belakangan aku sadar bahwa ketidaktahuan yang mengakibatkan kesalahpahaman, dan ketika kita memilih untuk menutup diri maka jangan kemudian menuntut orang lain bisa paham tentang dirimu.
ada harga pada setiap keputusan. setelah keputusan diambil, ada fase yang mana kemudian diuji dengan seberapa ridho kita dalam menghargai keputusan itu, apakah penyesalan atau kepuasan, terbebas dari apapun harapan diawal.
maka pemaknaaan dalam diri sangat penting, menjadi dominan inti pengarah kompas penghambaan. yang dengannya tidak dapat muncul begitu saja, diperlukan ilmu di setiap lininya. menuntut ilmu, belajar, karena memang sejatinya itulah poros kehidupan. jangan malas, kamu hadir di dunia bukan untuk bermalasan, tetapi untuk beramal.












