Rasionalisme VS Empirisme
Rasionalisme adalah paham yang menyatakan bahwa pengetahuan itu berasal dari rasio.
Metodenya adalah deduksi, yakni penarikan kesimpulan dari umum ke khusus.
Tokoh yang terkenal dari paham ini adalah plato, rene descartes, dan filsuf lainnya dari eropa daratan.
Rasionalisme mengandalkan rasio, ide. Sifat pengetahuannya adalah apriori. Pengetahuan yang sudah kita ketahui terlebih dahulu tanpa harus mengalaminya.
Plato, filsuf yunani, mengatakan bahwa jiwa sebelum masuk ke tubuh, ia ada di dunia ide, dan di dunia ide ia tahu segalanya. Maka pengetahuan adalah mengingat kembali apa yang telah diketahuinya dulu saat berada di dunia ide. (Well, yang ini perlu banget komparasi sama pengetahuan dari sudut pandang islam :) entahlah, saya hanya tidak menyakini sepenuhnya dgn apa yg dibilang oleh plato)
“Corgito ergo sum” adalah kalimat yang terkenal dari pemikiran rene descartes. Artinya saya berpikir maka saya ada. Pengetahuan dan eksistensi manusia bertumpu pada pikiran. Baginya ide adalah sesuatu yang jelas dan nyata.
Sedangkan empirisme merupakan paham yang menyatakan bahwa pengetahuan berasal dari empiri atau pengalaman.
Empirisme menggunakan metode induksi, yakni penarikan kesimpulan dari khusus ke umum.
Tokohnya adalah john locke dan filsuf lain dari inggris.
Empirisme mengandalkan pengalaman. Sifat pengetahuannya adalah aposteriori, pengetahuan berasal dari pengalaman-pengalaman.
Empirisme mengasumsikan ada subjek yang mengetahui dan objek yang diketahui.
Konsep yang terkenal yang dikemukakan oleh John Locke adalah tabula rasa. Menyebutkan bahwa manusia lahir seperti kertas kosong. Pengetahuan baru ada setelah panca indera berfungsi menangkap pengalaman-pengalaman manusia. Manusia seperti kertas kosong yang perlahan terisi oleh gurat-gurat tinta oleh pena sepanjang hidupnya.
Sebenarnya kedua paham ini saling bertolak belakang. Namun untuk mendapatkan sebuah pengetahuan tidak bisa hanya berpijak pada salah salah satunya.
Adalah Imanuel Kant, seorang filsuf asal Jerman yang terkenal sebagai bapak filsuf modern, yang menyatakan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan perlu adanya gabungan dari metode rasionalisme dan empirisme.
Iman sebelum ilmu, ilmu sebelum amal :) Semangatttt !