Sexual Harassment? Salah siapa?
Disclaimer: sebelum membaca tilikan ini. Artikel ini merupakan opini pribadi gue sebagai seorang wanita yang rentan akan kejahatan seksual orang yang berlibido tinggi dan minus moralitas serta etika.
Sebelumnya, jika kamu belum mengetahui mengenai sexual harassment. Bentuk darisexual harassment itu banyak, bisa berupa prilaku, omongan, dan bahkan tulisan sanjungan. Sexual harassment merupakan sebuah kejadian yang tidak subjektif maupun objektif karena sexual harassment bisa terjadi kapan, dimana, siapa dan dengan pakaian apa anda.
Penyebab kejadian sexual harassment itu sendiri adalah karena PELAKU yang mempunyai keterbatasan yaitu, keterbatasan mengontrol nafsu sendiri.
Ingat ya dalam kekerasan seksual yang salah PELAKU bukan KORBAN.
Jika dipikirkan secara pendefinisian kamus, seorang pelaku merupakan orang yang melakukan kekerasan seksual dengan motif apapun sementara korban adalah orang yang menerima prilaku dari sang pelaku. Jadi itulah mengapa pelaku yang selalu salah bukanlah korban.
Pelaku kekerasan seksual juga bukan hanya datang dari kaum adam saja namun, KAUM HAWA juga bisa.
Janganlah kalian wahai para maunusia bersikap menolak ketika melihat seorang perempuan melakukan sexual harassment kepada seorang laki-laki. Perlu diingatkan, perempuan juga bukan sosok yang selalu lemah lembut di dunia ini ya !
Jadi, tolong jangan pernah menyalahkan orang yang terkena sexual harassment. Jangan kasih sanksi sosial mu wahai orang-orang Indonesia.
Semestinya orang yang terkena sexual harassment itu dibantu dan dihibur agar mereka merasa percaya bahwa sebenarnya itu bukanlah sesuatu kejadian yang disengaja oleh orang tersebut. Orang yang terkena sexual harassment sudah seharusnya dilindungi oleh keluarga, teman maupun keluarga dekat. Ingat ya harus di support agar mereka tidak merasakan kesendirian, kasih waktu mereka untuk membenahi diri dan mengembalikan mental mereka yang shock.
Bawa ke psikiater ya jangan dibawa ketempat ruqyah gak bakal mempan, stress iya.
“ya dengan menyuruh perempuan gak pulang malem lah”
"gue heran kenapa cewek jam segitu masih keliaran"
"lah salah cewek lah...kenapa harus pulang malem-malem"
Heh, malih. Gini ye, gue kasih tau. Semestinya semua orang berhak mau pulang malem. Mau dia laki atau perempuan, ya sama aja. Yang salah adalah orang yang melakukan kejahatan saat malam hari. Kenapa? Ya karena dia melakukan kejahatan yang dimana melanggar moralitas, norma, dan etika yang ada di masyarakat. Jadi kalau misalnya mau gak ada kasus lagi mengenai SH yang dikandangin mestinya pelaku bukanlah korban potensial.