Bersabarlah..
Seperti daun yang jatuh dari pohonnya, terhempas angin dengan menoreh-norehkan badannya,kekanan kekiri, belum jatuh sampai tanah, terus melayang-layang ke atas awan karena angin yang begitu kencang menerpa daun, daun tak kuasa menahan badannya untuk tetap melaju kedepan, daun terbawa angin kebelakang, daun tak berani berteriak, karena angin begitu kejam mendorongnya kebelakang, entahlah tiba-tiba saat itu juga ada daun lain yang terbawa angin dengan kondisi yang sangat kering, sudah mulai rapuh, melihat itu daun awal mencoba berfikir, bahwa ada yang lebih sakit lagi dari padanya, mungkin yang di rasakan hanya sakit tetiup angin, tapi, daun satunya merasakan sakit yang lebih dari daun awal, dengan badan yang kering berwarna coklat ditambah tertiup kencangnya angin, tak tahu sesakit apa itu rasanya. Dan daun awal mulai sadar, mulai bersyukur, apa yang terjadi pada dirinya saat ini adalah yang terbaik untuk dirinya, dia yang lebih beruntung dari pada daun kering disebelahnya itu. Kerasnya angin membuat daun berfikir dan membuatnya memahami arti kehidupan yang sebenarnya. Daun awal juga berkeyakinan bahwa keadaan sekarang tak akan pernah abadi, angin yang kencang akan segera berubah dengan angin yang lembut, dan daun harus bersabar menunggu angin bertiup lembut.
Lepas dari cerita daun dan angin, coba baca ceritaku dibawah....
Begitupun dengan aku sekarang, tadi malam, yaa malam yang sangat membuatku gelisah tak bisa tidur, tak nyaman, karena kondisi badanku yang tak berdaya, yang meriang, ditambah gatalnya tenggorokan hingga batuk terkeluarkan, demam kecil mungkin ya, tak enak deh mau berbaring kesana-kemari, ingin tidur mata ini, namun harus dengan posisi yang nyaman, karena seminggu ini memang badan terontang-anting kesana-kemari, si imunku menurun dan downlah akunya, aku kalah dengan diriku sendiri malam tadi, oooh Ya Robb, Kau ingin menghapuskan dosa-dosaku. Ampuni aku Ya Robb.. ku berusaha terus minum air putih, dan ku hanya minum Actified di susul jam tiga pagi minum tolak angin, ku berkeyakinan ini hanya sementara, dan besok pasti sehat lagi, dan alhamdulillah sehat, disaat-saat itu juga doa-doa kedua orang tuaku selalu di kirimkan ke aku, selepas sholat, ujar ibu bapaku saat menelfon aku. Mereka adalah aset ku memang. Dan akhirnya pagi ini aku sehat kembali walaupun agak kurang fit dan agak loyo, dan si batuk kadang-kadang hadir aku abaikkan itu, nanti juga sembuh, gak boleh loyo pokoknya. Oke fine, pagi ini aku melawan diriku yang lemah, dengan selesainya mengepel kamar kosanku, dan alhamdulillah meriang demam dan capek-capeknya hilang. Makasih Ya Allah, Makasih Ibuk-Bapak. Aku sehat. :-)
















