Tsur, goa itu sempit seakan tak punya ruang tuk kau bisa merenggangkan otot-ototmu. Gelap, jika kau melihatnya, kau takkan percaya bahwa dulu ia pernah jadi persinggahan dua tokoh teragung sepanjang sejarah manusia, 3 hari lamanya.
Rasulullah ๏ทบ dan sahabatnya, Abu Bakr Ash Shiddiq. Keduanya bertolak dari Makkah menuju negeri Madinah. Namun kafir Quraisy tak membiarkannya. Diumumkanlah oleh pembesar Quraisy, โsiapa yang bisa membawa Muhammad kembali ke Makkah, hidup atau mati, maka baginya 100 ekor unta!โ
โKala itu, ketika Aku dan Rasulullah ๏ทบ di Goa Tsurโ, tutur Abu Bakr sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik, โkaki-kaki orang musyrikin sungguh berada di atas kepala kami. Maka aku bilang pada Rasulullah; kalau mereka mengangkat kaki, kita pasti akan terlihat.โ
Saat-saat mencekam antara hidup dan mati. Bayangkan, dua manusia hebat itu dikejar oleh puluhan pemburu berpengalaman dan โpembunuh bayaranโ, belum lagi penunggang kuda tangguh dan ahli pencari jejak terbaik di Makkah.
Namun, jika kamu disana, kamu seketika akan menjadi manusia paling tenang.
Ya, paling tenang, ketika jiwamu berdesir mendengar suara indah baginda Rasulullah ๏ทบ berbisik padamu,
โwahai Abu Bakr, apa pendapatmu tentang dua orang (Rasul dan Abu Bakr), kemudian Allah hadir menjadi yang ketiga?โ
Lagi-lagi suara agung itu berbisik tepat di hadapanmu, sembari yakin dan sama sekali tak ada guratan ketakutan,
โโฆjangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.โ
Allah menutup kisah Rasul dan Abu Bakr di Goa Tsur dengan firman-Nya, โMaka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.โ
Kita, diajak berpikir tentang; betapa Mahabesar Allah yang skenario-Nya selalu istimewa. Allah ingin kamu tahu, bahwa jika dunia berkumpul untuk menghabisimu, sungguh itu takkan mengkhawatirkanmu selagi akidahmu yakin. โJangan bersedih, sungguh Allah bersama kita.โ
Jangan bersedih. Hidupmu sedang tak mulus, hubunganmu dengan orang-orang yang kau cinta sedang pupus, cita-citamu tak kunjung lulus. Ketika masalah demi masalah menghantammu, โjangan bersedih, Allah bersama kita.โ
Namun, sedihlah kamu! Sedihlah terus! Kalau bersama Allah kamu tak mau. Galaulah terus! Bimbanglah terus! Jangan tanya kenapa, Tuhan saja kau tak pernah meminta, pada nikmat saja engkau kufur, pada hidup saja kau banyak mengeluh.
โJangan bersedihโ, adalah janji-Nya untukmu yang senantiasa yakin dan sabar dalam ketaatan. Namun jika kau berpaling, mau kau kumpulkan emas setinggi gunung, mau kau keliling dunia tetap saja begini, โDia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.โ (QS Al An'am 125)