Tulisan ini ditulis setelah usai menonton film Doraemon "Stand by Me 2". Usia memang sudah hampir mendekati seperempat abad. Tapi entah kenapa masih suka dengan film-film animasi yang banyak memberikan pemahaman dan makna baru. Hehe.
Dari film itu saya memahami bahwa penyesalan selalu datang belakangan, dan sayangnya Doraemon tidak ada di dunia nyata, tidak ada sosok di dunia nyata ini yang bisa mengatasi penyesalan itu dengan membuat kita bisa kembali ke waktu dulu untuk memperbaiki semuanya. Oleh karenanya, setiap masa yang kita hidup di dalamnya haruslah dilewati dengan sebaik-baiknya, agar kelak tak ada lagi hal-hal yang harus disesali.
Dari Doraemon "Stand by Me 2" saya paham, bahwa orang tua selalu memiliki harapan terbaik terhadap anaknya. Saat mereka memberi nama pada kita, di dalamnya tersemat harapan yang besar bagi anaknya, harapan penuh kebaikan agar anaknya dapat tumbuh dengan baik, menjadi sosok pemberani yang bisa mengatasi segala persoalan hidupnya sendiri, menjadi sosok yang bermanfaat bagi sekitarnya, dan masih banyak harapan baik lainnya yang tak dapat diungkapkan oleh mereka. Meski kadang sang anak tidak menangkap harapan itu pada nama yang disematkan orangtuanya, bahkan sang anak malah merasa namanya itu bukanlah nama yang bagus dan terdengar hebat. Tapi percayalah, di dalamnya mengandung harapan-harapan hebat yang terpahat tanpa terlihat. Harapan-harapan itu menjelma menjadi doa-doa yang mengantarkan kita tumbuh dewasa sampai saat ini.
Stand by me 2 meyakinkanku bahwa di dunia ini akan selalu ada orang yang bersedia menerima kita apa adanya. Ya, dengan benar-benar apa adanya. Tidak peduli dengan segala kekurangan yang melekat pada diri kita, yang terkadang orang lain memandangnya sebagai sesuatu yang menyebalkan. Tapi orang-orang baik itu tetap menerima diri kita dengan seutuhnya. Bahkan mereka malah memandang sisi kurang itu sebagai sisi unik yang kita miliki. Merekalah sosok yang dikirimkan Tuhan dengan hati yang luas, yang tetap melihat diri kita yang penuh kekurangan dengan penerimaan yang tulus.
Meski terkadang dalam perjalanan hubungan kita dengan mereka, ada masa di mana kita terjebak dalam sebuah pertengkaran, tapi kita dan mereka akan membaik kembali setelah gemuruh kesal dalam masing-masing jiwa itu mereda. Sebab kita menyadari bahwa ada yang lebih penting untuk dijaga, dari pada hanya mempertahankan ego sendiri. Yaitu hubungan baik dengan mereka yang hadir dengan tulus dalam hidup kita. Hingga pada suatu waktu kita akan memahami bahwa ketegangan yang ada dalam suatu hubungan (entah hubungan kekeluargaan, pertemanan, dan hubungan apa pun) adalah agar kita bisa belajar sabar, agar kita bisa lebih menghargai dan memaknai lebih dalam tentang arti hubungan itu sendiri.
Stand by me 2, benar-benar telah meyakinkanku bahwa kita akan terlihat istimewa di mata orang-orang yang tepat, orang-orang yang mencintai kita tanpa syarat.
@penaalmujahidah















