Be mine: illuminate my line, [...] Mejnūn’s fire divine.
FUZULI — Leyla and Mejnun, transl. by Sofi Huri, (2024)
seen from United States

seen from Australia

seen from Poland
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Poland
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Japan

seen from Tajikistan
seen from United States
seen from United States
seen from Japan
seen from China
seen from United States

seen from United States
Be mine: illuminate my line, [...] Mejnūn’s fire divine.
FUZULI — Leyla and Mejnun, transl. by Sofi Huri, (2024)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
In my heart dwell a thousand Majnuns, and a thousand Laylas.
— Siham Bouhlal, [Qui est Madjnoun]
The clanking of Majnūn’s chains is organ music for lovers, a music the prudent don’t have the ear to taste.
— Amir Khusrau, In the Bazaar of Love: The Selected Poetry of Amir Khusrau, transl by Paul E. Losensky & Sunil Sharma, (2011)
Who Should My Female Witcher - Qays - Romance?
Yen
Triss
Ciri
Add Choice in the Comments
Hanyut dalam ketidak berdayaan
Rasanya berbeda setelah kamu tidak ada. Malam-malamnya, suasananya, apa saja. Karena hangat yang biasanya muncul begitu saja di dalam dada kapanpun kamu menyapa, kini tidak lagi muncul memanjakan mata. Hanya ada bayanganmu di kepalaku yang tidak bisa kulupa.Â
Rasanya tidak lagi sama meski aku pun masih baik-baik saja. Aku masih bisa makan ayam goreng kremes kesukaanku, teh melati hangat, atau membaca buku. Masih bisa berjalan-jalan ke mall, menonton film, atau ke pantai yang aku suka. Masih bisa bekerja dan bersenang-senang. Tetapi pasti lebih menyenangkan kalau kamu masih ada.
Karena setiap rasa yang dulu kamu beri, mengendap di sini. Bersama setiap 'Selamat pagi, kamu!' yang tidak pernah absen dari layar hpku setiap pagi. Bersama juga senyumanmu yang bisa tiba-tiba muncul begitu saja dan mewarnai hari. Dan juga bersama scene terakhir yang kutangkap ketika pada suatu malam kamu memutuskan untuk pergi.
Aku tahu itu akan datang. Hanya saja cintaku terlalu membutakan. Aku menyadari itu ketika 'Selamat pagi, kamu!'-mu mulai tidak ada lagi. Aku menyadari itu ketika kapan pun aku meminta bertemu, kamu selalu mencari alasan untuk menghindari. Aku menyadari itu ketika kapanpun aku meneleponmu, kamu malas-malasan menjawabnya, dan kemudian dengan cepat menutupnya lagi. Tetapi itu tadi, cintaku terlalu membutakan. Sampai hal yang harusnya kusadari, aku tutupi sendiri.
Sekarang, aku merasakan kehilangan yang seharusnya sejak dulu sudah kuantisipasi. Meratapi alasan-alasan yang kubuat ketika 'pelan-pelan menghindarmu' aku tutupi.Â
Tetapi mungkin bila nanti, pada akhirnya aku sanggup mengusir rasa yang sebelumnya tak mau pergi, membunuh rinduku sampai tak berani muncul lagi, aku akan kembali. Kembali menemuimu dengan berani dan tersenyum lagi.
Tapi tidak sekarang. Sekarang rasa itu belum sanggup aku lepaskan. Aku masih sering tiba-tiba teringat kamu ketika terbangun di tengah malam. Aku masih sering tiba-tiba melamunkanmu dengan perasaan tidak karuan. Aku masih sering membayangkan kalau tiba-tiba teleponku berbunyi, darimu, untuk permintaan maafmu. Atau tiba-tiba kamu muncul ketika aku pulang, berlutut, menyesal, sambil membawa bunga dan mengajakku kembali.Â
Jatuh cinta seperti dulu lagi.
Tetapi seperti biasa, harapan hanya bermakna dua. Yang tepat memberi semangat, yang tidak tepat malah melukai dengan sangat.
Kamu termasuk harapan yang kedua. Selalu berhasil membuatku terluka.
Mungkin bila nanti aku sudah bisa melepaskan semua (karena memang sudah waktunya), aku akan menemuimu sambil tersenyum dan tertawa lebar seperti biasa, seperti saat belum ada 'kita'. Jadi kalau suatu hari kita bertemu lagi, dan aku sudah bercanda dan tertawa seperti biasa, kemungkinannya cuma dua:
Kalau waktunya dekat, berarti aku sedang berpura-pura, kalau waktunya sudah cukup lama dari sekarang berarti rasa itu memang sudah tidak ada.Â
Aku sudah berhasil melepaskannya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Entah kenapa jatuh cinta sebodoh ini.
Something that I used to believe.
It's real. I fall in love when you smile. I fall in love when you move your eyebrows up and down. I fell in love when you just sat there quietly. I fall in love when you close your eyes. I fall in love with whatever you do.
I love you without any 'terms and conditions'. Without you should love me back or we have to be together eventually. It just love and love its all. It just me, that can take anything as long as you happy.
It's stupid, but i can take it.
Kamu tidak perlu merasa bersalah, karena memang akulah yang datang, bukan kamu yg memang sengaja mengundangnya.
Terimakasih untuk semua hal baik yang tanpa sengaja kamu ajari.
Terimakasih sudah mau menjadi puisiku dan yang kau baca.
Terimakasih untuk beberapa obrolan yang membuat hangat, Termasuk teh hangat yg selalu kamu sajikan untukku dimalam hari ataupun di pagi hari.
Terimakasih sudah mau membaca apa yang sebenarnya tidak pantas aku tulis.
Mungkin Tuhan memang membuatnya demikian, untuk mengajarkan kita tentang kebersamaan (dan mungkin keberanian?) dan kenangan.
Love is love and life is life You can not guess what will happen next. You just have to just accept it,and go with it.
I'll always love you