Aku ingin menceritakan tentang kamu, matahariku.
Kata orang kamu dingin sekali. Tapi tetap hangat bagiku. Sebagai pecinta kata, aku belajar, kalau ternyata cinta juga bisa diam senyap. Bukan kata atau cerita romantis, tapi tindakan-tindakan kamu jauh lebih manis. Aku melihat diriku sendiri dalam dirimu, dari sisi yang lain. 15 Ramadhan lalu, menjadi malam yang khusyuk. Terimakasih karena bersedia menunjukkan keseriusanmu. Tidak ada kata berarti dalam sepuluh tahun, apalagi temu. Lalu bagaimana bisa rasa ini tumbuh subur, hanya dalam satu malam?. Sedikit kalimatmu itu, memutus penantian panjangku.
Aku jadi penasaran, sejak kapan kamu menahan kalimat itu? 😂
Atas segala proses yang telah dan akan kita lewati, semoga Allah selalu menjaga niat baik kita. Semoga Allah ridhoi langkah-langkah kita. Semoga kita berhasil bersabar, hingga tiba saatnya 'berbuka'.











