Long-life Teamwork
Ada sebuah cerita dari keluarga kecil di salah satu kota kecil. Ada abi, umi, dan satu anak yg masih batita. Mereka sepasang orang tua dengan profesi yg sama, di bidang kesehatan. Memulai kehidupan barunya sebelum Sang Umi menyelesaikan studi pertamanya.
Bagiku, itu adalah awal memulai yg cukup sulit. Harus membagi waktu untuk keluarga dan studi karirnya.
Tapi keluarga kecil itu dapat membuktikan bahwa semuanya dapat berjalan beriringan. Sang Umi akhirnya dapat menyelesaikan studinya bersamaan dengan kelahiran anak pertamanya, masyaAllah.
Mereka menerapkan sistem pendidikan keluarga yg islami dan saling tolong menolong. Contoh hal kecil, setiap hari jumat mereka merutinkan sedekah dengan cara membagi-bagi makanan untuk siapapun lewat di depan rumahnya, terutama untuk tukang-tukang atau penjual asongan.
Sang Abi benar-benar bertanggung jawab, tidak hanya memberikan nafkah lahir dan batin, tetapi juga pondasi agama bagi keluarga kecil itu. Sang Umi yg tak kalah berpendidikan, ia tetap menimba ilmu sambil mengurus dan merawat keluarga kecilnya, masyaAllah. Mereka bersinergi, bekerja sama dalam membangun dan merawat keluarga kecil mereka. Satu sama lain saling mendukung dan mendoakan. MasyaAllah..
Kukira kalo suami-istri dengan profesi yg sama akan sibuk masing-masing. Karena memiliki tanggung jawab yang sama dan 'jam kerja' yg cenderung sama. Tapi tidak dengan mereka, masyaAllah Barakallah, mereka bisa saling support satu sama lain, tidak saling meninggalkan karir, tidak saling sibuk sendiri, bahkan dengan kesamaan profesi mereka bisa berbuat kebaikan untuk masyarakat. Kompak sekali 🤧🤧
Hingga Sang Abi pun memutuskan keluarga mereka untuk berhijrah ke kota yg cukup pelosok, jauh dari sanak keluarga mereka. Mereka ingin mendedikasikan dirinya, lewat profesinya, untuk kebaikan masyarakat. Mereka membuka sebuah praktek mandiri kecil-kecilan sambil mulai merintis usaha bersama. Tentunya dengan banyak memberikan pengobatan gratis.
MasyaAllah barakallahulakuma.
Meskipun terbilang sulit, keduanya saling menguatkan dan bahu membahu untuk mewujudkan visi misi mereka.
Yup, mencari teman hidup itu tak sekedar hanya mencari teman serumah, teman makan, teman tidur, dll. Tapi lebih dari itu. Yang penting dan utama adalah mencari teman satu visi dan misi. Bagaimana mungkin seorang nahkoda kapal dapat menjalankan sendiri perahunya hingga sampai ke tujuan jika tidak dibantu oleh para awak kapal??
Pentingnya memilih kepala keluarga yg berdasar pada agamanya adalah hal mutlak, dan penting pula mencari tulang rusuknya yg berpendidikan dan berakhlak mulia. Dan itulah kunci dari sebuah teamwork yang baik.
Semoga suatu saat nanti kita jg bisa menemukan hal yg sama dengan keluarga kecil tersebut..













