Hari ini saya baru saja mencoba layanan kesehatan di Rumah Sakit UI. Lokasi RSUI ini ada di dalam lingkungan Universitas Indonesia yang di Depok ya, tepatnya ada di seberang Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Jadi, RSUI ini sebenarnya sudah mulai beroperasi dan dibuka untuk umum sejak Januari 2019 loh. Saya tahu informasi kalau RSUI sudah dibuka untuk umum telat gitu, jadi saya baru 'mencoba' RS ini ya hari ini.
Jadi ceritanya saya mau ke poli umum dan ke laboratorium nya. Karena saya belum tahu jadwal buka dan jadwal praktek dokternya, saya telepon lah RSUI ke nomer (021) 50829292. Awalnya saya hanya mau cek jadwal dokter, jam buka, dan rincian biayanya. Eh ternyata saya juga bisa bikin janji temu sama dokternya via telepon. Ternyata oh ternyata kita bisa loh bikin janji temu sama dokternya via telepon ataupun isi form di website RSUI. Kan lumayan yah, menghemat waktu dan gak bakal zonk kalau udah dateng ke RS nya eh tahunya gak ada dokternya.
Hari ini saya tiba di RSUI sekitar jam setengah 9 pagi. Ohya, gedung dan pintu masuk utamanya itu ada di belakang ya dekat parkiran. Nama gedungnya Main building. Sebelahnya gedung UGD. Jam buka RSUI ini dari jam 8 pagi sampai 8 malam.
Tiba di RSUI, saya langsung tanya ke satpam karena rumah sakitnya masih Sepiiiiii banget. Yang saya lihat pas saya masuk itu hanya satpam dan pegawai RSUI nya aja.
Nah kalau Prosedur pendaftaran di RSUI nya itu sama seperti RS lainnya kok. Datang, ambil no antrian untuk pendaftaran, daftar, lalu langsung ke poli yang dituju.
Setelah urusan dengan dokter dll selesai, kita akan diarahkan ke bagian kasir, lalu selesai deh. Nah untuk pasien yang baru daftar dan belum terdaftar di RSUI, nanti sehabis dari kasir akan diarahkan ke bagian customer service untuk ambil kartu member pasiennya.
Jadi, Kamu ngapain sih Lin, ke RSUI. Sakit?
Enggak kok saya gak sakit tapi hanya mau bikin surat keterangan sehat dan surat keterangan bebas narkoba saja.
Rincian biaya untuk urus kedua surat tersebut , detailnya ada di bawah ya.
Biaya administrasi Rp 25.000
Biaya cetak kartu pasien Rp 25.000
Biaya buat surat keterangan sehat Rp 125.000
Biaya buat surat keterangan bebas narkoba Rp 325.000. Iya, buat SKBN di RSUI lumayan Mahalll. Tapi gak papalah, karena kalau di RS lain pasti saya harus antri lama sedangkan di UI ini karena sepi jadinya cepat banget ngurusnya. Saya mulai ambil nomer antrian pendaftaran jam setengah 9 pagi dan selesai jam 9.30an pagi. Cepet banget kan?
Dalam satu jam itu saya isi data diri untuk registrasi > diarahkan ke bagian MCU > di MCU isi data diri riwayat penyakit > (sebelum di cek tensi darah, berat badan, dan tinggi badan) > Di cek kondisi kesehatan oleh dokter umum > di cek kondisi oleh dokter forensik > ke bagian laboratorium di lantai 2 untuk ambil sampel darah dan urin > setelah semua selesai lalu ke bagian kasir > dan terakhir diarahkan ke bagian customer service untuk ambil kartu pasien. Selesai.
Note : saya sempat menunggu sekitar 15 menit karena dokter forensiknya belum tiba. Jadi ya hitungan kasarnya semua proses yang saya lalui hanya memakan waktu 45 menit sahaja. Waw. Ini nih yang saya suka dari RS yang sepi hehe.
Untuk hasil tes nya, hasil tesnya bisa kita ambil dalam 1-2 jam setelah sampel urin dan darah telah diambil. Tapi kalau gak mau menunggu atau ingin pergi dulu juga bisa kok. Nanti tinggal datang ke Laboratoriumnya tunjukin saja invoice warna kuningnya.
Jadi, impresi saya dari pengalaman pertama rawat jalan di RSUI bagaimana?
2. Petugasnya ramah-ramah dan baik.
3. Nurse nya mantap jiwa. Ngambil darahnya gak sakit bahkan gak kerasa kalau lagi diambil darahnya. (Gak inget nama nurse nya)
(Udah, kamu jangan jadi rame banget ya. Sepi-sepi aja, biar kalau rawat jalan saya gak perlu ngantri lama hehe.)
Semoga segera bekerjasama dengan BPJS. Karena tadi pagi ada orangtua yang dirujuk untuk tes darah di RSUI tapi sayangnya RSUI belum bisa pakai BPJS. Baru bisa beberapa asuransi swasta seperti BNI Life, Admedika, dan beberapa asuransi yang lainnya yang saya lupa.