Resensi Pilihan: Belajar Lucu dengan Serius
Ditulis oleh Iliana L. di http://iliana-illie.blogspot.co.id/2017/11/resensipilihan-belajar-lucu-dengan.html untuk program #ResensiPilihan di Twitter @bukugpu
Kita ini memang mudah baper menghadapi perkembangan zaman. Kita suka menghibur dan mengagumi diri sendiri dengan selfie, suka kepo dan lebay dalam menanggapi berbagai fenomena, suka cemen menghadapi persoalan, dan gampang dirundung php. Itulah colekan sajak-sajak gokil Hasta Indriyana, parodi mengenai situasi kekinian. (Joko Pinurbo) -------- Berisi 62 buah puisi yang bercerita tentang hidup dan kehidupan. Bertutur dengan gaya bahasa "zaman now" membuat buku ini terasa asyik, kocak, dan tidak kaku. Menariknya, buku ini mengangkat beragam isu dan dapat dijumpai di sekeliling kita. Tak hanya itu, judul-judul puisi di dalamnya juga menggunakan bahasa kekinian yang membuat puisi ini kian berwarna dan tidak membosankan.
Secara keseluruhan, puisi-puisi yang ditulis dari tahun 2013 hingga tahun 2017 ini, mengajak kita untuk berpikir lebih kritis melalui sudut pandang yang berbeda. Selain kontemplasi, penulis juga melayangkan kritik dan sindiran kepada pihak maupun suatu hal tententu. Sentilannya yang satire dalam beberapa puisinya, mengingatkan kita untuk menikmati hidup ini dengan ringan dan tidak terpaku pada fenomena atau persoalan yang dihadapi. Sebab, hidup ini terus bergerak dan diperlukan adanya keseimbangan dalam mengelola hidup agar menjadi lebih berarti.
Meski baru pertama kali membaca puisi-puisi karya Hasta Indriyana, saya sangat terpukau. Diksi-diksinya mencerminkan kepekaan penulis terhadap keindahan. Buku ini makin menarik perhatian saya karena dilengkapi dengan ilustrasi apik. Judul bukunya juga mewakili isi tulisan di dalamnya. Buku ini bisa menjadi pilihan yang pas bagi orang-orang yang kurang suka dengan puisi yang kelewat serius. Sementara untuk penikmat puisi, buku ini akan menjadi pengalaman sekaligus hiburan yang menyenangkan. Kendati bersifat jenaka, tak lantas menghilangkan amanat yang ingin disampaikan oleh penulis. Penulis sangat cerdas memasukkan jiwa hingga membuat buku kumpulan puisi ini begitu hidup bahkan menjungkir balikkan emosi pembaca.
Tak hanya itu, buku ini juga diperkaya dengan sajak-sajak pendek yang menggelitik seperti "LDR".
LDR Kalau sepi begini Yang kubutuhkan bukan wifi Tapi wife Satu puisi yang menurut saya sangat menarik adalah puisi yang berjudul "Penjual Jam". Penjual Jam Di toko besar penjual jam "Apakah toko ini menjual waktu?" Pemilik toko diam"Apakah toko ini menjual baterai abadi?" Pemilik toko diam"Apakah tik tok semua jam seperti detak nadi?" Pemilik toko diam"Apakah semua jarum disini seruncing maut?" Pemilik toko diam"Apakah toko ini sudah tua, setua waktu?" Pemilik toko diam"Apakah Anda bisa memperbaiki waktu saya Jika kelak rusak?"Toko seluas segala ruang itu senyap Tak mau menjawab
Tak hanya impresif, tiap baitnya membuat saya tercenung. Tentu saja waktu bukanlah sesuatu yang bisa diperjualbelikan. Kita semua memiliki jumlah waktu yang sama, yang berbeda hanya bagaimana cara kita memanfaatkan waktu yang kita punya.
Empat bintang saya berikan untuk buku ini.
Judul: Belajar Lucu Dengan Serius (Puisi) | Penulis: Hasta Indriyana | Terbit: 11 September 2017 | ISBN: 978-602-03-7596-0 | Tebal: 96 halaman















