Yes, We ARE!!! (dumb people right?)
We agree that it called by a Railway. BUT, i totally imagine when we could rewind our time. what happen on it in the time? Seperti apa keadannya, bagaimana mataharinya? It'll kinda big questions in my mind, and always through my mind!
and the occupant in this railway station are ANTs! Yes, maybe only it could telling to us about what has been happen at the time, in this railway station. Crowd, hectic people, foreign and slaves people, or ? Still big question, isn't right? Beruntungnya lagi adalah : this building berada di tempat yang terpencil dan kurang terekspose, seaindainya di salah satu kota besar, we don't know, cause we are Indonesian people #ups!!!!
why i written this text with tittle : dumb people right? let's rewind the time until time in problem between Mr.Bibit versus Mr.Jokowi , cagar budaya sekarang sudah menjadi "aset", contoh miris : di kota kecil Tangerang, Cimone dulu ada sebuah bangunan made by Netherland people when colonialism still alive here, but now it was dissapear :) see? For compare ; let's see another city which has unique building, architecture or maybe masterpiece on building point STILL on government program. Kalo di Indonesia?? *kedip-kedip bareng ya*
have you ever seen film "Sang Pencerah"? There is an interesting scene when "Kyai" from magelang visited Ahmad Dahlan.
x : "...... kenapa menggunakan barang-barang kafir? Ini itu Madrasyah!"
ad : "kyai kesini naik apa? Jalan kaki kah?"
x : "(laughing) hanya orang bodoh yang perjalanan dari Magelang ke Yogyakarta jalan kaki. Ya jelas, saya naik kereta api. Cepat dan tidak mengotori saya!"
ad : " .. dan hanya orang bodoh yang naik kendaraan yang dibuat oleh orang kafir!"
brilliant joke! Harusnya memang pemikiran semacam itu yang harus digunakan untuk orang-orang Indonesia sekarang ini. (artikan sendiri!)
TEGA-kah? Dia itu tidak bisa disalahkan, untuk apa menyalahkan seorang saksi bisu? Dia hanya diam, tidak marah dikotori, tidak teriak jika tidak dirawat bahkan tidak menangis jika dirusak. Kenapa harus dihancurkan bangunan dari masa-masa kolonial, seaindainya Indonesia memiliki kecerdasan arsitektur yang bisa dibanggakan, ya it's oke. But so far? Permasalahannya adalah Indonesia itu sedang muncrat-muncrat cacing di perut, sehingga yang ada dipikiran hanya untuk memberi makan cacing-cacing di perutnya (cacing bobo?).
and here it is : VESPA. A vehicle which are still treated by mostly fans of this bike (include me on it). Kenapa tidak bisa memperlakukan bangunan seperti kita mencintai pasangan kita?
it's unfair guys! We are Indonesian but please we're not Indonesian (people) mostly. Kenapa orang muda juga kesetel dengan berantem tapi tidak mengekspose Indonesia? Boleh saya jujur : SAYA PESIMIS DENGAN INDONESIA! Percuma di Indonesia jika seni masih nomor sekian, jika membakar kitab suci masih dikatakan lebih jahat daripada tindak korupsi! (Sudjiwo Tedjo.2011). Persoalan bangsa itu bukan masalah cerdas atau tidaknya kan? Sekarang banyak orang berpendidikan menggunakan mulut daripada otaknya? Bahkan alat petani direbut untuk digunakan sebagai 'aset' .
Tidak perlu berdoa untuk Indonesia, keluarlah dari Indonesia! Jayalah Indonesia (bukan people) !
photo artwork set at Bedono Railway Station (Jambu, Kab.Semarang, Jawa Tengah) by me