A proper goodbye
Bagi sebagian orang, memulai adalah hal yang sulit. Tapi ternyata, ada hal lain yang nampaknya lebih sulit untuk dilakukan. Mengakhiri sesuatu dengan baik.
Pun dengan kamu. Kita pernah memulai suatu hubungan yang menyenangkan. Ada banyak percakapan menghibur dan canda tawa yang masing-masing kita rasakan pada awalnya. Namun layaknya suatu pertemuan, akan selalu ada akhir yang menyertainya. Meskipun saat ini aku tidak tahu apakah yang kamu inginkan adalah akhir atau hanya rehat agar ada jarak yang cukup antara aku dan kamu dengan setumpuk kesibukanmu.
Bicara denganmu adalah salah satu caraku untuk menghargai apa yang kita bangun dan apa yang kita mulai. Pun dengan perpisahan. Bicara denganmu tetap akan menjadi pilihan jika memang yang kamu butuhkan bukan lagi aku. Memastikan bahwa tidak ada hal-hal yang akan memberatkan hatimu dan hatiku. Serta memastikan bahwa ketika bertemu kembali kita adalah dua orang yang pernah saling mengenal dengan baik dan akan tetap seperti itu. Pertemanan terlalu berharga untuk diakhiri hanya sekedar karena urusan hati. Dalam pandanganku, itu tampak kekanak-kanakan. Aku tidak tahu apakah kamu akan setuju dengan pendapatku. Tapi yang ingin kusampaikan, bahwa aku masih akan menjadi cukup baik bagimu sampai nanti aku tidak lagi akan melakukannya jika kamu tak mengizinkannya.
Perpisahan yang baik. Begitulah sepatutnya cara kita menghargai pertemuan kita yang baik pula. Supaya kelak ketika aku mengingatmu, juga hanya ada hal-hal baik yang bisa kuceritakan.















