Mulai hari ini, aku akan lebih sering menggunakan kata posel dibandingkan e-mail. Lagipula jika ada kata padanan yang lebih sesuai dibandingkan e-mail yang menyerap dari bahasa inggris. Ya, posel menurut kbbi itu artinya pos elektronik. Orang-orang menyebutnya e-mail.
Beberapa hari yang lalu, seorang kawan mengajakku saling berkirim pos elektronik. Padahal tugas sedang numpuk-numpuknya. Tapi bagiku tak apa, aku sedang penat. Aku pun membuat status whatsapp untuk mengajak teman-teman yang mau kuajak berkirim pos elektronik. Ternyata ada beberapa orang yang tertarik, walaupu tidak banyak. Saat menuliskan satu surat, rasanya menyenangkan. Aku bisa bercerita lebih leluasa. Dan yang lebih menyenangkan adalah ketika aku menunggu balasan surat. Saat membaca balasan surat dari penpal mungkin akan merasa terkejut, senang, ataupun sedih. Yang jelas pengetahuanmu tentang kawanmu yang kau ajak ber-posel itu akan bertambah. Percayalah. Tapi prinsip keterbukaan harus kau terapkan. Jika ingin mengetahui kisah kawanmu, cobalah bercerita tentang kisahmu terlebih dahulu.
Baru-baru ini aku mendapat pos elektronik dari seorang kawan dan kurasa aku tidak terlalu dekat dengannya. Aku terkejut mendapat email darinya dan memberiku pesan yang cukup mengejutkan. Aku membalasnya dengan menuliskan beberapa untaian kata, ia kembali membalas pesanku dengan kalimat yang lebih panjang. Ia bercerita banyak hal, menceritakan suatu hal yang mungkin menjadi rahasianya. Entah orang lain mengetahuinya atau tidak. Tapi dari situ aku menyimpulkan, mungkin saja dia butuh teman cerita tapi ia sungkan jika harus ngobrol.
Ah, ternyata berkirim posel semengasyikkan itu. Aku berterima kasih pada kawanku yang telah mengajakku berkirim posel. Aku menemukan suatu hal yang menarik dari sini.