Prolog : Bumi Silampari Belum. Semuanya belum dimulai. Ibarat buku, kami baru sampai pada prolog; pembukaan. Segala bentuk pelatihan yang 7 minggu kami lewati, segala emosi yang telah kami nikmati kemarin lusa, segala proses yang telah kami lalui hingga pagi menjelang siang kami tiba disini, agaknya hanya menjadi bagian awal sebuah buku sebelum prolog, Kata pengantar, ucapan terima kasih, dan daftar isi. Juga ada halaman kosong pembatas menuju prolog yang bisa diisi dengan harapan dan kekhawatiran. 10 Agustus 2019 menjadi prolog perjalanan kami berenam. Mencoba mencari sebab mengapa kami disatukan di Bumi Silampari ini, semakin membuat kami sadar 1 hal : hanya takdir yang dapat menjawabnya. Biarlah semesta memainkan peran terbaiknya, begitu juga kami yang akan terus berusaha memberikan yang terbaik 1 tahun kedepan. Seperti halnya harapan pembaca pada buku apapun yang telah dipilihnya, semoga semua cerita dalam setiap bab dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya pada waktu yang tepat, terlepas dari akhir yang nantinya tersajikan. Hai, Musi Rawas... terima kasih karena telah mengizinkan kami menuliskan cerita baru disini :) ---- #Murapunyacerita #Aks18aik #PMXVIII (at Musi Rawas,SumSel) https://www.instagram.com/p/B1El02hF206/?igshid=1t55z81bmdu5l
Loading...
















