ujung-ujungnya gimana Qadarullah aja sih.
Tapi kalo gw sebut dengan simpel, yang penting cocok. :)
Kenapa beberapa binatang digunakan untuk mengumpat? Misalnya anjing dan babi. Apakah karena mereka "diharamkan"? Padahal monyet kan nggak ya.
Kenapa ada orang yang kalau kaget bilangnya "ayam"? Padahal enak dimakan.
Ada apa dengan penggunaan nama hewan dalam kalimat sehari-hari? Padahal mereka, sejauh yang kita tahu, tidak pernah menggunakan manusia dalam pembicaraan mereka. Mungkin.
Berbeda dengan metafora yang mungkin dipengaruhi dari segi sejarah dan budaya, tapi bagaimana dengan mengumpat dengan binatang tertentu? Mungkin hanya kebiasaan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kalau ada satu hal yang bisa gw inget dari guru2 di sekolah, gw cuma inget 1 orang guru matematika yang kalimatnya selalu terngiang2 di kepala gw.
Jaga rasa.
Namanya Pak Didi. Gw udah lupa detailnya gimana, tapi selama diajar beliau rasanya selalu menyenangkan. Orangnya pun punya rasa sosial yang tinggi, jadi nggak aneh.
Tapi 1 pengalaman yang gw nggak lupa adalah pernah suatu ketika ujian matematika gw dapet 9x apa 100 gitu modal kerjasama terus bapaknya minta gw ngerjain salah 1 soal di ujian tsb, kebetulan dapet soal yang gw ga bisa kerjain. Diketawain sih sama bapaknya. Tapi itu keinget banget jadinya. Pelajarannya adalah, sontek2 juga harus pintar.
Dalam hidup, ada banyak hal yang harus disyukuri, bagaimanapun keadaannya. Kalau disuruh memilih 5, mungkin ini beberapa hal yang langsung muncul di pikiran gw.
1. Orang tua yang supportif
Selain mengarahkan gw ke arah yang menurut mereka lebih baik (contoh: disuruh kuliah SBM ITB ketika gw maunya ilmu bumi2an yang gw syukuri banget pas lulus industri migas ancur), beberapa hal dalam hidup gw disupport oleh ortu gw, contohnya bisa koleksi mainan banyak2 dan beberapa hobi lainnya. Ortu gw juga mencontohkan kalau tiap orang punya cara hidup yang berbeda, terlihat dari cara merawat gw dan adek2 gw yang berbeda.
2. Masuk ITB
Sebagai orang yang tidak berpikir2 amat dan hidup asal2an (selain urusan kesehatan), masuk ITB setidaknya membuat hidup asal2an gw lebih terarah. Jaman SMA mana ada gw kepikiran soal bekerja sesuai keahlian demi orang banyak dsb. Semua baru dibentuk setelah gw masuk ke kampus gajah yang itu. Tidak cuma soal pembentukan karakter, tapi gw juga mendapatkan teman-teman yang menurut gw hebat dan punya visi hidup yang jelas.
3. Tubuh yang sehat
Nggak mesti kuat, yang penting sehat. Tentu ini juga terbentuk dari kebiasaan olahraga ya. Tapi gw bersyukur nggak punya penyakit atau alergi yang aneh2. Semoga sehat terus ke depannya.
4. Semua hal yang kita dapatkan tanpa kita sadari
Udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, nikmat yang kita terima adalah hal2 yang sangat sangat sangat harus disyukuri meski kita seringkali lupa.
5. Hobi
Bayangkan kalau kamu tidak punya hobi. Bayangkan hidup hanya soal makan tidur bekerja dsb tanpa ada sesuatu yang dinanti atau hal yang senang kamu lakukan.
Tentu masih banyak yang bisa disyukuri, tapi rasanya segini dulu saja cukup. Semoga kita dapat terus bersyukur ya!