Membersamai macam apa ini?
Yang ketika untuk hadir dihadapanmu saja aku tak mampu
Yang ketika kau membutuhkan tempat untuk bersandar pun, pundakku juga tak mampu untuk menopang segala bebanmu
Inikah yang dinamakan membersamai ?
Kutatap bola mata dibalik rinai jingga yang berselimutkan luka di antara gumpalan-gumpalan awan
Adakah takdir akan memberikan jalan bagiku untuk bisa kembali menyemai rindu yang kian hari makin sulit diatur ?
Yang mempermainkan perasaan hingga kelopak mata sulit membendung hujan yang jatuh membasuh kenangan yang kian menganga
Di sini, tepat di bilik tempatku berbaring meratapi kita yang saling mengadu mimpi dalam bingkai jarak yang memasung rindu, ku titipkan doa pada angin yang padanya segala pengharapanku padamu tentang arti membersamai bisa sampai padamu walau aku tahu aku hanyalah omong kosong belaka

















