Indonesia terkenal akan berbagai suku, adat istiadat, bahasa, dan budaya. Hal tersebut tentunya berbuah pada keanekaragaman seni yang dimiliki baik dari tiap individu hingga masyarakatnya. Kesenian inilah yang membuat Indonesia dapat tampil unik di mata dunia luar. Salah satu bentuk kesenian Indonesia diantaranya adalah batik.
Batik menjadi ekspresi budaya yang memiliki makna simbolis yang unik dan nilai estetika yang tinggi bagi masyarakat Indonesia dan kita patut berbangga akan hal itu. Dari sabang sampai merauke, dari tiap suku dan wilayah memiliki corak batik khasnya masing-masing.
Kota Mojokerto selain terkenal dengan jajanan onde-onde dan kesenian bantengan, ternyata juga memiliki ragam motif batik yang khas. Batik Mojokerto dikenal memiliki motif unik yang umumnya kental dengan tradisi Kerajaan Majapahit, salah satu Kerajaan Hindu-Buddha terbesar di wilayah nusantara. Batik Mojokerto memiliki dua karakteristik warna, yaitu sogan, dominan berwarna cokelat (klasik) dan berwarna-warni (dinamis).
Di Mojokerto saat ini tengah berkembang sederet nama motif yang unik dan khas mulai berkembang seperti Mrico Bolong, Sisik Gringsing, Pring Sedapur, Surya Majapahit, dan masih banyak lagi. Motif-motif batik tersebut kebanyakan mengambil corak alam sekitar kehidupan manusia. Motif pring sedapur merupakan gambar rumpun bambu dengan daun-daun menjuntai. Ada burung merak bertengger dengan warna dasar putih dan batang bamboo warna biru. Sementara daunnya berwarna biru dan hitam. Motif mrico bolong berupa bulatan merica yang berlubang. Motif Matahari (surya) merupakan motif batik yang terbilang spesial. Selain banyak disukai, batik ini pernah diikutkan pameran di Australia tahun 2007 lalu dengan ukuran kain tiga kali lipat besarnya. Motif sisik grinsing mengambil motif sisik ikan yang mengelilingi bunga dengan dasar warna putih. Adapun motif Kalangbret yang memiliki kemiripan dengan batik-batik Yogyakarta. Kalngbret sendiri diambil dari dari nama sebuah desa yang menjadi lokasi terbunuhnya Adipati Kalang yang menolak tunduk pada Kerajaan Majapahit.
















