Profil PT PP (Persero) Tbk
Sejarah Perusahaan Pendirian PT PP (Persero) Tbk. atau PTPP berawal dari badan usaha bentukan hasil peleburan perusahaan bangunan bekas milik Bank Industri Negara yang didirikan pada 26 Agustus 1953. Seiring dengan berkembangnya bisnis perseroan, PTPP melakukan penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 9 Februari 2010. Pada 30 Januari 2019, PT PP (Persero) Tbk. secara resmi melepas status persero untuk melebur dalam holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perumahan dan Pengembangan Kawasan. PTPP juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II sebesar Rp1,25 triliun pada tahun tersebut. Kemudian, PTPP membentuk dua entitas anak tidak langsung, yaitu PT Jasamarga Jogja Bawen dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang pada 2020. Keduanya mengerjakan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang dicanangkan pemerintah.
Alamat Perusahaan
Head Office Plaza PP - Wisma Subiyanto Jl. Letjend. TB. Simatupang No. 57 Pasar Rebo, Jakarta 13760 - Indonesia
Fakta Singkat :
Nama Perusahaan PT PP (Persero) Tbk Tanggal Berdiri 26-08-1953 Jenis Usaha bumn Bidang Usaha Infrastruktur, Konstruksi Bangunan Info Lain.
VISI : Menjadi perusahaan konstruksi, EPC, dan investasi yang unggul, bersinergi, dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
MISI :
- Menyediakan jasa konstruksi dan EPC serta melakukan investasi berbasis tata kelola perusahaan yang baik, manajemen QHSE, manajemen risiko, dan konsep ramah lingkungan.
- Mengembangkan strategi sinergi bisnis untuk menciptakan daya saing yang tinggi dan nilai tambah yang optimal kepada pemangku kepentingan.
- Mewujudkan sumber daya manusia unggul dengan proses pemenuhan, pengembangan, dan penilaian yang berbasis pada budaya perusahaan.
- Mengoptimalkan inovasi, teknologi informasi, dan manajemen pengetahuan untuk mencapai kinerja unggul yang berkelanjutan.
- Mengembangkan strategi korporasi untuk meningkatkan kapasitas keuangan perusahaan
Official Perusahaan
Komisaris Utama Independen : Andi Gani Nena Wea
Komisaris Independen : Dr. Noor Rachmad
Komisaris : - Ayodhia GL Kalake - Ernadhi Sudarmanto - Dr. Ir. Hedy Rahadian - Loso Judijanto
Direktur Utama : Ir. Novel Arsyad
Direktur Strategi Korporasi dan Human Capital Management : Ir. Sinur Linda Gustina
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Agus Purbianto
Direktur Operasi Bidang Gedung : Ir. Anton Satyo Hendriatmo Direktur Operasi Bidang Infrastruktur : Ir. Yul Ari Pramuraharjo Direktur Operasi Bidang EPC : Ir. Eddy Herman Harun
Komite Audit Ketua : Dr. Noor Rachmad Anggota : - Ir. Sularso - Handoko Tripriyono Sekretaris Perusahaan : Tn. Yuyus Juarsa
Pendirian PT PP (Persero) Tbk. atau PTPP berawal dari badan usaha yang dibentuk dari hasil peleburan perusahaan bangunan bekas milik Bank Industri Negara yang didirikan tanggal 26 Agustus 1953. Seiring dengan berkembangnya bisnis perseroan, PTPP melakukan penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 9 Februari 2010. Pada 30 Januari 2019, PTPP secara resmi melepas status persero untuk melebur dalam holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perumahan dan Pengembangan Kawasan. PTPP pun menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II sebesar Rp1,25 triliun pada tahun yang sama. Kemudian, PTPP membentuk dua Entitas anak tidak langsung, yaitu PT Jasamarga Jogja Bawen dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang. Keduanya mengerjakan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang dicanangkan oleh pemerintah.
Strategi Dalam mencapai visi perseroan, PTPP menerapkan strategi jangka menengah dan jangka panjang yang terdiri dari :
Konstruksi: memperluas kepemimpinan melalui 1) accelerate yang berfokus pada segmen seaport, airport dan power. 2) sustain, berfokus kepada segmen bangunan dan jalan tol. 3) opportunistic, fokus kepada segmen-segmen selain dari kelompok accelerate dan sustain.
Investasi: melalui perputaran bisnis properti dan restrukturisasi portofolio investasi non-properti.
Subsidiaries: penjajaran bisnis yang dilakukan dengan penyelarasan lini bisnis dengan menggunakan matriks lini bisnis prioritas pada anak perusahaan.
Key enablers: memperkuat kapabilitas dengan peningkatan governance anak usaha, keunggulan proses operasional melalui implementasi sistem manajemen kinerja, melakukan transformasi digital, serta memperkuat organisasi dan budaya perusahaan.
Kinerja
PTPP berhasil mencetak kenaikan laba bersih yang meroket hingga 207,44% (yoy) dari Rp42,1 miliar menjadi Rp129,42 miliar pada kuartal III/2021. Gemilangnya performa bottom line ini didorong oleh laba atas divestasi investasi entitas asosiasi dan jangka panjang lainnya. Lalu, laba bersih perseroan juga ditopang oleh pendapatan usaha yang sebesar Rp11,21 triliun. Nilai itu bertumbuh 10,75% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,12 triliun. Adapun, total aset PTPP mengalami peningkatan 4,42% (yoy) dari Rp54,02 triliun menjadi Rp56,4 triliun. Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp14,2 triliun atau lebih rendah 0,36% (yoy) dari sebelumnya senilai Rp14,25 triliun.
Prospek
Pada 2022, kinerja keuangan PTPP diyakini akan mengalami pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang. Ini didukung beberapa faktor, antara lain ekspektasi pemulihan ekonomi setelah kasus Covid-19 terkendali, pembangunan ibu kota baru, dan rasio utang perseroan yang rendah. PTPP melepas seluruh kepemilikan sahamnya yang sebanyak 35% di PT Jasamarga Pandaan Malang kepada PT Astra Tol Nusantara pada awal 2022. Divestasi ini dinilai akan memperkuat permodalan dan marjin laba bersih PTPP ke depannya. PTPP juga bakal menjadi perseroan kontraktor yang diuntungkan dengan anggaran infrastruktur pemerintah. Sebab, PTPP merupakan salah satu yang dipercaya untuk mengerjakan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Daftar Penghargaan
ASIAN Power Awards November 2020
1. “Diesel-Fired Power Project of The Year (Gold)” untuk Proyek Diesel Engine Power Plant (DEPP) Senayan 101 MW, Jakarta;
2. “Fuel Power Plant of the Year (Silver)” untuk Proyek Scattered Diesel Dual Fuel Engine (SDFE) Mobile Power Plant Package 1 (120 MW);
3. “Power Plant Upgrade of the Year – Indonesia” untuk Proyek Diesel Engine Power Plant (DEPP) Senayan 101 MW, Jakarta.
4. “Diesel-Fired Power Project of The Year (Gold)” for the Diesel Engine Power Plant (DEPP) Project in Senayan 101 MW, Jakarta;
5. “Fuel Power Plant of the Year (Silver)” for the Scattered Diesel Dual Fuel Engine (SDFE) Mobile Power Plant Package 1 (120 MW) Project;
6. “Power Plant Upgrade of the Year - Indonesia” for the Senayan 101 MW Diesel Engine Power Plant (DEPP) Project, Jakarta.