Wanita & Pekerjaan
Jujur saja, terkadang wanita memiliki satu kelemahan, yaitu dalam berkata tidak. Saat ia harus melakukan sesuatu karena sudah terlanjur mengiyakan, atau bisa juga karena takut dicap buruk bila menolak atau berhenti melakukannya. Termasuk dalam hal pekerjaan.
Saat seorang wanita diperlakukan tidak selayaknya dalam suatu perusahaan, ia biasanya hanya diam dan mengikuti saja. Saat lembur terus-terusan tidak dibayar, saat pekerjaan yang ditugaskan melenceng jauh dari kontrak awal kesepakatan, atau bahkan saat status karyawannya tidak juga ada kejelasan.
Terlebih di Indonesia, entah mengapa banyak perusahaan masih belum terlalu menganggap penting sumber daya manusia yang bekerja di dalamnya. Mereka umumnya dijadikan robot untuk menghasilkan keuntungan. Bahkan ada budaya di suatu perusahaan dimana atasan berteriak dan memaki dengan kata-kata merendahkan adalah hal yang lumrah dan harus diterima.
Wanita, sebagai makhluk yang emosional kadang bisa terjebak dalam kepenatan akibat perlakuan yang buruk tersebut tanpa berani untuk pergi. Bisa jadi karena memang gaji yang diterima besar atau merasa sayang sebab perusahaan itu adalah perusahaan bonafit yang untuk masuk saja seleksinya ketat. Tapi apapun itu, seorang wanita harus berani meninggalkan apapun yang tidak lagi menghargai dirinya.
Kesehatan mental dan jasmani lebih penting dari sekedar karir ataupun uang, mencari tempat lain yang lebih mengerti nilai sumber daya manusianya jauh lebih baik ketimbang bertahan di perusahaan yang merusak self esteem kita sebagai manusia. (NA)











