seen from Australia
seen from Spain

seen from Singapore
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Yemen
seen from Japan

seen from Russia

seen from Singapore
seen from Türkiye
seen from China

seen from United States

seen from Spain
seen from Yemen
seen from United States

seen from United States
seen from Austria

seen from Malaysia

seen from United States

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ga penting
“Gue kemaren hampir nabrak kucing semalem, untung banget gue bisa ngebanting stang motor dan kagak jatoh.”
“Lah, gue malah hampir nabrak kakek-kakek kemaren, gara-gara gue nyoba nerobos lampu merah.”
Mungkin dialog di atas sudah sering terdengar di setiap tongkrongan yang selalu kita singgahi saat bercengkrama dengan para sahabat di waktu senggang. Tentu, dialogmu dan kawan-kawanmu yang lain tidak akan sama persis dengan dialog di atas. Setidaknya, ada pola yang terlihat dan pola tersebut selalu sama; membandingkan pengalaman meski hal itu tidak penting sama sekali.
Kegemaran untuk membandingkan sesuatu seperti kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, atau merokok setelah makan, atau mungkin membaca doa sebelum tidur. Agak ganjil rasanya bila sesuatu tidak dapat dibandingkan satu sama lain. Bahkan, sejak orok sekalipun, orang tua kita mungkin telah membandingkan kita sendiri dengan orok tetangga, kerabat, atau bahkan orok selebriti. Mungkin kita semua terlahir untuk mengikuti mata kuliah sastra bandingan.
Masalahnya, kegiatan ini justru merambat ke hal-hal yang tidak penting. Misal, salah seorang kenalan kita mendapatkan sebuah musibah, ia berkeluh kesah mengenai hal itu. Tanggapan segelintir orang akan bersimpati; segelintir yang lain membandingkannya dengan musibahnya sendiri yang ia alami. Walah, merepotkan, memang. Kita datang untuk mengempaskan segala masalah yang sedang dialami dan berharap kawan lain dapat memberi solusi, kita malah mendapat ajakan berlomba dalam kejuaraan siapa yang paling menderita.
Ada pola pikir yang terlihat dalam ukuran perbandingan ini; kompetisi. Ini juga bukanlah sesuatu hal yang asing di dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Beban orok yang baru lahir pun bertambah; kini ia tak hanya menghadapi perbandingan yang menjengkelkan, ia juga harus berkompetisi dengan hal-hal yang tidak penting.
Sebenarnya, tidak ada yang salah dalam berkompetisi. Kan hal tersebut justru malah dapat menentukan kualitas seseorang, seberapa cerdik, seberapa kuat, dan sebarapa tangkas ia dalam menghadapi rintangan yang terjal.
Masalahnya begini: kita dihadapkan dengan isu-isu yang tidak penting. Siapa yang mau berkompetisi mengenai musibah yang dialami, atau seberapa banyak jerawat yang ada di wajah, atau lebih parah, siapa yang lebih menderita. Efeknya sangat mendalam, lebih dari trauma kecelekaan ringan yang hanya berlangsung paling lama satu minggu. Orang yang sering berkompetisi dalam hal yang tidak penting ini (membandingkan) sering terjerat insecuritas, menjadi pengidap atelophobia, atau mungkin narsistik yang menjulang ke awan.
Adalah hebat dan menakjubkan saat individu terdengar lebih dihadapan individu yang lain. Adalah menarik saat satu memiliki kedudukan yang—walaupun mengenaskan—lebih dari yang lain. Kita selalu berhadapan pada pilihan bahwa selalu ada yang lebih “baik” daripada yang lain. Kita selalu memberi makan ego kita masing-masing dengan makanan yang sekiranya dapat dimakan. Pernyataan yang tak hidup digoreng habis-habisan menjadi makanan yang rasanya hambar; tapi begitulah kita dididik. Kita tak pernah memikirkan nutrisi dan kegunaannya apa, asal perut kita kenyang dan nafsu kita keloni, kita masih merasa bahwa semuanya wajar.
Sejak bodo amat menjadi melekat, segala sesuatunya ga terlalu dianggap pusing. Antara ga mau tau. Atau ga nyangka kenapa bisa begitu... tapi diyaudahin sampai disitu saja.
Abis scrolling tumblr sendiri karena satu dan lain hal, terus menemukan beberapa tulisan manis. Terus berusaha nginget-nginget ini tulisan dulu alamatnya buat siapa ya? Penerimanya siapa ya? Ko ya ga inget. Padahal ya tulisan sendiri, mana cheesy bgt yampun. Ingin rasanya menertawakan diri sendiri dan apasih anjir bgt. Terus kek berasa dikhianatin sama ingatan sendiri, karena bener2 ga nemu clue buat siapa tulisannya.
Ini adalah disini. . . Aku itu sengaja berdiri disitu. . Dengan menata niat untuk sedikit mencederai pemandangan yang bagusnya lagi bagus menurutku. . Karena aku tidak ingin menjadi orang yang membuat orang lain repot menuduhku hanya download gambar dari search engine. . . #nyasar #salahbelok #purapurajalanjalan #menujuhalal2018 #kalojadi #hashtag #hestek #banyakinhastag #idolaemak #udah #yaudah (at Jujun, Jambi, Indonesia)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Happy birthday beautiful ma 👩 🎸 @richkyemyr . . . #happybirthday #happybirthdaybeautiful #theinnocencemission #thebirthdaysong #instamusic #instacover #musiccover #coversong #musikindie #musikindiegue #indiemusic #cover #giliterawangan #lombok #sky #blue #beautiful #yaudah
mampir
Ini seperti kembali menulang atau bisa jadi remedial dari semua ujian yang pernah gagal, hampir aja gagal lagi, sampai suatu momen dimana Tuhan menunjukan.
Pernah denger istilah slang anak muda jaman now “beresin urusan yang ini dulu, baru mulai yang baru, biar gak ribet”? yak harusnya gue melakukan itu.
ini adalah kondisi dimana seseorang yang datang untuk meminta. bukan. memang meminta, tapi objektif, karena subyeknya masih jauh disana.
Dia engga lebih dari seorang teman yang hatinya masih menjadi milik masa lalunya, hampir sepenuhnya.
Bukan gue yang dia cari.
Dia mencari sosok yang pernah singgah dihatinya, orang yang sama, kenangan yang sama, tawa tangis bersama, bukan gue.
Sore ini, gue enggak sengaja membangkitkan kenangan itu.
Dia rindu, gue tahu.
Dia mencari jalan pulang.
Gue bantu. Sedikit. Semampu gue.
Gue pun kembali pulang, tidak akan ada di tempat itu lagi. Pemiliknya tidak menginginkan.
Terima kasih sudah membolehkan singgah.
waktu dan tempatnya memang sudah dipersiapkan, sudah tertulis, bukan namaku. aku legowo.
Dibalik suara garpit nan parau ini, hanya ada keikhlasan dan niatan untuk memberikan ucapan: . . "Selamat Natal bagi kita semua. Damai Tuhan beserta kita selalu" . . #inshot #merrychristmas #haveyourselfamerrylittlechristmas #christmaseve #christmasday #edisinatal #selamatnatal #yaudah (at Lopang Indah Serang Banten)