Om mas jenius
Ini cerita tentang om yang kadang2 dipanggil mas. Bukan.. bukan mas saya. Tapi om nya mas saya yang juga masnya mas saya. Pusing ya? Ya gapapa. Kalo pusing artinya kamu mikir buat baca ini. Om mas ini sekarang dosen di salah satu universitas negeri di bandung. Gayanya balangsak tapi dipercaya oleh microsoft. Gayanya balangsak tapi hasil potonya bisa dibayar 5 juta ke atas. Gayanya balangsak tapi anaknya guru besar kedokteran unpad. Canggih! Ceritanya hari minggu kemaren saya ngobrol sama om mas ini. Ada beberapa yang menarik dari pembicaraan ini. Mulai dari pembicaraan diare sampai dengan pembicaraan tentang gak suka sama orang. Diare itu katanya bisa gara2 makanan dan bisa gara2 cemas. Kalau gara2 makanan sih udah biasa ya. Kalau gara2 cemas??? Hmmm.. beliau bilang saya ini cemas. Saya bilang aja. Memang iya lagi cemas. Cemas kalau pekerjaan saya salah. Kerja dengan bapak sendiri ternyata tidak selamanya enak. Menuntut kesempurnaan pekerjaan dan kecepatan pekerjaan. Tapi kata beliau, salah itu bisa jadi benar, dan benar itu bisa jadi salah. Kok bisa? Lets see.. Ada dua orang benar yang benar2 pintar. Berdebat dalam satu wadah. Lalu mereka akan saling menyalahkan kan? Berbeda dengan pasangan suami istri. Sang suami pulang telat karena harus lembur. Sampai rumah sang istri sudah tidur dan akhirnya sang suami tidur di luar. Pada pagi harinya, sang istri bangun dan panik mencari suaminya. Ternyata suaminya ada di luar. Sang istri merasa bersalah dan meminta maaf pada suaminya. Sedangkan sang suami merasa bersalah karena sudah pulang larut dan meminta maaf pada istrinya. Hwaaa.. maniiiisssss.. :) Abis crita tentang diare eh jadi cerita tentang sebel2an sama orang. Kata om mas ini kalo sebel sama orang itu rugi. Kaya nanem yang busuk di hati. Padahal orang yang disebelinnya juga gak tau. Padahal yang busuknya di hati kita. Makanya mending doain yang baik2. Jadi hatinya gak busuk, tapi baik. Tapi di akhir si om mas inimalah bilang.. yaaaa teorinya sih gampang, tapi prakteknya ya gtu. Lebih enak ngegosipin yang jelek2 dari orang kan daripada ngegosipin yang baik. :P Ah.. bisa panjang lah kalau ngobrol sama Om Mas ini. Sampe ngomongin rafless segala. Diliatin buku history of javanya rafless. Pengen baca tapi langsung males pas liat tulisannya cuman seempil dan bukunya tebel banget. Kayanya kalau ada waktu mending minta c Om Mas ini ceritain bukunya, hihiiii Nica to meet u OM MAS KHOLIN. :)
















