Lama tidak menyapa apa yang ada dipikiranmu lewat tulisan,
Aku memang tidak banyak berharap banyak yang membacanya,
Hanya sekedar untuk menumpahkan ide, refleksi setelah melalui doa,
Lama tidak menyapa apa yang ada di perasaanmu lewat tulisan,
Aku memang tidak berharap banyak yang mengerti isi maksud nya,
Hanya sekedar untuk meluapkan emosi, perasaan yang sesak setelah dimunajatkan melalui doa.
--------------------------------------------------------------------------
Perjalanan penuh dengan ke-alfa-an diri, pertarungan melawan diri, sekaligus pembelajaran besar dalam titik poin hidupku.
Dihadapkan pada akhir gerbang studiku, namun ternyata Allah menyimpan waktu yang lebih tepat dan pantas untuk aku menyandang kesarjanaanku.
Menyimpan dengan rapi rasa kekecewaanku pada diriku sendiri saat itu, rasa depresi yang mungkin sampai sekarang aku rasakan, lebih memilih terlihat biasa saja ketika bertemu dengan orang lain, namun tersungkur lemah dalam sujud-Nya berharap hanya dengan kekuatan-Nya yang membuatku bertahan.
Allah seolah-olah kembali mengujiku untuk memilih jalan,
Banyak pertaubatan diri yang rasanya harus aku lakukan setiap saat,
Karena setiap saat pun aku seperti melakukan kealfaan dalam diriku,
Berdamai dengan diri, menjaga hati dalam menghadapi berbagai proses yang juga aku harus jaga.
Allah sesuai prasangka hamba-Nya!
Di penutup akhir tahun kemarin, aku coba mendekat kepadaNya dengan mendekat pada petunjuk hidup, berharap mendapat sebuah titik balik semangat karena datang di lingkaran-lingkaran para sahibul Quran.
Walaupun hanya sebentar beberapa hari camp Al-Quran di Solo, rasanya Allah masih ingin melihatku berjuang, menangis ketika berziyadah, tapi lupa ketika aku ingin memurajaah. Sempat putus asa dan sempat pindah untuk masuk ke halaqah tahsin
"Mba Alhamdulillah tahsin Mba sudah mumtaz in sya Allah, knp ndak pindah ke halaqoh murajaah/ ziyadah saja?"
"Saya sudah mencoba Ustadzah, saya ndak bisa menghafal, entah saya selalu takut dan rasanya mau nangis pas mau setoran, ditambah hafalan yang satu halaqoh murajaah sampai ber juz-juz setorannya *dan yang dipikiran saya masih dilingkupi perasaan2 seperti itu yang menutupi ingatan murajaah saya"
Akhirnya, salah seorang Ustadzah lain datang menghampiri saya,
"Ukhti salihat, pelan-pelan coba lihat sekitar dengan tenang dan perlahan, hampir semua dari mereka mencoba berikhtiar fokus dengan dirinya - Al-Quran - Allah, termasuk diri anti."
Jujur ketika itu, aku tersadar satu hamparan karpet merah puluhan tangan memegang mushaf nya sambil bergeming seperti suara lebah yang sedang berdzikir, menyebut ayat-ayat-Nya, Allah inikah pemandangan ketika rahmat-Mu diturunkan?
"In sya Allah ukh, minta terus sama Allah untuk taufik dan hidayah Nya, Allah melihat prosesnya bukan soal berapa banyak hafalan harus setorkan, ikhtiar adalah sebaik-baik prasangka kepada Allah, ukhti nan shalihat mau dapat jawaban sebaik-baik prasangka Nya juga kan?"
Nikmat Allah mana lagi yang kamu dustakan!
Mungkin karena memang ikhtiar ini yang belum aku sempurnakan prosesnya,
Mugkin karena prasangka baik ini yang kadang belum bisa aku istiqomahkan jaga,
Mungkin karena kelalaian diri yang masih aku beri ruang,
---------------------------------------------------------------------------
Allah jaga setiap doa yang tersebut dalam dzikir pagi-petang-ibadah wajib-sunah hamba ya Rabb dalam setiap aktivitas,
Resolusi ku hanya sederhana ya Rabb,
'Fokus apa yang membuat-Mu ridho untuk aku bisa terus dekat kepadaMu'
Hingga Engkau izinkan senantiasa berkah langkahku.