Sayup azan terdengar; langit merah kian kelam, matahari kian tenggelam. Di antara keramaian, jutaan manusia melepas dahaga, mengucap syukur atas hari yang baru saja mereka lewati.

seen from Uruguay
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Uruguay
seen from United States

seen from France

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from Uruguay

seen from United States
seen from Morocco
seen from Russia

seen from Germany

seen from Saudi Arabia

seen from Italy
seen from United States
seen from France
Sayup azan terdengar; langit merah kian kelam, matahari kian tenggelam. Di antara keramaian, jutaan manusia melepas dahaga, mengucap syukur atas hari yang baru saja mereka lewati.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
[ RAMADAN #6 ] : Pencapaian
Pernah merasa minder karena apa yang dicapai tidak seperti orang lainnya yang sudah melejit jauh diatas kita?
Pernah merasa masih stuck disini-sini aja sementara orang lain sudah mencapai banyak mimpinya?
Pernah merasa menyesal karena apa yang dicapai sekarang tidak seperti yang diinginkan?
Pernah? Sama, saya juga pernah.
Merasa minder melihat orang lain yang sudah mencapai mimpinya, sementara saya masih harus berjuang. Merasa masih disini-sini aja, sementara banyak orang yang sudah melejit jauh diatas saya.
Saya bahkan pernah menangisi hal ini. Tapi kemudian saya menyadari sesuatu,
Bahwa setiap orang memang memiliki pencapaian yang berbeda-beda. Memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda.
Pada akhirnya saya memilih untuk bersyukur. Allah pasti sudah memberi posisi yang terbaik pada hambaNya. Tinggal hambaNya saja yang bisa bersyukur dan berbuat yang lebih baik lagi atau tidak.
Jadi, apapun hal yang dicapai sekarang, syukuri. Bersyukur karena Allah sudah memberi pencapaian hingga sejauh ini, walau mungkin tidak sehebat orang lain. Ndak papa ya? Ndak papa. Siapa tahu, apa yang sudah dicapai saat ini merupakan salah satu pintu untuk meraih ridho dan JannahNya.
Melihat pencapaian orang lain itu boleh. Asal dibuat penyemangat diri untuk berjuang dan bermimpi lebih banyak dan lebih tinggi lagi. Jangan sampai malah mematikan diri sendiri. Hihi. Sepakat? Sepakat!
Selamat menikmati pencapaian. Jangan lupa berjuang dan bermimpi lebih tinggi lagi! Bismillah, ada Allah :)
Wah, saya sangat senang dengan reaksi teman-teman melalui permainan fiksimini kemarin!
Ringan, dan mampu dilakukan semua orang. Nanti, kita main lagi, ya! Hehe.
Berhubung bulan Ramadan mungkin saya akan sedikit membahas sebuah dunia yang kelihatannya tidak asing, namun bisa disebut asing juga (labil lu, Re). Haha.
Yak! Inshaa Allah ingin sedikit membahas kuliah di bidang ekonomi syariah!
Plus, dengan kata “Syariah” melekat sementara orang akan bertanya, lantas apa kaitannya dengan ekonomi?
Weits, semoga saya tidak melupakan semangat untuk bercerita, ya! Sebenarnya dulu pernah share satu dua tulisan tentang itu, tapi mungkin bulan ini juga asyik untuk membahas itu.
Salam takjil, kengkawan.
[ RAMADAN #12 ] : Melangkah
Mungkin ujianNya akan terus menyapa. Ujian yang datang silih berganti hingga membuat diri menangis, terpuruk, galau, hancur, bahkan menyerah hingga tak berdaya.
Tapi,
Tetaplah melangkah, walau susah. Walau harus berjalan sempoyongan.
Allah tak pernah salah memilih hambaNya, bukan? Allah tahu, bahwa semuanya bisa dilalui. Karena Ia tak mungkin memberikan ujian melampaui batas kemampuan hambaNya.
Walau mungkin harus dilalui dengan peluh, air mata, dan penuh pengorbanan, setidaknya itu semua akan menjadi pelajaran yang berharga. Pelajaran yang membuat diri lebih kuat dari sebelumnya.
Tetap berharap padaNya, ya! Tetap berharap dan yakin bahwa Ia adalah penepat janji yang terbaik. Ia selalu menepati janjiNya. Janji janji akan hadirnya hal baik setelah semua kesabaran yang dijalani semua ini.
Selalu dan selalu hadirkan iman dan kesabaran dalam setiap langkah perjalanan kembali padaNya, ya! Karena sejatinya hidup ini hanyalah titipan, yang akan dipertanggungjawabkan di hadapanNya kelak. Jadi, isilah dengan hal-hal yang mendekatkan diri kepadaNya.
Bisa ya? Pasti bisa. Bismillah. Ada Allah yang selalu membersamai diri. Semangat!
[ RAMADAN #14 ] : Waktu
Ketika saya menuliskan angka 14 di judul ini, saya baru benar-benar tersadar. Betapa waktu sudah melesat jauh.
Tak terasa Ramadan sudah menginjak hari ke-14. Mashaa Allah. Padahal rasa-rasanya baru kemarin saya memulai untuk menulis #ramadanwriting. Bahkan hari ini saja sudah menginjak tanggal 9 Juni, sudah sepertiga bulan Juni.
Beberapa hari ini saya seperti kekurangan waktu. Sibuk sana-sini, dikejar sana-sini, berasa semua hal minta diprioritaskan. Hingga seperti orang penting yang sok-sok an sibuk wkwkw.
Waktu seakan-akan berjalan sangat cepat. Tetapi ada perasaan takut dalam hati saya. Jangan-jangan, sebenarnya waktu berjalan biasa saja. Normal-normal saja. Tetapi karena saya tidak memaknai dan menghargai waktu itu sendiri, jadinya waktu terasa berjalan cepat.
Kesibukan untuk mengisi waktu itu sebenarnya baik. Daripada waktu terbuang sia-sia, kan?
Tapi yang menjadi pertanyaan dan yang harus diingat adalah, apakah kesibukan itu merupakan kesibukan yang mendekatkan diri kepadaNya atau justru kesibukan itu malah menjaukan diri kepada Allah?
Astaghfirullah. Allah, ampuni atas segala kelalaian diri. Ampuni atas kesibukan-kesibukan yang menjauhkan diri ini dariMu.
Mari berdoa dan membuat tekad pada diri untuk selalu meniatkan segala hal dan kesibukan hanya untuk meraih ridhaNya. Mengisi kesementaraan waktu di dunia hanya dengan hal-hal kebaikan dan mendekatkan diri kepadaNya.
Semoga Allah ridha.
Demi Masa! Sesungguhnya manusia itu benar – banar berada dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (Q.S Al Asr 103: 1-3)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
[ RAMADAN #13 ] : Gelas
Pernah saya membaca postingan di blog seseorang, bahwa ketika kita sedang mencari ilmu, menambah pengetahuan baru, nasihat kehidupan, atau belajar hal baru, hendaknya selalu siap menjadi gelas. Gelas yang kosong.
Gelas yang kosong diumpamakan sebagai diri sendiri. Air yang dituangkan ke dalam gelas diumpamakan sebagai ilmu, kebaikan, pengetahuan, dan nasihat-nasihat kehidupan.
Sudahkah kita menjadi gelas kosong ketika kita sedang belajar hal yang baru? Sudahkah kita melapangkan pemikiran dan membersihkan hati dari kesombongan ketika menerima nasihat-nasihat baru? Sudahkah kita mengalami perubahan pada diri ketika mendapatkan ilmu dan pemahaman baru?
Semoga kita selalu siap menjadi gelas kosong ketika belajar akan hal baru. Menerima segala ilmu, nasihat dan kebaikan dengan hati yang lapang tanpa kesombongan.
Selamat menjadi gelas! Selamat menjadi pembelajar sejati! :)
[ RAMADAN #25 ] : Bekal
Semalam, saya lagi nyicil packing untuk pulang ke Blitar. Alhamdulillah saya bisa ngerasain euforia mudik, walau sebenernya bukan mudik ke kota asal saya. Tapi dasarnya saya udah terlanjur cinta sama Blitar dan saya pun juga bertumbuh di Blitar, jadinya kalau ditanya asalnya darimana, saya jawabnya “dari Blitar”. Eheheheheheh.
Selagi nyambi packing, saya pun berpikir. Untuk perjalanan pulang ke Blitar saja saya mempersiapkan bekal ini-itu, repot ini itu, mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Bagaimana dengan bekal untuk pulang ke ‘sana’? ke tempat yang benar-benar kekal, tempat dimana bisa bertemu denganNya. Bagaimana persiapannya, apakah juga dipersiapkan dengan sebaik-baiknya? Padahal sejatinya hidup ini adalah sebuah perjalanan pulang menujuNya.
Astaghfirullah, tertampar. Pengingat untuk diri sendiri.
Semoga, diri ini tak pernah lupa bahwa sejatinya yang harus dipersiapkan adalah bekal untuk bertemu denganNya. Setiap waktu. seumur hidup, sebanyak-banyaknya.
Jangan sampai diri ini menyesal ketika malaikatNya datang menjemput, bekal yang dipersiapkan ternyata hanya sekadarnya. Tak dipersiapkan dengan maksimal. Semoga Allah masih beri waktu.
Selamat menjalani Ramadan hari ke 25! Selamat mempersiapkan bekal dengan sebaik-baiknya :)
[ RAMADAN #24 ] : Syukur
Ada seorang tetangga yang saya tahu sedang disapa dengan berbagai ujian dariNya, tetapi tetap tersenyum tegak dan bahagia.
Ada seorang bapak tua penjual es Drop yang saya temui di jalan, yang tetap semangat berjualan keliling kota dengan sepeda tuanya walau dinginnya malam membuat badan menggigil.
Ada seorang pekerja dengan kostum badut lucu di perempatan lampu merah dekat rumah, yang tetap dengan wajah bahagia menghibur orang-orang berkendara walau panas matahari begitu menyengat.
Berkaca dari mereka bahwa apapun masalah yang saya hadapi sekarang, terasa tak ada apa-apanya dari yang mereka rasakan.
Saya tak perlu susah payah untuk keliling kota mencari rezeki, saya tak dilanda ujian-ujian yang berat, saya tak dilanda berbagai masalah, saya masih bisa makan dan tidur dengan nyaman.
Udah dikasih nikmat sebanyak ini tapi masih aja sering ngeluh macam-macam. Gak ada rasa syukurnya. Heuu.
Allah, ampuni hambaMu yang kurang bersyukur ini. Ampuni hambaMu yang selalu kufur akan nikmat dariMu. Ampuni hambaMu yang sering mengeluh ini dan itu..
Semoga, Allah masih berikan kepekaan pada hati untuk selalu bersyukur. Semoga Allah beri kepekaan hati untuk selalu menerima segala nikmat yang ada tanpa mengeluh. Aamiin.
Selamat menjalani Ramadan hari ke-24! Jangan lupa bersyukur hari ini :)