Monterey Bay Aquarium

⣠Chile in a Photography ā£
NASA

tannertan36

PR's Tumblrdome
Stranger Things
official daine visual archive
art blog(derogatory)
Xuebing Du

JVL


Discoholic šŖ©

@theartofmadeline
š
Misplaced Lens Cap
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

oozey mess

blake kathryn
Sweet Seals For You, Always

seen from United States
seen from Germany

seen from Italy

seen from Türkiye
seen from Australia
seen from United States
seen from France

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from France
seen from Vietnam
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Mexico
@kemendikbud

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Tanggal Merah
Kita intan pada sebelum
Hari libur nasional.
Setelahnya, kita hanyalah
hama bpjs dan catatan sipil
bertuliskan keuntungan pribadi
dan tenaga kerja gratis
Jam 5 Pagi di Kota Tua
Kumandang adzan
Melerai gonjrengan
fals ukulele
puing-puing ibu kota
Bangunan tinggi
melahap mimpi
jemari mungil
di atas kertas
Mengubah cita-cita
menjadi daun
kemangi bersambal
di malam hari
Mengganti kulit
dengan produk
pewarna tembok
yang anti bocor
Orang tua
mencari anak
untuk bekerja
setiap dini hari
Dunia sempit
Menampung luas
Hidup mati
Jam 5 pagi
di kota tua
Nafas Calon Mayat yang Melankolis
Di antara lamunan dan
keramaian kecil anak-anak
di pengajian dan lantunan
tahlil bapak-bapak
Aku bersemayam
menyenandung doa dengan
mulut rapat-rapat
dan dengan suara
selirih tangis ibu-ibu
di dapur:
semoga layanan di
puskesmas dan dinas
sosial membaik,
Polisi menembakkan cinta dan
kasih sayang
dan negara muncul
di tiang-tiang
bendera kuning.
yesterday
whole world come
around you
to sing your favourite song
and watch your favourite shows
while our strings
are strained and loosened
but oh boy i do know
our heart intact
happy birthday, brother.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Kaliber bisu
Membisikkan kecepatannya
Setelah aku terkapar.
Menyerahkan Dunia kepada Algoritma
Tahun lalu, ketika saya kehabisan bahan bacaan atau sekadar ingin melepas penat dari lika-liku kewajiban yang tak henti-hentinya mendera keseharian saya, saya dapat menyelami dunia luar. Tanpa adanya ketakutan dan tanggung jawab moral, saya dapat membeli buku baru kapan saja, menonton pertujukan teater di mana saja, dan berselancar bersama kerumunan di antara hentakkan drum dan suara sumbang grup musik tanah air dengan riang. Sayang semuanya berubah. Di tahun ini, kebiasaan dan kewajiban direkonstruksi ulang dan melahirkan normal yang baru.
Normal yang baru dapat diinterpretasikan berbagai macam. Bagi saya, normal yang baru berarti menyerahkan dunia saya kepada algoritma. Apa maksudnya? Mengapa saya memilih menyerahkan dunia yang saya hidupi dengan sukarela kepada algoritma? Apakah saya dapat menentukan kepada siapa penyerahan dunia yang sedang saya susun? Teman-teman pembaca, dengan rendah hati saya mengajak pembaca sekalian untuk menyelami keresahan saya terhadap normal yang baru ini.
Amalan sebelum tidur
Di antara metafora yang gagal ku susun
Aku hempaskan ayat-ayat baru:
SEMOGA KAU LEBIH MAMPU
MENJALANI KESEHARIAN YANG BANAL
DAN MENGGANTINYA DENGAN
PELUH PENUH SENANG
MESKI HANCUR TAK TERSISA.
991117
entah apa jadinya
jika sedetik saja aku lewatkan.
mungkin aku akan menemukan gravitasi
yang menuntunku kembali ke rahim ibu
atau justru aku
menemukan relativitas waktu
yang menentukan keberlangsungan perjalananku
barangkali aku pernah menemukannya
di antara dua sujud atau
di persimpangan maut
hukum baru yang menjadi pegangan
seperti bayi menggenggam tangan ibunya untuk pertama kali
aku berniat untuk meneruskannya,
memahat punggung kayu
sebagai penanda umur yang batil
pada metafora yang singgah sementara
aku merenung
menuliskan hikayat
atau sekadar sayatan palsu
mungkin berakhir di gundukan sampah
atau jadi bahan penelitian di masa depan
kini aku berniat untuk
berhenti memikirkannya
sebab masih banyak lautan yang belum kuarungi
meski nanti kalah di tengah air kotor penuh sampah
atau tenggelam bersama doa-doa yang tidak pernah lagi kupanjatkan
aku masih ingin terus melihat
burung camar yang bingung
dan lumba-lumba bermulut kasar
seperti sebuah mimpi yang tak pernah membuat
orang tua ku bangun sebab terlalu indah
semoga saja aku
bisa melihat mereka bangun
tanpa perlu membukakan jendela dengan lebar
atau mengencinginya dengan seember air
dan untuk diriku sendiri
semoga kau berupaya menjalani keseharian
tanpa keraguan
āTake our catās grace with you. You can always dance if the will is thereā
A reinterpretation of Liam OāBrienās Der Katzenprinz.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
DOA PAGI
Bapak Ibu dukun
Bapak Ibu cenayang
Bapak Ibu penyelamat
Bapak Ibu Tuhan
BAPAK IBU KUMOHON BERHENTI BERUBAH SELAIN JADI BAPAK DAN IBU
Witch Work by Neil Gaiman.
Midwest America, September 2020, the year the world burned (pt. 2)
Kita dipertemukan oleh waktu yang
tidak tahu malu dan
bermuara pada ketidakpastian
Sementara kita menari
menuju puncak antariksa
menanggalkan ruang dan waktu
menabrak titan
melesap pada lubang hitam
kau dan aku
bersinggungan
PERIHAL TUDUHAN "AKTOR INTELEKTUAL" DAN "DITUNGGANGI"
Istilah āaktor intelektualā dan āditunggangiā tidak pernah hilang dari kosa politik Indonesia. Bahasa politik itu kembali muncul saat para pejabat menyikapi demonstrasi besar-besaran menentang RUU Cipta Kerja.
Perlu dikatakan bahwa tidak mungkin massa aksi yang begitu besar tidak punya kepentingan dan agenda politik. Mereka turun ke jalanan justru karena punya itu semua. Sudah pasti juga ada plot dari orang yang mencoba memanfaatkan gelombang aksi ini agar bisa inline dengan, syukur-syukur bisa menggolkan, agenda politik mereka.
Kemunculan istilah āaktor intelektualā atau āditunggangiā justru untuk menegaskan bahwa plot tersembunyi itulah yang menjadi motif utama. Formula maknanya begini: aspirasi yang diusung secara terbuka dalam spanduk-spanduk dan orasi-orasi para demonstran hanya sampul dari plot tersembunyi untuk mendelegitimasi pemerintah dan itu pasti datang dari kelompok politik yang urusannya hanyalah kue kekuasaan.
Asumsinya: (1) warga yang baik tidak mungkin turun ngeyel di jalanan karena negara tidak mungkin melukai (suara) rakyat dan (2) warga yang baik hanya akan menyampaikan aspirasinya melalui jalur-jalur formal. Dua asumsi itu problematis karena (1) negara dan aktor-aktor negara bukanlah malaikat tanpa cela, (2) jalur-jalur formal biasanya sudah tersumbat dan (3) walau pun sudah tersumbat toh jalur formal itu pernah, sedang, dan akan ditempuh, kok.
Masalah utama dari jalan pikiran yang terwakilkan dari istilah āaktor intelektualā dan āditunggangiā adalah ketidakpercayaan atas kemampuan warga untuk mengartikulasikan pikiran, aspirasi, kekecewaan, kemarahan dan harapan. Makanya, tiap kali ada warga desa, orang-orang kampung, atau mereka yang (dikesankan) tak berpendidikan angkat suara dan melakukan perlawanan, pasti selalu ada yang mengatakan: tak mungkin lulusan SD ngerti urusan politik dan hukum, mereka pasti ditunggangi, oleh makelar-makelar politik berbaju LSM, aktivis, dan/atau (sekarang lagi ngetren istilah) SJW.
Bingkai itulah yang mestinya membuat narasi āsudah baca belum draft RUU-nya?ā bisa diletakkan secara tepat. Narasi itu sejalan dengan rumus berpikir bahwa āwarga pasti tidak tahu apa-apa, sehingga kalau mereka merasa tahu sudah pasti itu hanya (1) sotoy atau (2) ditunggangiā.
Jika diperas lebih kencang lagi, semua itu hendak bermuara kepada cara berpikir bahwa āwarga pada dasarnya tidak pernah bermasalah dengan agenda-agenda negaraā. Warga dibayangkan sebagai makhluk-makhluk naif yang secara alami selalu menerima niat baik negara dengan tulus. Sehingga jika ada warga yang berserikat untuk menolak agenda-agenda negara, hal itu sudah pasti bukan tindakan yang alamiah.
Gema "negara organik", atau "negara integralistik" ala Soepomo, pun tercium. Secara singkat bisa dikatakan bahwa negara organik membayangkan bahwa tidak ada ketegangan antara negara dan rakyat. Keduanya adalah manunggal. Rakyat dan pemimpin itu tidak terpisah-pisahkan. Negara-bangsa dibayangkan sebagai sebuah keluarga besar, dengan pemimpin sebagai bapak dan rakyat sebagai anak-anaknya. Tidak pada tempatnya mencurigai sang bapak hendak mencederai anak-anaknya. Segala yang dilakukan sang bapak, jika pun dirasa merugikan, semuanya untuk kebaikan anak-anaknya.
Saya tak hendak berpanjang-panjang menjelaskan apa itu ānegara organikā dan ānegara integralstikā. Saya persingkat dengan melompat kepada konsep āpolitik massa mengambangā yang dirumuskan Ali Moertopo pada 1972 lewat tulisan berjudul 'Dasar-Dasar Pemahaman tentang Akselerasi Modernisasi Pembangunan 25 Tahunā.
Siasat ini pada dasarnya adalah sebentuk depolitisasi warga, menjauhkan warga dari diskursus politik. Dalam bentuk yang konkrit, politik hanya boleh sampai di tingkat Kabupaten/Kotamadya, tidak boleh masuk hingga level kecamatan apalagi tingkat desa. Jika pun hendak berpolitik, hanya boleh melalui saluran resmi yaitu lewat dua partai (PPP-PDI) dan Golkar.
Mudah ditebak siasat ini hanya menguntungkan Golkar. Dibandingkan PPP dan PDI, hanya Golkar yang infrastruktur politiknya dapat menjangkau hingga pelosok-pelosok desa. Melalui aparat birokrasi dan organisasi-organisasi turunannya (dari PGRI, Korpri, Dharma Wanita, PKK, hingga pemerintah desa yang diawasi oleh Koramil, Polsek dan Babinsa), Golkar akan dengan mudah menancapkan kepentingan politiknya dengan demikian intens.
Moertopo mendasarkan argumentasinya kepada mendesaknya agenda-agenda pembangunan yang tidak boleh diganggu oleh kancah perjuangan politik partai dan golongan. Dalam kalimatnya Moertopo: "...sudah selayaknya bila rakyat, yang sebagian besar terdiri atas rakyat di pedesaan, dialihkan perhatiannya dari masalah sempit dan diarahkan kepada usaha pembangunan nasional, antara lain melalui pembangunan masyarakat desanya masing-masing."
Dari situlah genealogi istilah "provokator" masuk ke dalam kosa kata politik Indonesia. Dibayangkan bahwa orang-orang luar, mereka yang menunggangi, atau aktor intelektual, sebagai biang kerok munculnya inisiatif perlawanan warga. Tanpa orang luar, warga yang dianggap masih bodoh, kurang berpendidikan, tidak rasional, mustahil punya keberanian atau punya inisiatif menentang agenda-agenda negara. Orang-orang luar, entah atas nama advokasi atau pendampingan atau solidaritas atau apa pun, dianggap sebagai intervensi nurture terhadap nature, yang merongrong kedamaian dan ketenteraman.
Para politisi, kepala daerah, para jenderal atau menteri dan presiden yang masih berpikir bahwa penolakan warga terhadap agenda-agenda negara sebagai tindakan yang tidak alamiah, menyimpang, dan mengganggu ketertiban bukan hanya ketinggalan zaman atau gagap membaca perubahan mas(s)a tapi juga masih merasa dirinya sebagai ābapakā yang serba-berhak menilai dan memutuskan apa yang terbaik bagi rakyat yang terus dianggap sebagai (kek)anak-anak(an) dan tidak mengerti apa-apa.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
to make much of time
to see for myself
to walk beyond the sun
to embrace you
i shall go merry
to live
to go
to run
now watch closely, everyone. Iām going to show you how to kill a god.
PRINCESS MONONOKE (1997ā¢) dir. hayao miyazaki.