#TerlaluSerius #UntukYang #BodoAmat #Hiks https://www.instagram.com/p/CBUwj7mHtk0/?igshid=1bjyrvaca24vc

seen from United States

seen from Germany
seen from Türkiye
seen from France
seen from Russia

seen from Philippines

seen from Australia
seen from Sweden
seen from China

seen from Indonesia
seen from China
seen from China
seen from Venezuela
seen from Argentina
seen from Iraq
seen from China
seen from Australia
seen from Türkiye
seen from Netherlands
seen from United States
#TerlaluSerius #UntukYang #BodoAmat #Hiks https://www.instagram.com/p/CBUwj7mHtk0/?igshid=1bjyrvaca24vc

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
3 jam
Baru kali ini saia menulis kata pengantar tersendat-sendat. Lebih banyak terdiam dan terpekur lalu menimbang-nimbang. Menimbang seberapa layak nama seseorang ini saya tuliskan [Berasa Pencipta gw :)))].
Namun, dari lama dan tersendat-sendatnya penulisan kata pengantar yang semata-mata formalitas. Beberapa menorehkan kehangatan bagi mereka yang menemukan namanya tercantum dan memiliki memori tersendiri.
Untuk sepersekian menit saia terpekur skaligus takjub dengan flashback yang automatic terputar dalam kepala.
Beberapa wajah muncul dan meninggalkan rasa yang membuat saia bersyukur menemui dan bercakap-cakap dengan mereka. Berbagi rasa, pengalaman dan pendapat yang tentu saja tidak selalu mulus. Tidak semua dari mereka bertahan hingga detik ini. Berkurang menjadi hitungan jari yang entah hingga kapan mereka ada dalam kehidupan saia. Detik itu, saya menyadari betapa sebentar waktu yang mereka miliki untuk saia dan kurang saia maksimalkan.
Sering atas nama sibuk kami tidak bertemu. Ketidakcocokan jadwal ataupun suasana hati yang kurang memungkinkan untuk bertemu. In the end, saia menyadari kami tidak seterbuka itu. Kami tidak berani terbuka karna menyadari… Adanya kemungkinan ke depan kami tak sejalan dan mulai menggunakan informasi yang tiap kami miliki sebagai senjata. Mungkin. Hati manusia tak ada yang tahu dan agaknya sulit di selami meski sudah lama saling bersama.
Kesempatan penulisan kata pengantar ini juga menyadarkan saia bahwa sebuah hubungan hakikatnya diketahui dengan benar oleh mereka yang menjalani. Bisa satu individu dengan individu lain. Bisa individu dengan kelompok, kelompok dan kelompok. Sum up, tiap pribadi punya pandangan sendiri terhadap lawan bicaranya. Siapapun itu. Terlepas perannya dalam hidup individu yang bersangkutan.
Yuk… Makan gorengan dan seruput teh anget. Sebelum melebar ke hal serius lainnya :)