Hilangkan Kata “Nanti” dan “Sebentar Lagi”
Memulai suatu pekerjaaan terkadang membutuhkan waktu pemanasan yang cukup lama, terlebih lagi jika belum ada kemauan langsung dari si empunya raga. Tak jarang, orang-orang harus bisa mengumpulkan niat dengan sekuat tenaga, meneguhkan hati sedalam-dalamnya, dan memotivasi diri tak henti-hentinya demi terlaksananya jadwal yang sudah dirancang sejak lama. Ego diri pun tak kalah ingin berdebat dengan pikiran-pikiran realistis, ia cenderung berkata, “nanti saja, deadline masih lama” atau kata-kata ringan seperti, “sebentar lagi ya”. Bagaimanapun juga, semua kendali ada dalam diri masing-masing, pilihannya sederhana: mau menuruti ego atau pikiran realistis dalam diri, tentu keduanya memiliki konsekuensi masing-masing.
Begitupun dalam hal menulis, sering kali aku tak mempunyai ide untuk memulainya. Sebenarnya bukan semata-mata tak punya ide, melainkan kata “nanti” dan “sebentar lagi” yang lebih mendominasi dan berhasil memenangkan pertarungan pikiran. Menemukan kata pertama pun menjadi susah dilakukan jika belum ada niatan yang sungguh-sungguh, akibatnya kata demi kata selanjutnya tak berhasil dirangkai menjadi bahan bacaan yang ingin diproduksi. Berimajinasipun seakan sudah tak mampu lagi membantu diri mendapatkan solusi, yang terjadi adalah waktu berlalu begitu saja dan seketika deadline sudah ada di depan mata. Jika demikian lalu apa yang terjadi kemudian? Kepanikan dan ketergesa-gesaan datang menghampiri.
Pandai-pandailah mengatur diri sendiri, dimulai dengan menghilangkan kata “nanti” dan “sebentar lagi”. Sejatinya bukan masalah tak ada bahan yang mau ditulis, melaikan kemalasan diri untuk memulai mengerjakanya. Kehidupan ini sebenarnya mengajarkan banyak pelajaran berharga yang bisa dituangkan dalam bentuk tulisan. Kewajiban pelajar dalam menyelesaikan tugas-tugas juga menjadi jalan untuk berlatih mengalahkan ego untuk lebih produktif dengan menghasilkan raingkaian tulisan. Banyak jalan jika ada kemauan untuk menemukannya, mulai dari sekarang dan saat itu juga adalah waktu yang tepat dalam melakukan segala kegiatan termasuk menulis. Jika masih melakukan pekerjaan yang lainnya di waktu bersamaan, keep it on your mind, make a note to remember and take your time to work on it later! Belajar untuk mengatur waktu, bukan sebaliknya waktu yang mengatur kehidupan kita.
Hiroshima, 2017年11月24日
Iva Nandya Atika















