Hehehe jadi pada tanggal 3 Januari 2017 lalu, ceritanya Asri seharusnya sidang skripsi. Tetapi ternyata Allah meminta Asri untuk berjuang lebih baik dan menunda skripsi Asri.Di hari itu, Asri baru sampai di kosan tengah malam, dan sesampainya di kosan, Asri pun tidak bisa tidur. Asri baru ingat Asri diberikan drama korea yang sudah Asri simpan sepertinya berbulan-bulan yang lalu dan sudah lama sekali, yaitu Reply 1998.
Ada salah satu bagian, dimana pemeran utamanya, yaitu Duk Seon, yang berulang tahun tidak jauh dari kakaknya. Karena perlu menghemat, kedua orang tua Duk Seon selalu merayakan ulang tahun kedua anaknya bersamaan (di hari ulang tahun kakaknya).
Hari itu, Duk Seon mengalami hari yang sangat tidak menyenangkan, dimana dia, yang sudah berjuang keras berlatih, tidak jadi menjadi pembawa bendera di Olimpiade Internasional yang diadakan di Korea. Di malam itu, ketika kedua orang tuanya bermaksud merayakan ulang tahunnya dan kakaknya, Duk Seon tiba-tiba marah. Duk Seon marah karena Duk Seon mengatakan ingin agar ulang tahunnya kali itu diadakan secara terpisah dengan kakaknya. Duk Seon juga marah karena dirinyalah yang harus selalu berkorban dibandingkan kakak dan adiknya yang selalu diberikan telur ketika makan, sedangkan Duk Seon hanya makan kacang. Duk Seon marah karena tidak pernah menjadi prioritas bagi kedua orang tuanya.
Saya dan Duk Seon sebenarnya memiliki kesamaan, yaitu menjadi anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak kami merupakan perempuan, dan adik kami laki-laki. Entah kenapa, saya menangis pada scene itu. Saya sangat memahami perasaan Duk Seon. Setelah scene itu, saya menangis cukup lama dan menghentikan film hingga saya merasa lebih lega.
Namun di hari berikutnya, Duk Seon tampil membanggakan dengan menjadi pembawa bendera untuk negara lainnya dan masuk tv. Sepulang dari olimpiade, ayah Duk Seon telah menunggunya di sebuah toko. Duk Seon yang ingin membanggakan ayahnya, menunjukkan beberapa souvenir yang dibawanya dari olimpiade.
Kemudian, ayahnya pun membelikannya kue ulang tahun, dan merayakan ulang tahun Duk Seon berdua. Ayahnya menjelaskan bahwa dirinya begitu senang ketika kakak Duk Seon lahir, dan itulah kali pertamanya belajar menjadi ayah. Dirinya tidak tahu cara mendidik anak kedua. Ayah Duk Seon pun meminta maaf.
Di scene berikutnya, ketika gas di rumahnya bocor, orang tua Duk Seon lupa untuk menyelamatkan Duk Seon dan lebih mengutamakan kakak dan adik Duk Seon. Duk Seon menjelaskan bahwa pada keluarga, hal-hal selalu berulang meskipun kamu telah berusaha menjelaskan keinginanmu.
Yang aku pahami, mungkin menjadi orang tua, memperlakukan anaknya dengan adil bukanlah hal yang mudah (?) dan ketika menurutmu, kau telah berkorban untuk banyak hal, mungkin bersabar dan menjadi kuat adalah peneguh hati sebagai tanda keyakinan bahwa Allah selalu Maha Adil :) mungkin Allah telah menyiapkan banyak hal baik yang menunggumu atas pengorbananmu, mungkin tanpa kau pernah sadari dengan caraNya mencintai hambaNya :)