What makes a good steak, good? Kalo kamu minta jawaban paling sederhana: tentu saja dagingnya, kualitas daging! Kurang panjang? Ashiyap! Pertama, kamu harus tau apa itu marbling? (bukan main kelereng ya!). Dalam perkulineran duniawi, marbling adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kandungan lemak yang simpang-siur di bagian merahnya, yang seperti jaring laba-laba, umm gimana ya? Nonton gambar aja ya Marbling juga disebut intramuscular fat (lagi-lagi aku tidak menemukan padanan yang pas). Pada umumnya more marbling = better meat! Ingat, bukan lemak yang putih-putih gemoy ya, tapi putih-putih bergaris! Nah, marbling ini adalah pemrakarsa utama rasa sepotong steik. Kemudian, setiap bagian daging punya tingkat ke-marbling-an beda-beda. Misalnya has dalam (tenderloin) adalah bagian paling empuk pada sapi, biasanya malah punya marbling yang sedikit, sirloin (has luar), dan rib-eye (daging rusuk) malah lebih banyak. Terakhir, apa? Tentu saja, steik nikmat, dimasak dengan tingkat kematangan yang baik (sesuai dengan selera si pemakan), terbumbui dengan baik, juicy, dan empuk! Aish, jadi lafaaar... โโโ #cook #cooking #steak #wagyu #steaklover #tasty #delicious #foodstagram #cookingtips #resep #resepmasakan #tipsmasak #kuliner #gorontalo #indonesia (at Bone Bolango) https://www.instagram.com/p/ClPv9B8Pxa5/?igshid=NGJjMDIxMWI=













