Ntar Allah nanya, kamu jawab apa?
Adik adik kelas sudah pada Hafizhah ketika meninggalkan jenjang MA. Kamu kapan? Ga berminat nambah hafalan? Tapi keliatan nya hafalan kemarin pun amblas semua. Ntar Allah nanya, kamu jawab apa?"
Proses menghafal Al-Qur'an sebenarnya bukan hanya proses menghafal ayat-ayatnya. Bahkan lebih dari itu, menghafal Al-Qur'an menjaga pandangan mata, pendengaran, serta hati dari kesia-siaan dan keburukan. Menjaga ketiganya untuk senantiasa terpaut mengingat Allah dan merindu Nabi. Perjalanan menghafal Al-Qur'an mengajarkan kesungguhan untuk mencintai apa yang seharusnya dicintai, meninggalkan apa yang seharusnya ditinggalkan.
Kuadukan pada Imam Waki’ buruknya hafalan. Maka dia arahkan aku tinggalkan kemaksiatan. Nasihatnya, sungguh ilmu Allah adalah cahaya. Dan cahaya Allah tak diberikan pada pendurhaka -Imam Asy-Syafi'i-"
allah tidak akan membawa kita sejauh ini kalu hanya untuk menelantarkan kita jangan risau, ada Allah
Terkadang atau bahkan seringkali seorang penghafal mengalami masa-masa malas mengulang hafalan (muraja’ah). Entah karena terlalu semangat menambah hafalan baru atau karena putus asa setelah berulang kali diulang-ulang namun tak kunjung melekat dalam ingatan.
Maka tanyakan pada dirimu, sejauh mana usahamu untuk benar-benar meluluhkan ayat itu? Sudah sebesar apa cintamu pada ayat itu? Putus asa dengan ayat yang seakan tak sudi untuk melekat? Maka tanyakan sudah berapa kali ayat itu kita ulang-ulang?
Seberapa banyak kita mengulang-ngulangnya tetap tak akan pernah sebanding banyaknya dengan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita berulang-ulang. Lalu pantaskah menyerah untuk terus mengulang ketika menjumpai ayat yang ‘sulit’ dihafal? Pantaskah mengeluh dengan pengulangan (muraja’ah) kita yang masih sangat sedikit itu?












