PULANG Ku merindukan pintu di beranda rumah yang selalu terbuka untukku. Yang pernah tertinggal kata selamat tinggal Namun mengapa kini aku ingin pulang... Di dinding ruang tamu masih terlihat jelas wajah diriku yang menggantung dengan pigura kecil itu. Apakah kau sengaja melukai dirimu dengan masih menancapkan benda kecil itu? Karena tak pantas lagi untuk aku yang pernah berkata selamat tinggal. Diatas meja makan tersimpan sebuah gelas dan piring yang menyajikan ladang-ladang mati. Seolah menunggu seseorang untuk menghinggapinya Apakah kau masih tetap menunggu ikan yang meninggalkan lautan? Pantaskah ikan itu kembali kelautan? Di ruang tidur masih menggelinjang bantal guling dan selimut Ada simpanan peluk untuk seluruh rasa kantuk. Dan sebuah rengkuhan untuk tubuh yang ringkih Dan dihalaman belakang terdapat bunga yang kini layu terbebani rasa panas siang. Dan benih yang menjulang menapaki langkah-langkah Ketika ku bertemu denganmu terlihat jelas matamu yang begitu banyak menampung permasalahan. Aku sadar seharusnya aku tidak pernah berucap selamat tinggal. Karena akhirnya aku kembali lagi dalam pelukkan hangatmu. Mengeluarkan kembali semua ingatanku yang pernah tersimpan Semakin kukeluarkan semakin sesak dadaku. Diujung jalan ini kau masih mempersiapkan obat untuk semua rasa sakit yang tak mampu ku rawat. Aku merindukanmu ibu. Aku pulang 2016 Model : @taufikkhoerudin Lokasi : Statsiun Cisaat #Puisi #Pulang #statsiun #Cisaat #Sukabumi












