Hidup Bersama Penyakit yang Tak Terlihat
Selama bertahun-tahun, saya mengira tubuh saya normal seperti orang pada umumnya. Baru setelah menjalani berbagai pemeriksaan, saya mulai memahami bahwa saya memiliki hipersensitivitas terhadap udara dingin.
Kondisi ini menjawab banyak pertanyaan yang selama ini saya miliki, termasuk mengapa saya sering menggigil atau tidak mampu bertahan di ruangan ber-AC (Air Conditioner). Bagi kebanyakan orang, penyejuk udara mungkin terasa nyaman. Namun bagi saya, pendingin udara tersebut dapat membuat tubuh terasa sangat dingin, mengganggu konsentrasi, dan memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Saya telah berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di rumah sakit tipe B. Dari hasil evaluasi tersebut, saya memperoleh surat keterangan yang menyarankan agar dalam bekerja menghindari ruangan ber-AC.
Saya juga telah melakukan pemeriksaan darah dan fungsi tiroid, serta berkonsultasi di rumah sakit tipe A dengan Dokter Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler serta Dokter Spesialis Internist. Dari hasil evaluasi tersebut, saya memperoleh surat keterangan mengenai hipersensitivitas terhadap udara dingin.
Perjalanan ini masih panjang. Saya masih terus mencari penjelasan dan penanganan terbaik agar dapat menjalani aktivitas lebih baik.
Semoga siapa pun yang sedang berjuang menghadapi kondisi kesehatannya dapat diberikan kekuatan untuk terus melangkah.












