Virus Wannacry: Data terkekang, Privacy hilang...Aku pun menangis:(
Tahukan kalian bahwa di era digital ini erat kaitannya dengan sebuah data? Menurut Arikunto (2002), data merupakan segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi, sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan. Bentuk dari data itu sendiri bermacam-macam, seperti simbol, tulisan, tanda, gambar,dan lain sebaagainya. Sekarang kita hidup dimana teknologi sudah berkembang sangat pesat, salah satunya perkembangan dalam komputer. Dalam dunia komputer, data merupakan segala sesuatu yang disimpan pada memori dengan format tertentu.
Kehadiran internet saat ini membuat penggunaan dan persebaran data semakin kompleks. Setiap individu dapat dengan mudah meng-input sekaligus menyimpan data pada device di mereka. Namun kehadiran internet ini pun tidak luput dari munculnya risiko kerugian pada data user. Seperti yang dilansir dalam CNNIndonesia.com pada Sabtu (13/5) dini hari, mengatakan bahwa telah terjadi serangan virus secara global yang melumpuhkan berbagai perangkat dan jaringan komputer di berbagai negara di dunia. Diantaranya mengganggu data produksi pabrik mobil Perancis, Renault, mengusik sistem Bank Sentral Rusia, serta mengacaukan sistem jaminan  kesehatan nasional Inggris. Virus tersebut dikenal dengan nama WannaCry atau Wanna Decryptor (WCRY) yang terdeteksi sebagai Win32/Filecoder.WannaCryptor.D trojan.Â
Bila dibandingkan dengan ransomware lain, WannaCry punya keunikan, yakni memilih memanfaatkan eksploitasi Windows yang diperoleh melalui eksploit NSA yang disebut EternalBlue yang sempat digunakan oleh kelompok Shadow Broker, pada April lalu. Eksploit NSA ini punya kemampuan melakukan penetrasi ke dalam mesin yang menjalankan Windows XP dengan mengeksploitasi kerentanan pada server Windows SMB. Ini yang menjadi penyebab kenapa WannaCry mampu menyebar dengan waktu yang sangat cepat, hal ini didukung peneliti perusahaan antivirus ESET.
Kemunculan Ransomware Wannacry ini jelas sangat merugikan user terhadap kepemilikan datanya. Kerugian yang ditimbulkan berupa permintaan uang tebusan berupa Bitcoin kepada cracker (Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, dan mencuri data dari sistem). Bitcoin itu sendiri menurut Satoshi Nakamoto merupakan sebuah uang elektronik yang buat pada tahun 2009.
Dengan hadirnya virus Wannacry, Â dapat mendatangkan risiko yaitu hilangnya data milik pribadi. Kehilangan data pribadi ini jelas melanggar keleluasaan terhadap privasi data. Privasi data dari user telah dilanggar melalui praktek dari virus ini. Sistem hilangnya privacy milik user terjadi pada komputer yang tersambung dengan internet. Saat program itu dibuka, komputer akan memberitahukan kepada korban bahwa file milik mereka telah di-encrypt, dan memberikan mereka tenggat waktu untuk membayar, dengan memperingatkan bahwa file merekaakan dihapus. Jika data milik user tersebut ingin kembali, maka ia harus membayar uang virtual berupa Bitcoin seperti yang sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya. Hal ini dapat dikatakan mengganggu privacy, karena data-data penting yang dimiliki oleh user tidak dapat kembali karena sudah diambil oleh cracker.
Di Indonesia terdapat dasar hukum yang terkait dengan perlindungan data pribadi dari penggunaan tanpa izin, yaitu Pasal 26 UU ITE. Pasal tersebut terkait dengan isu yang sedang marak yaitu virus Wannacry, dimana user kehilangan data miliknya yang bersifat privacy. Kemudian pada pasal tersebut mensyaratkan bahwa penggunaan setiap data pribadi dalam sebuah media elektronik harus mendapat persetujuan pemilik data yang bersangkutan. Kemudian setiap orang yang melanggar ketentuan ini dapat digugat atas kerugian yang ditimbulkan.
EEEEHHHHH!!!!!JANGAN NANGIS DULU YAAA. Ada cara menghindari virus ini kok.
Seiring dengan kabar menyebarnya virus Wannacry lewat media sosial seperti Line, Instagram, Facebook, terdapat cara untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak menular ke komputer kalian. Salah satu antisipasi serangan Malware Ransomware Wannacry digagasi oleh KOMINFO. Tips yang pertama sebelum hidupkan komputer/server, terlebih dahulu mematikan hotspot/wifi dan cabut koneksi kabel LAN/Internet. Langkah yang dua yaitu segera pindahkan data ke sistem operasi non-windows (Linux,dll) atau lakukan back up/copy  semua data ke media storage secara terpisah. Kemudian dari pengelola teknologi informasi lainnya dapat melakukan tindakan lanjut teknis lainnya. Pertama lakukan update security pada windows dengan instal patch MS17-19 yang dikeluarkan oleh Microsoft. Kedua, lakukan update antivirus. Ketiga non aktifkan fungsi SMB (Server Message Block) dan jangan mengaktifkan fungsi macros. Yang terakhir Block Ports: 139/445 &3389.
Referensi:
https://www.google.co.id/search?q=data&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjm7IP__IXUAhVIO48KHcMLC-kQ_AUIBigB&biw=1366&bih=667#tbm=isch&q=wannacry&imgrc=p7B0ekXUjNsbxM:
http://www.ubaya.ac.id/2014/content/articles_detail/148/Hacker-dan-Cracker.html
http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170513185820-192-214636/mengenal-wannacry-ransomware-yang-serang-dunia/
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4f235fec78736/dasar-hukum-perlindungan-data-pribadi-pengguna-internet
http://tekno.liputan6.com/read/2950472/apa-itu-wannacry-dan-bagaimana-cara-mencegah-serangan-ganasnya
https://www.google.co.id/search?q=data&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjm7IP__IXUAhVIO48KHcMLC-kQ_AUIBigB&biw=1366&bih=667#imgrc=XokLVlRBb91vQM:
https://www.google.co.id/search?q=data&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjm7IP__IXUAhVIO48KHcMLC-kQ_AUIBigB&biw=1366&bih=667#tbm=isch&q=ransomware+wannacry&imgdii=YekLv5EPXsOkmM:&imgrc=itdJc4tJAz9K0M:
https://www.google.co.id/search?q=data&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjm7IP__IXUAhVIO48KHcMLC-kQ_AUIBigB&biw=1366&bih=667#tbm=isch&q=bitcoin&imgrc=e0w0zfxH9XJHtM:
Eksistensi internet walaupun menguntungkan dari banyak perspektif, namun juga begitu membahayakan dan berisiko terhadap semua usernya. Keamanan dan privacy di interet sat ini begitu sensitif dan perlu ditingkatkan kembali. Seperti virus ini contohnya, telah menjangkit banyak tempat di dunia dan telah memblokir banyak data-data serta konten penting yang dibutuhkan user. Oleh karena itu, masyarakat di internet harus lebih berhati-hati dan meningkat kemanaan data serta privasinya demi internet sehat.
Adelia Dinda Sani - 1506727734













