Sambungan.. . . . Diriwayatkan, saat Rasulullah SAW berada di masjid, datanglah seorang pria menghadap beliau dan melapor, “Ya Rasulullah, aku telah berzina.” Mendengar pengakuan itu Rasulullah SAW berpaling dari dia sehingga pria itu mengulangi pengakuannya sampai empat kali. Kemudian Rasulullah bertanya, "Apakah engkau gila?” Pria itu menjawab, "Tidak." Rasulullah bertanya lagi, "Apakah kamu orang muhshan?" Pria itu menjawab, "Ya." Lalu Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabat, “Bawalah dia pergi dan rajamlah." (HR al-Bukhari). Rasul SAW juga bersabda, “Siapa yang menzinai mahramnya, bunuhlah!” (HR al-Hakim) Selain itu zina juga bisa mengundang azab bagi masyarakat. Rasul SAW pernah bersabda, “Jika zina dan riba tampak menonjol (tersebar luas) di suatu kampung, maka sungguh mereka telah menghalalkan atas diri mereka sendiri azab Allah (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani). Hadits ini menjelaskan bahwa jika zina dan riba telah menyebar di tengah suatu masyarakat maka itu akan memancing turunnya azab Allah SWT. Keberkahan akan dicabut dari masyarakat yang seperti itu. Sebaliknya keburukan dan kerusakan akan terus mendera masyarakat tersebut selama mereka tidak berupaya mencegah penyebaran zina dan riba sekaligus menghilangkan zina dan riba dari kehidupan masyarakat. Hadits ini juga didukung oleh sejumlah hadits lain yang senada. Di antaranya hadits dari Aisyah ra, Rasul SAW bersabda, “Umatku akan terus ada dalam kebaikan selama belum menyebar di tengah mereka anak (hasil) zina. Jika di tengah mereka menyebar anak (hasil) zina maka Allah nyaris meratakan sanksi (azab) atas mereka.” (HR Ahmad). Saat ini, salah satu ‘azab’ di dunia akibat zina yang menyebar luas adalah merebaknya penyakit AIDS dan penyakit seksual lainnya. Nilai-nilai dan institusi keluarga pun menjadi porak-poranda. Berikutnya akan muncul berbagai permasalahan di tengah masyarakat itu. Karena itu, Islam dengan tegas mengharamkan segala hal yang mendekatkan pada perzinaan (misal: pacaran) dan menilai zina sebagai perbuatan keji dan jalan yang buruk. WalLahu a’lam bi ash-shawab Arief b. Iskandar . . . #motivatormuslim #azabzina #nopacaran #zinadosabesar












