Tanjung Bira merupakan kawasan wisata berbasis pantai pasir putih yang terletak di Kabupaten Bulukumba. Dengan menyuguhkan pemandangan sunrise dan sunset, pasir serta air laut yang jernih dengan pemandangan di atas tebing yang dapat memandangi pulau yang ada di Tanjung Bira, kawasan ini memang menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang berwisata ke Sulawesi Selatan.
Untuk mencapai Tanjung Bira, diperlukan waktu sekitar 5 jam dari Kota Makasar dengan menaiki kendaraan umum berupa mobil kijang yang telah dimodifikasi hingga muat 8 orang. Karena jarak dari antara Kota Makasar ke Tanjung Bira sekitar 200 km atau 40 km dari Kabupaten Bulukumba. Meskipun terkesan daerah pelosok, tapi fasilitas yang ada di kawasan Tanjung Bira sudah sesuai standard pengadaan fasilitas yang ada di destinasi pada umumnya, seperti adanya tempat parkir, penginapan, hotel, villa, cottage, bungalow, restaurant, penyewaan motor, pom bensin, bahkan ada juga penyewaan kapal untuk menuju pulau yang ada di Tanjung Bira yakni pulau Liukang Loe, Pulau Kambing, dan Pulau Selayar.
Setelah sampai disana, pasir putih sudah memanggil untuk dipijak oleh wisatawan yang siap untuk bermain air di pantai. Bagi wisatawan yang bertinggal di perkotaan, pegunungan ataupun yang jauh dari pantai biasanya akan sangat terkagum-kagum karena melihat pasir yang begitu putih dan halus serta tidak ada sampah. Namun, jangan puas dulu, masih ada kejutan di pantainya. Air laut di kawasan Tanjung Bira ini sangat jernih, kita bahkan bisa melihat karang yang berada dipesisir beserta hewan-hewan dan tumbuhan yang ada di kerang tersebut.
Yuk, berenang di Tanung Bira! Eittss, tapi jangan terburu-buru. Kalian disarankan menggunakan krim tabir surya, karena berenang di Tanjung Bira ini kita bakal tersengat matahari yang cukup terikkan tergolong terik jika dibandingkan dengan pulau Jawa. Berenang di pantai ini merupakan pengalaman yang langka. Kapan lagi berenang di lautan biru yang jarang ditemuin di Pulau Jawa?
Jika bosan berenang, wisatawan dapat bermain rumah-rumahan dari pasir, mengubur diri di pasir, hingga bermain bola ataupun melakukan aktifitas lainnya tanpa mengkhawatirkan adanya benda tajam, karena di pantai ini seperti pantai yang belum pernah dijamah, masih benar-benar indah dan nampak asri.
Ketika lelah setelah bermain, kalian bisa makan di warung-warung sekitar. Harga yang ditawarkan cukup beragam dan terbilang cukup murah untuk kelas destinasi yang menawarkan eksotisme dari pantai tersebut. Harga yang ditawarkan dimulai dari 15 rb – 45rb untuk makanan, sedangkan minuman dari 4rb – 20rb. Dengan harga tersebut, porsi makanan yang disajikan bisa untuk 2 orang (tergantung seberapa banyak kalian makan). Uniknya lagi, meskipun daerah ini daerah pedalaman, tapi masyarakat yang bergerak di bidang jasa cukup profesional, mereka dapat dibilang menerapkan nilai Sapta Pesona, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan.
Jika senja tiba dan langit sedang cerah, jangan lewatkan pemandangan sunset yang dapat disaksikan dari tempat penginapan kalian (jika memungkinkan). Karena pemandangan sunset ini bagus banget dan sangat disayangkan jika dilewatkan. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menikmati pemandang sunset ini, dengan cara bersender di pohon kelapa, sambil menikmati dinner, hingga tiduran di pantai.