Aku adalah ...
Aku adalah Putramu
Sudah selayaknya aku datang dan memanjakanmu. Merawatmu dikala senja usiamu. Berbakti padamu bukanlah petisi asa tapi sebuah orakel terindah dalam hayat dunia dan baka.
Aku adalah kaki dan tanganmu
Sudah selayaknya aku menggendong dan menjunjungmu. Membelamu dengan kedua tanganku. Menghentakkan kakiku untuk bertenggang. Menghadapi siapapun yang hendak menjeratmu ke dalam penawanan.
Aku adalah mata dan telingamu
Sudah selayaknya aku menuntunmu melangkah maju. Menampakkan cahaya visi kemana arah masa depanmu. Mendengarkan suara-suara jeritan rakyat akan problematika kesengsaraan.
Aku adalah sayap pelindungmu
Sudah selayaknya aku akan berada di barisan terdepan sebagai tameng terkuatmu. Tiada guna sayap yang aku miliki kecuali hanya untuk melindungimu. Menghalau segala malapetaka yang datang dan berkunjung. Keselamatanmu adalah harapan terbesar dalam hidupku
Aku adalah darah dan tulang dalam dirimu
Sudah selayaknya aku bertumpuk akal memikirkan segala tumpang perdebatan dalam jiwamu. Merah darahku dan dan putih tulangku menjadi penyangga kokoh yang tak akan pernah tumbang ditelan waktu.
Aku adalah hati dan ragamu
Sudah selayaknya aku turut geram melihat pemimpin negara bertingkah infantil. Memimpin negara penuh dengan topeng kedok. Bersilat lidah menebar kaul. bertawa palsu guna dipilih. Entah sampai kapan hatimu akan berobati. Dalam setiap deru nafasku. Dalam setiap sujud doaku semoga Tuhan selalu menguatkanmu.
Indonesiaku.










