Jadi, bulan lalu saya diajak mbak Rumi untuk main ke Desa Upakara. Awalnya hanya mau dolan dan kenalan dengan suster disana, Suster Sisca namanya. Tapi, bonusnya.. saya diajak room tour ke Protecda (Unit usahanya Dena Upakara dan Don Bosco). Disana ada ada 4 (empat) program : mekanik, fashion, salon kecantikan @denabeautysalon_dan kuliner @dena_hidroponik
Mampir juga di divisi fashion, diajak keliling ke ruang produksi juga. Mereka bikin seragam, baju-baju, totebag, sampai menerima pesanan masker juga. Btw, bisa banget lho kalau kita minta/pesen dibuatkan/dijahitkan baju yang sesuai dengan keinginan kita. Tinggal dateng buat ukur trus sampaikan pingin model kayak apa. Nggak usah bingung di depan gerbang, sampaikan ke pak satpam mau ketemu mbak Elsih atau Suster Sisca. Nanti bakal dipandu ke ruang produksi.
Trus, saya juga diajak ke ruang produksi divisi kuliner. Eeeh, kok ada yang cantik-cantik bentuknya seperti bunga mawar. Ternyata, sabun! Yang bikinnya dari terong belanda dan juga kayu manis. Kalau yang sabun cair ukuran 100ml, dijual seharga 20rb tapi khusus yang mau refil dan bawa botolnya balik, harganya hanya 16rb. Ini sebagai salah satu upaya Protecda untuk memberlakukan dan mendukung gerakan ramah lingkungan.
Nhah, selain diolah jadi sabun, mereka mengembangkannya menjadi sirup, selai, nastar. Eh udah pernah coba nastar kemar? Saya dikenalkan juga dengan tim dari divisi kuliner, ada Ida, Frisca dan Auli. Menyenangkan sekali bertemu dan sedikit mendengar cerita mereka. Hangat hati saya.
Oiya sirup kemar dengan ukuran 300ml ini dijual dengan harga 15rb, sedangkan untuk ukuran botol marjan, harganya 35rb. Untuk daya simpannya jika di dalam lemari es bisa hingga 6 bulan, suhu ruang sekitar 2-3 minggu. Oiya, sirup ini tidak menggunakan pengawet buatan ya..
Btw, selain sabun, selai, dan isian nastar, mereka juga sedang eksperimen bikin serbuk kemar dalam ukuran sachet, jadi bisa tuh langsung seduh. Fyi, buah kemar yang dibuat ini pun buah kemar hasil panen dari petani Sigedang, Kejajar.
Saat sore kemarin saya mampir ke dapur, saya dapet kesempatan buat icip-icip sirup kemar yang sedang dimasak, belum lewat proses penyaringan. Dan ternyata, anget-anget enaaak! Rahasianya adalah, mereka menambahkan serai, cengkeh, dan rempah-rempah lain. Jadi rasanya lebih :kaya” dan duuuh harum banget!
Trus, ternyata ada juga hidroponiknya! Di @dena_hidroponik ini banyak ragam sayuran yang ditanam. Bayam merah, kangkung, seledri, selada, caisim, bahkan sedang dikembangkan tanaman kelor. Ceritanya besok ada rencana mau dikasih kolam ikan, lalu tanaman-tanaman lain seperti labu, melon dan juga disekelilingnya akan diujicoba menanam wortel, ubi, dkk. Tiap hari mereka panen, karena ditanamnya bergantian. Trus pelanggan yang mau beli bisa langsung datang memetik sendiri, atau minta delivery juga bisa.
Bonusnya lagi! Diajak keliling @areamute @area.mute @denabeautysalon_ trus makan mi ayam Bangka sambil nyruput es sirup kemar, haha.
Semoga, dalam waktu dekat bisa menculik beberapa teman-teman buat bikin rusuh disana!
Siapa ikuut?
Jalan-Jalan ke Protecda Wonosobo, Unit Usaha Dena Upakara dan Don Bosco Jadi, bulan lalu saya diajak mbak Rumi untuk main ke Desa Upakara. Awalnya hanya mau dolan dan kenalan dengan suster disana, Suster Sisca namanya.











