IDP
IDP atau Individual Development Plan, secara literal ya emang rencana pengembangan diri gitu sih... it is what is sounds like. Tadi pagi akhirnya 1-on-1 sama superior setelah bikin IDP dengan ngereferensiin dari steps-nya ka Vicario. Super helpful. Sama aku ngambil juga kerangkanya dari site ini.
Intinya IDP ini dibuat supaya hidup dalam berkarir lebih jelas aja sih juntrungannya. Pertama aku nge-list down dulu apa values yang penting buat aku (ini aja agak lama sih mikirnya, harus googling dulu), terus aku memutuskan untuk menulis values berikut: independence, reliability, efficiency, structure. Abis itu nge-list professional goal and aspiration. Sebagai orang yang sekarang kerja di bagian investment untuk family office, kebanyakan goal sama aspirasiku adalah tentang lebih memahami kondisi makroekonomi, bisnis, bisa bikin analisis sendiri, dan tentunya berkontribusi pada pengambilan keputusan investasi.
Terus main goal-nya adalah lulus CFA level 1 di November 2023. Wgwgwgw. Gatau eh umur segini kenapa ya sulit untuk cramming lagi, belajar gak berenti gitu... Terakhir belajar untuk tes ya buat IELTS aja, itu juga struggle banget untuk bisa konsisten belajar. Sebenernya untuk materi CFA ini aku udah berusaha nyicil sih tapi sungguh progressnya lambat banget -_- udah mana materinya banyak banget ada lima buku dan masing-masingnya ratusan halaman heu. Udah berbulan-bulan mencoba belajar tiap hari Jumat, baru masuk Chapter 3... buku 1. Hehe. Harus sekali coba lulus juga karena biayanya 1500 USD. Nangis.
Untuk tahun depan juga aku menargetkan untuk baca buku-buku tentang investing dan bisnis - dan action plan terdekatku adalah memilih role model di sektor ini dan menjadikannya sebagai benchmark. Ini adalah tantangan besar karena kayanya 2022 ini juga aku nggak baca sampai 5 buku baru :( sungguh sebuah kemunduran dibandingkan Yasmin jaman SMP yang bisa beresin novel dalam 1 jam saja (biasanya skimming dulu yang penting beres, baru baca ulang untuk lebih meresapi kisahnya). Semoga bisa baca paling nggak 1 buku per bulan.
Item ketiga yang menurutku akan sangat challenging untukku yang introvert berat ini adalah... networking. Hiks. Dari kemarin tiap diajak superiorku untuk ketemu orang eksternal, mau dari sekuritas, investment bank, atau asset manager, aku lebih banyak diem dan mendengarkan aja. Karena mereka semua kedengeran sangat pinter dan paham jadi aku insekyur berat takut malah mengeluarkan komentar bodoh. Padahal ya aku tahu kok kalau there’s no stupid questions. Impostor syndrome is real - semoga bisa menjadi motivasiku untuk grow into this role.
Goalku di tahun 2023 adalah bisa menjelaskan sesuatu dan memberikan insight yang bikin lawan bicaraku merasa bahwa ‘oh, dia paham banget nih tentang apa yang dia omongin’, dan bisa ngasih insight/berkontribusi ke diskusi tersebut. Mungkin untuk tahun depan fokus dulu di sektor consumer goods sih.. berhubung bisnis utama perusahaan ini juga kan disitu. Sama harus lebih paham tentang in-and-out nya si main business perusahaan ini juga sih.
Lumayan useful banget sih ini IDP untuk memulai tahun baru, semoga w bisa membangun ekspertis di industri yang menarik ini.


















