And this is Cassian (ΠΟ )Β he is one of the main rulers on the star, where the chio comes from

#dc#dc comics#batman#bruce wayne#tim drake#batfamily#dc fanart#batfam#dick grayson


seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Italy
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from TΓΌrkiye
seen from Brazil
seen from Italy
seen from Brazil
seen from Georgia
seen from Germany
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Maldives
seen from Yemen
seen from Guadeloupe
seen from Netherlands
seen from Yemen
seen from Canada
And this is Cassian (ΠΟ )Β he is one of the main rulers on the star, where the chio comes from

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Be responsible in choosing the executors of your plans
Here's the saddest part ever. It's been years and yeah, my heart still beating so fast when he near me. Even my heart still flutters just by hearing his voice.
EN Lhoh? Kok? Mirip? Mungkin kita jodoh, en. Haha!
Sebuah Cerita: Rasa Tanpa Dialog
Entah takdir apa yang sedang Tuhan ciptakan untukku, akhir - akhir ini aku kerap bertemu dengannya. Baik hanya berpapasan di jalan maupun dalam suatu acara sekolah. Padahal di beberapa semester sebelumnya, pertemuanku dengannya bahkan masih bisa dihitung dengan jari tangan dan kaki. Perkenalkan, aku adalah Nara dan orang yang kubicarakan di atas adalah Ken. Jangan dibayangkan Ken seperti tokoh utama di novel atau film - film picisan. Sangat jauh. Penampilannya biasa saja, bahkan bisa dibilang sangat jauh dari kata ganteng. Tapi, sepertinya dia memiliki sesuatu yang membuat para wanita di sini ingin mendekatinya. Tak terkecuali aku. Kembali pada ceritaku. Sekarang aku sedang disibukkan persiapan penutupan baksos kelas. Acaranya hanya sekedar makan - makan kelas, tetapi karena kami menyewa dua kelas di sekolah, maka banyak hal yang harus kami urus. Perizinan, OB, Satpam, dekor, dkk. Kali ini, aku harus segera menyerahkan surat permintaan bantuan pada OB. Karena jalan terburu - buru, maka..... Brukk!! Aku menabrak seseorang dan terjatuh. Ketika aku mendongak, aku melihat dia. Ken. Sebelum aku mengeluarkan suara meminta maaf, dia sudah berlalu begitu saja. Sepertinya dia juga sedang terburu - buru. Well, well, satu hal lagi yang harus kalian tahu, aku dan Ken memang tidak saling kenal. Tapi, entah sejak kapan aku mulai menci..... Bukan, bukan! menyuka..... Bukan! mengagum.... Bukan bukan. Aku tidak tahu perasaan macam apa yang aku miliki terhadap Ken. Jantungku selalu berdebar lebih kencang saat berada di dekatnya. Bahkan, ketika mendengar suaranya saja, jantungku rasanya mau lompat dari kerangkanya. Katanya, itu cinta tapi, aku tidak yakin. Menurutku, cinta tidak sesederhana itu. Cinta bukan tentang debaran jantung saja, bukan ? Entahlah. Keesokan harinya, ketika acara penutupan diselenggarakan aku bertugas sebagai penjaga ruang makan di kelas sebelah agar tidak ada yang sembarangan masuk dan menggondol konsumsi untuk acara itu. Karena bosan sendirian, maka kuputuskan untuk memasang headset mendengarkan lagu saja untuk membunuh waktu. Setelah beberapa saat, aku menangkap suaranya. Ken, siapa lagi ? What the hell is he doing here ? During the holiday ? Oh, God please. You gotta be kidding me. Jantungku mulai berpacu. Aku secara refleks melihat arah asal suara itu. And there he goes. Dia juga sedang memandangku. Untuk sepersekian detik, aku masih shock dan secara tidak sadar menatap lurus ke dalam matanya. Setelah sadar bahwa kedua mata kita bertemu dalam waktu yang cukup panjang, maka aku segera memalingkam mukaku. Oh, God. Jantungku........
Call Me Coward.
Hell! Call me coward. Ya. Karena memang aku pantas disebut begitu. Ada beberapa situasi maupun orang yang terkadang tidak ingin aku hadapi. Padahal aku tahu jika aku tidak menghadapinya akan ada kesalahpahaman atau kejadian buruk lainnya. Tetapi, aku hanya melihatnya dan diam. Selama ada alasan untukku menghindar, maka aku akan lebih memilih beralasan. Aku hanya tidak ingin mendengar apa yang tidak ingin aku dengar. Tidak ingin melihat apa yang tidak ingin aku lihat. Tidak ingin merasakan yang tidak ingin aku rasakan. Aku lebih memilih untuk membiarkan hatiku berada dalam delusi. Biarkan saja, asal hatiku ini tidak merasakan yang namanya kecewa, patah hati, dsb. Seperti hari kemarin saat seorang kawan mengajakku bertemu. Seorang kawan sekolah dasar yang mungkin sedang rindu nuansa masa kecil. Tetapi, karena aku takut terjadi sesuatu pada hatiku yang rentan ini, maka aku berkilah. Dan mungkin saja aku sudah mengecewakan kawan kecil itu. Begitu juga dengan beberapa bulan lalu, saat seseorang yang memiliki perhatian lebih ingin mengajakku bicara. Niatnya baik, ingin meluruskan beberapa hal tentang artian aku dalam hidupnya. Namun, lagi - lagi aku menolaknya dengan dalih aku tidak suka tempat yang dipilihnya untuk berbicara. Well, call me nonsense. Dan lagi, mungkin aku sudah menyakiti hatinya. Bahkan saat ini masalah semakin menjadi - jadi tapi, aku hanya membiarkannya begitu saja. Lagi - lagi aku takut hatiku kenapa - napa. Dan yang terakhir adalah upsylon. Aku tidak pernah ingin berbicara secara langsung dengannya. Bahkan mungkin dia sudah muak denganku yang selalu lebih memilih menghindar darinya selagi aku bisa daripada berbicara dengannya. Padahal, untuk urusan yang sangat sepele aku tidak pernah mau berhadapan langsung dengannya. Misalnya saja, seperti kemarin saat dia meminjam bukuku. Aku lebih menitipkannya pada orang lain daripada secara langsung memberikan padanya. Dengan upsylon sudah terlampau sering aku menghindar darinya. Dan lagi - lagi aku hanya takut hatiku kecewa dan sakit ketika mengetahui kenyataan darinya. And finally, call me coward for avoiding you all this time. Sorry.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Halo, Matahari.
Halo, matahari. Selamat malam kepadamu. Terima kasih sudah memberikan cahayamu pada bulan untuk menerangi malam ini, sekali lagi.
Halo, matahari yang ada di bumi. Rasanya sudah lama tak bersua denganmu. Rasanya wajahmu masih sama. Masih penuh karisma dan wibawa. Getar suaramu juga masih terdengar serupa. Masih begitu persuasif dan merdu.
Halo, matahari yang ada di bumi. Bagaimana harimu ? Apakah menyenangkan ? Apakah cukup membuatmu bahagia ? Apakah pernah kau merindukan kehadiranku, seperti aku yang selalu rindu terhadapmu ?
Matahari dan Bulan
Bertemu denganmu ? Jangan tanya betapa berharganya itu. Bukan. Bukan karena kamu adalah orang yang menawan, meskipun banyak yang bilang. Bayangkan saja, aku bisa melepas hampir semua obsesiku hanya karena Tuhan mempertemukan kita. Mungkin memang takdir kita hanya sebatas matahari dan bulan yang jarang sekali bertemu di langit yang sama kecuali saat gerhana. Tapi, tahukah kamu betapa berharganya pertemuan itu ? Bagimu, mungkin aku hanya semilir angin yang berhembus menyentuh kulitmu. Sangat cepat berlalu. Tapi, aku juga tidak tahu. Bukankah aku memang tidak pernah mengizinkanmu bertanya ? Tidak pernah sekalipun memberimu pemahaman. Tahukah kamu ? Bukan karena aku enggan. Aku hanya takut. Bagaimana jika hanya dengan aksara membuat kita semakin menjauh ? Meskipun kita memang sudah terlanjur jauh. Lebih baik begini. Kita hidup di orbit masing - masing. Kamu nun jauh di sana dan biarkan saja aku di sini, memandangimu dari kejauhan. Biarkan aku mensyukuri nikmat pertemuan denganmu.
Say Lillah not Lelah
Statusnya Nugrahayu. Ikhlaskan. Akhir - akhir ini lagi agak sibuk. Sering ngerasa,"oh gini ya rasanya jadi orang sibuk yang punya tanggung jawab di sana sini." Tapi, masih aja ngerasa jauh lebih gak sibuk dibanding orang yang udah punya kesibukan lebih dulu dan lebih banyak timbang aku. Ternyata jadi orang sibuk itu banyak ya tekanan emosinya. Pertanggungjawabannya ditanyakan terus tiap detiknya. Ditekan sana sini. Well, itulah konsekuensi yang harus ditanggung. :) Saya selalu berkata,"harus bersyukur masih diberi kesibukan oleh Allah." Saya rasa, memang harus beryukur masih diberikan kesempatan untuk merasakan nikmatnya sibuk. Percayalah, menganggur itu tidak lebih baik daripada sibuk. Sibuk itu jauh lebih asyik daripada "tidak tahu apa yang harus dilakukan." So, selamat bersibuk ria ya. Semangat!! Allah behind u. :)