Kemarin abis baca tentang Eksistensi Manusia menurut Syekh Søren Aabye Kierkegaard. Syekh jare? Hhaha.. btw si Kierkegaard itu filsuf sekaligus teolog dari Denmark 😅
Dalam cermatan Kierkegaard problem besar manusia adalah The Crowd ~ Kerumunan. Hidup kita itu hidup yang massing of society, kita hidup dalam dunia hari ini namanya Trend. Kita hidup dengan logika mayoritas orang. Kita tidak memahami diri kita sendiri, kita hanya ikut apa yang terjadi di sekeliling kita. Itulah yang disebut The Crowd ~ Kerumunan, jadi indivitualitas kita ilang.
Saat ini kita hidup jadi manusia modern, lebih tepatnya kalau katanya Kierkegaard yaitu Makhluk Anonim, artinya ndak punya identitas. Kita diombang-ombangkan oleh para ahli dan para tokoh yang gagasan-gagasan mereka membuat semua orang terpesona, lalu kita ikut terlena karenanya. Kita jadi ndak otentik.
Jadi, coba kita kembali cermati lagi ya. Modus hidup kita selama ini itu apa? Mana yang otentik keinginan kita sendiri? Mana yang pengaruh dari kerumunan masyarakat kita? Let we see, as simple around you lah cobak ~ mulai merk baju, merk sepatu, merk laptop, model HP, tempat nongki, warung langganan, dan macem-macem, coba dicermati itu kerumunan atau otentik.
So far, orang modern ndak bisa jadi dirinya sendiri, yang ada selalu identitas-identitas kerumunan. Sekarang aku punya identitas baru, ASN Kemenperin. Ya, itukan identitas-identitas kerumunan, yang membuat diri ku sendiri ndak otentik, membuat diri seolah terlalu banyak lapisan, terlalu banyak topeng, akhirnya aku yang susah memahami diri ku sendiri. Karepe pie, aku yo gak eruh dan gak iso jawab.
Kalau ada orang tanya, “kamu ini tipe manusia yang kayak gimana sih?”. Jelas aku bakal kesulitan untuk menjawab. Kenapa? Karena banyak topeng selama ini. Terlalu banyak institusi, terlalu banyak lembaga, itu masalah! Aku jadi manusia yang in-otentik, aku ndak otentik, ada problem otentisitas.
Jadi, apa sih in-otentik itu? Yaitu segala yang muncul ketika karakter dan kebutuh individu diabaikan, diingkari, dikaburkan, diruwet-ruwetkan dibawah institusi-insitusi. Terkadang kita emoh melakukan itu, tapi institusi tempat kita bernaung menyuruh kita begitu, terpaksa deh kalian lakukan. Itu menunjukkan kita ndak otentik. Kalau otentik yaaaa apa mau kita, kata hati nurani kita, itu otentik.
Wahai manusia modern~ problem kerumunan lah yang membuat kalian ndak otentik.
Wis ngunu ae, no comment needed.