Sebelumnya saya telah memposting sebuah nasehat dari yang tersayang -Mas Muhammad Prasetyo- berjudul *Diam* (Link http://zandzee.tumblr.com/post/131715511820/diam-nasehat ) dan *Ingat* (Link http://zandzee.tumblr.com/post/131716526025/ingat-nasehat )..
Nasehat yang bagi saya maknanya sangat dalam, khususnya menjadi teguran keras untuk saya agar dapat menjaga lisan dan tidak berlaku aniaya terhadap orang lain, -Ighfirly ya Rabb-, semoga Allah selalu meridhoi langkah-langkahnya mas untuk tetap bisa mengingatkan, memberi nasehat dan memberi manfaat bagi orang lain sekecil apapun itu.. aamiin aamiin aamiin ya robbalâalamin..
Kali ini saya akan berkisah tentang dua tokoh yaitu si bodoh dan si pintar, beberapa hari kemarin mas prasetyo memberikan kisah ini, mari disimak..
P : Bodoh
R : Pintar
---
Suatu hari ada sebuah perdebatan, terlihat disudut kelas yang ramai, ada beberapa siswa yang mendengarkan dan saling merebutkan kebenaran tentang soal yang tertera dipapan tulis hitam. Terlihat angka 3 x 7 = 27.
P : ini jawabannya 3 x 7 = 27 (Seketika begitu menggelegar ramai riuh suasana kelas)
R : itu salah.. dimana-mana 3 x 7 = 21
(P sangat yakin jika jawaban dia yang benar dan berkata,)
P : nggak mungkin 21, yang bener 27.
R : P? Kamu itu bisa ngitung apa nggak sih?
P : emangnya yang bisa ngitung cuma kamu aja R?, sekarang gini aja, kita butuh taruhan, jika jawabanku benar, kamuâR- dicambuk 10x.
(jawab P dengan keyakinanya, R pun hanya tersenyum kemudian menantang)
R : jika jawabanku bener, kamuâP- mau di apakan?
P : oke kalo jawabanmu benar, aku berani digorok.
R : okeh.. siapa yang mau jadi juri di antara kita?
P : ya jelas ke guru matematika toh, kamu gimana sih R.. (P merasa dirinya pintar)
Kemudian keluarlah mereka dari kelas diikuti teman-teman yang bergerombol menuju keruang guru, sesampainya disana mereka berdua bertemu dengan guru matematika kemudian menceritakan tentang perdebatanya.. apa yang kira-kira guru matematika itu katakan???
Tiba-tiba guru tersebut mengambil golok, P hanya menunduk karena dia tau jika jawabanya memang salah, dan R merasa bahagia.. tapii....
tiba-tiba guru menyuruh R untuk berdiri menghadap ke dinding, P termenung, saat dia akan menangis karena kesalahanya, guru berkata kepada R..
Guru : jangan kau lihat saudaramu yang akan aku gorok.
P disuruh untuk tiduran kemudian memejamkan mata, lalu.....
jebret jebret 10x terdengar pecut menyambar pantat si R.
----selesai.
Jadi pesan apa yang ingin disampaikan kisah ini??
-> adalah bahwa dalam hal ini guru harus dapat berlaku bijak,
-> jangan buang-buang waktumu untuk berdebat dengan seseorang yang tidak mau bisa berfikir alias bodoh,
-> selama seseorang memiliki niat berubah, jangan matikan dia, karena orang pintar akan menggunakan kepintaranya secara bijak, bukan mengikutinya,
-> Pikiran manusia itu berbeda-beda, jadi hargailah..
-> Jadilah santun dan berfikir nusantara (bhineka tunggal ika) berbangsa2 tapi tetap satu jua..
semoga kita bisa memetik pelajaran dari kisah tersebut dan menjadi manusia yang lebih baik dengan bersikap santun, berfikir terbuka dan dapat menghargai orang lain..