Since I started writting yesterday, kayaknya jadi seneng nulis lagi.. Ya, memang gak bisa seleluasa dulu.. Karena sekarang sudah ada 2 krucil titipan Allah yang butuh perhatian dan waktu aku...
Jadi, kalau mau nulis harus curi-curi waktu. Nunggu si baby bobo dan saat si kakak sedang jadwal hafalan (ya gimana ya, nulis itu memang butuh ke-khusyuk an sendiri).. hehehe, rasanya udah bahagia dan nyaman bgt walau cuma sekedar ngelurusin punggung di sofa kesayangan sambil nge-roller wajah pake jade roller andalan + nyalain aroma terapi favorit. Relaxing bgt... Alhamdulillah. Hehehe simple banget emang bahagianya emak emak....
Hari ini mau share tentang sebuah bagian masa lalu yang walau udah bertahun-tahun berlalu entah kenapa dan bagaimana masih aja selalu sparkling kalo muncul (baik hanya sekedar sekelebat kangen atau literly "muncul" hahaha).
Bukan mau share tentang apa yang terjadi dulu tapi lebih ke hikmah dan pelajaran yang aku dapet. Kalau share tentang episode episode yang dulu terjadi bisa galau yang ada. Kasian baby kalau emaknya galau, produksi ASI menurun.
Apa yang dulu pernah terjadi itu memang sebuah momen yang dalem banget. Sarat makna dan keseriusan. Entah kenapa bisa begitu. Mungkin karena dulu memulainya diawali dengan Bismillah, hahaha gak kok.. mungkin karena memang ketika menjalani itu kita bener bener tulus, apa adanya, dan ikhlas menerima segala ketetapan Allah. Jadi semua komponen yang menjadikan nya ada itu begitu berkesan.
Semua ketetapan Allah itu baik, terbaik, walaupun pada saat terjadi bisa saja sangat tidak nyaman dan menyakitkan. Tapi ketika kita menerimanya lillah... semua jadi indah.
Dari kejadian itu aku jadi tau dan belajar, bagaimana sabar dalam menahan kekecewaan. Bagaimana ikhlas melepaskan bukan karena kalah atau mengalah, tapi lebih kepada memberinya ruang untuk bahagia. Dan Masya Allah, ketika dilakukan dengan bener-bener, aku bahagia melihat semua bahagia. Aku bahagia tidak menjadi penyebab salah seorang diantara mereka terluka.
Juga belajar menajamkan logika untuk melihat alasan alasan baik diantara puing puing hati yang hancur... ya, gak lebay.. memang seburuk itu kondisinya.
Siapa sih yang mau menyimpan luka? Gak ada.
But hei, justru ketika kita menyimpan penyebab luka itu, kita bisa banyak mendapat pelajaran, yang kemudian mendewasakan hati, iman dan pribadi kita.
What doesn't kill you, make you softer hehehehe...
Itulah kesimpulan terbesar yang bisa aku bilang. Karena dari luka itu aku jadi bisa lebih menghargai perasaan orang lain. Dari luka itu aku jadi bisa lebih lebih dan lebih mencintai segala hal yang ada disekitar dan segala hal yang sudah Allah berikan. Dari luka itu aku jadi bisa lebih lembut menghadapi segala perbedaan, ujian dan banyak permasalahan hidup.
Tidak melulu luka itu menjadikan seseorang keras. Ya, memang .. faktanya orang yang keras itu kuat. Tapi, percaya deh.. untuk jadi lembut itu kamu butuh 2x kekuatan daripada hanya sekedar menjadi keras, reaktif dan terlalu tajam.
Kok bisa malah jadi begitu? Hmmm aku gak tau.
Analisaku (cielie analisa) sih, mungkin karena semua itu dijalankan dengan betul betul tulus, ikhlas dan jujur sama hati dan diri sendiri.. dan yang paling jelas adalah bisa menjadi seperti itu karena ya memang sebenarnya hakikat mencintai itu ya memberi kan... termasuk didalamnya memberi kebebasan memilih dan menentukan. Sebuah proses pendewasaan hati yang luar biasa pokoknya.
Toh, setelahnya karena kita lillah semua jadi indah. Walau pernah tersakiti dan terinjak injak, pada akhirnya segala yang baik hanya akan mendapatkan yang baik.
Buktinya setelah 1440 hari berlalu pun semua masih indah, masih tetep sparkling rasanya kayak sprite (buat aku pribadi ya). Allah dengan caraNya yang unik selalu memberi kesempatan (perasaan yang tulus dan sudah tersimpan dengan baik dan aman dibawah sana) untuk menetralisir keadaannya ketika ia bergejolak...
Aku g tau sih ya, ikatan batin or anything like that itu beneran ada atau gak. Tapi kan buktinya, ketika tiba tiba kepikiran atau kangen, Allah selalu punya cara unik untuk menghadirkannya (baik itu hanya dalam mimpi yang tiba-tiba gaknjelas muncul gitu ataupun literly di "hadirkan" sama Allah).
Bisa loh dia tiba tiba langsung muncul dengan cara yang unik, hangat dan sopan. Kadang g sampe 24jam setelah aku ngebatin atau mikir sekelebat, langsung sama Allah di hadirkan hehehe..
Biasanya kalo muncul di mimpi gitu, aku langsung mendoakan kebaikan untuk semua... aneh kan? Hehehe ya memang aneh.
Dan aku pun simpen ini semua dengan baik. I keep it for myself, 'till I decided to share it here.. hehehe
Sakit gak klo pas inget bagian yang tajem dimasa itu? Hmmmm ya sakit, kadang butuh paracetamol untuk meredakan hahaha gak gak becanda...
Ya sakit lah... tapi kata seorang ustad, nikmati prosesnya, nikmati sakitnya .. semua akan indah pada waktunya.
Gampang? Hmmmmm ya gak gampang juga. Butuh cemilan dan asupan multivitamin komplit untuk bisa menjalani dan mengahapi semua hal itu dengan baik. Terutama vitamin iman, hati dan perasaan. Hehehe
Trus, gimana caranya bisa melewati itu semua?
Gimana caranya bisa bertahan sabar dan tetep menjalani hidup selama masa recovery?
Gimana caranya masih bisa memberikan ruang dihati untuk menyimpan penyebab luka itu? (Yes! I still keep my promise. You asked me to keep and save it yet not killing the feeling deep inside my heart somewhere hidden nice and gentle)
Hmmmm, bisa 1 bab thesis sendiri kalo mau dibahas satu kali posting. Jadiii nanti dilanjut lagi lah yaa...
Udh mau nursing time si baby juga.. jadi harus siap siap makan dan minum dulu biar asinya banyak...
Oiya, quick question : "pernah gak sih kepikiran, random gitu, nanti dimasa depan entah kapan dan bagaimana klo misalnya dikasih kesempatan sama Allah untuk mengeluarkan kembali the hidden past itu bakalan gimana jadinya? Kira-kira km bakalan gimana?"
Sering pingin tanya sebenernya kalo pas lagi ada kesempatan tanya. Tapi gak pernah aku tanya. Kenapa? Malu! Hahahaha
Ok, see you next time tumblr...