Dear mini meri-ku, Disaat dunia seolah menjauh, jangan malah kamu bergelagak kesenangan. Padahal, jiwa mu justru sedang kesakitan. Duhai mini meri, mengapa harus memilih hidup dalam sandiwara seolah lakon itu tidak ingin kamu perankan? Menyenangkan orang sekeliling itu baik, tapi janganlah terhanyut akan itu. Kamupun memiliki hak untuk merasakan kebangkitan setelah terjatuh. Jika mulut mu hanya mampu mengucap kata pasrah, maka aku paham apa yang sedang membuat mu resah. Jika raga mu terlihat sedang terpanah, maka aku tahu apa yang sedang berdarah. Tapi berusahalah bijak setidaknya keluar dari belenggu itu dengan menerobosnya. Teruntuk mu pemilik hati yang tengah dikikis, mengapa kamu begitu terkesan egois? Dan mengapa kamu menolak untuk menangis? Tak sepantasnya kamu berdiri manis disaat diri begitu ingin mengemis! Lantas, bagaimana bisa kamu merdeka disaat dirimu tidak pula merasakan rasa itu? Teruntuk pemilik hati yang tengah kelelahan, berhentilah untuk tak keberatan seolah ditinggalkan disaat perasaan ingin diperjuangkan. Karena kamu, tak seharusnya mencicipi penderitaan dalam suasana ini sendirian karena ada hati yang siap menemani untuk melangkah meraih itu... #denpasar24022020 #journey #trotoarts #livingquotes #poem (di Padangsambian) https://www.instagram.com/p/B8812trAdftkC3j3Lr__4j3FcdSWjjl-pUHha00/?igshid=ww8hkvfl5kvj