Terpisah
Kujemput cemas Di punggung tanganmu Yang terjejak, Bekas hidung, mulut(resah)ku Semoga jadi penanda Agar kau tak lupa Jalan selamat Menuju ke kediaman Teduhmu teduhku
Jakarta, 2017.
Cc @kelaspuisi
seen from Palestinian Territories

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from France
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Kazakhstan
seen from United States
Terpisah
Kujemput cemas Di punggung tanganmu Yang terjejak, Bekas hidung, mulut(resah)ku Semoga jadi penanda Agar kau tak lupa Jalan selamat Menuju ke kediaman Teduhmu teduhku
Jakarta, 2017.
Cc @kelaspuisi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Perpisahan
PERPISAHAN
Muram wajahnya terkurung dalam jendela waktu Entah sampai kapan kepedihannya berakhir Namun ia tetap menanti ditempat kenangan-kenangan pahit tentang pelukan perpisahan Yang sudah lama terkubur dalam monolog kekecewaan April ini mengakhiri musim penghujan yang begitu syahdu Kemana waktu mencuri hati yang begitu bisu Ingatannya terbelalak sampai matanya nyalang menatapi jendela ringkih yang setengah tertutup oleh tirai yang gelisah Tatapan nanar melirik taburan rintik gerimis yang jatuh pada dinding pagar yang suram Kamar ini, akan kauziarahi kepedihan tentang kesakitannya mencintai Ada nisan yang kautemui bersama sesak udara yang kauracuni Namun dirinya takkan pernah kaukunjungi lagi
Jakarta, 9 April 2016
karya @tadaruscinta diikutkan dalam writing project group line kelas puisi, dipersembahkan untuk teman kolaborasi saya Siti @bakpauisieskrim yang tidak bisa ikut berkolaborasi karena kecelakaan, semoga lekas diberikan kesembuhan cc : @kelaspuisi @rintikkecil
Menjadi Senjamu
Aku masih menjadi senja yang indah Yang selalu kaukagumi tiap napasmu berdesah Senja yang kautandai dengan simpul senyum di wajahmu Atau kadang dengan pipi merona merah muda bak putri malu Aku masih menjadi senja yang setia menantimu Yang menatapku berbinar-binar dengan bola matamu Sebuah senja yang selalu bahagia Memandangmu memejamkan pelupuk mata Aku masih menjadi senja yang hangat Yang selalu kaudekap meski tak pernah erat Senja yang kautandai dengan kecupan menjelang malam Atau tangan terentang yang menyerap energi sebuah pelukan Aku masih menjadi senja yang bercahaya menawan Sebuah senja yang kaucemaskan jika tak kunjung datang Yang kaucintai dalam setiap relung kalbu Yang kautunggu dengan hati seputih salju Bandung-Malang, 7 April 2016 Puisi kolaborasi karya @umiazh dan @rizaumamirise Diikutkan dalam writing project grup line kelas puisi bulan April cc: @kelaspuisi
Hanya Hujan
Jika kalian suka mendung, aku tidak. Mendung itu selalu memberi harap, terkadang hingga menghantar resah.
Mendung selalu membuat ragu, menciptakan cemas, memaksaku untuk memilih antara pergi atau menunggu.
Aku lebih suka hujan, karena mendung sudah terlewatkan. Aku suka hujan, karena ketika dia tiba, ada jeda untuk menunggu reda. Ada masa dimana kita harus berteduh, atau terpaksa menembus basah dengan tangguh.
Hujan itu seperti mampu membuat bumi jadi lebih sejuk. Kadang jadi penawar panas setelah terik siang mengamuk.
Aku hanya suka hujan, tapi tak suka dengan mendungnya, bukan benci, hanya tidak suka, itu saja.
Sintang, 5 Maret 2016
@kelaspuisi @rintikecil
Puisi Terbaik Kelas Puisi Ketujuh
Selamat pagi teman-teman kelas puisi. Semoga kalian sehat dan bahagia selaluu. Di pagi yang cerah kali ini, Kakanda akan mengumumkan puisi terbaik Kelas Puisi Ketujuh kemarin yang bertajuk #cintaplatonik. Hayoo, sudah menebak siapa pemenangnya?
Ada tiga yang masuk nominasi puisi terbaik untuk #kp7, yaitu:
1. Hanya Berbicara Tentang Kita 2. Kau Boleh 3. Bukan Roman Picisan
Setelah membaca ulang dan akhirnya Kakanda memutuskan bahwa puisi terbaik kelas puisi ketujuh jatuh kepada “Kau Boleh” puisi karya @aindria … ! Selamat yaaa. Puisimu juga akan dibacakan di Soundcloud Kelas Puisi nanti.
Nah, penasaran kenapa Kakanda memilih puisi ini? Puisi Kau Boleh ini adalah puisi terang yang ditulis sangat sederhana. Simile yang hadir pun tidak terkesan dipaksakan. Terlihat bagaimana ditulis pada bait pertama di larik seperti usai kau tertawa // dan diam-diam aku mengenangnya. Benar-benar menggambarkan kecintaan yang dalam oleh si aku-lirik. Di bait kedua juga dibangun sebuah impresi di larik lalu kutanya aku harus kemana // jika semua arah // membuatku tersesat yang kemudian dijawab di bait empat di larik akan kubuat cinta ini seperti rahasia // yang pura-pura sembunyi. Ugh, kesaksian dalam puisi ini benar-benar mengalir dan menghidupkan ketabahan bagi pembacanya Sekali lagi, selamat buat @aindria Bagi yang punya soundcloud, jangan lupa follow akun kelas puisi yaa, di https://soundcloud.com/kelaspuisi Selamat berhari minggu - Adinda dan Kakanda - PS : Jangan lupa ikuti #februarimerona #ngedatepuisi yaa teman-teman, hihi~. Selamat menulis. :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bukan Roman Picisan
Lesap sudah asaku tak berjejak Sedang rasa yang kaucipta belum ingin anjak Jangan lagi kauputuskan berpijak Aduhai, hati ini berasa terinjak-injak
Kita sama tersenyum getir Bersembunyi di balik jeruji khawatir Takut-takut menjadi buah bibir Aduhai, kisah cinta kita hanya sebatas afair
Tangerang, 21 Januari 2016
Ditulis oleh @bosanjadipelupa
Renyai Sendu
Kaca itu basah oleh renyai renyai sendu
Seakan kepiluan ingin dibaginya
Tentang bagaimana lintuh hatiku perkara mengingatmu
Handai dirimu tak pernah tertulis dalam hatiku
Mungkin aku masih dapat tersenyum
Benih ini telah berkecambah di rahimku
Tapi kamu malah menjadi debu
Hilang setelah menikmatiku
Masih ingatkah
Bagaimana kita saling beradu di atas ranjang
Tentang mesra kecupmu berlarian di dadaku
Suara rintih ku kala kau berjanji setia padaku
Kita berbagi dosa yang penuh kenikmatan
Lalu kau lantarkan kau pergi kau hilang
Aku menangis  aku terkikis aku hancur
Semua perihal kamu telah terkubur
Cikarang, 21 Januari 2016
Ditulis oleh @dauntakbernama
Bukan Roman Picisan
Lesap sudah asaku tak berjejak Sedang rasa yang kaucipta belum ingin anjak Jangan lagi kauputuskan berpijak Aduhai, hati ini berasa terinjak-injak
Kita sama tersenyum getir Bersembunyi di balik jeruji khawatir Takut-takut menjadi buah bibir Aduhai, kisah cinta kita hanya sebatas afair
Tangerang, 21 Januari 2016 | FF Andiana @kelaspuisi