Pantai Furui #padang Berkisar akhir abad ke-16 dan pertengahan abad ke-17, wilayah tanah rawa dangkal ditumbuhi tanaman pohon rumbia (sagu-red) serta belum bernama itu kini menjadi permukiman masyarakat serta pantainya menjadi tempat orang-orang lokal bertamasya, merupakan adopsi candu orang² eropa campuran, serta bangsawan Belanda menghabiskan waktu pekannya dengan bersantai di masa itu. Furui (Purui), kemudian menjadi Purus biar terlihat beken secara bahasa Indonesia, demikian wilayah rawa dangkal yang menghadap Samudera Hindia, nama permukiman diambil dari kosa kata bahasa Nias mengartikan menggulung, melipat. Nama itu diberi sesuai wilayah yang ditempati orang-orang Nias yang didatangkan Belanda sebagai pekerja buruh, jadi suruhan bangsawan Belanda menghabisi nyawa musuhnya secara perkara gaib. Medio abad ke-19 etnik Nias kemudian menyebar ke sejumlah kawasan di kota Padang, dengan manaruko lahan tak bernama, mendiami rawa tak bertuan, hingga lalang terlantar serta rangkaian perbukitan Gunung Padang yang kemudian wilayah permukiman itu diberi nama yang berasal dari kosa kata Nias sesuai topografi wilayah, seperti Banuara (Banuaran), Parak Sigoro, Parak Eno, Sitebai, Ulakkarang, Hiligoo, Parak Karambia, Olo serta Kampung Nias (permukiman etnik bentukan Belanda). #pewartafoto #pfipadang #rana #1000kata #visualphotography #documentary #storytelling #tanharimage #photojournalism #harikukotaku #photojournalism #beach #photo #life #documentaryphotography #belajarmotret #sonyalpha_id #canon7d #blackmyth #ononihadipadang #sumaterabarat #minangkabau #akulturasi #mite #human #diaspora #surf #surfing #oceanview #natgeoyourshot (di Padang-Sumatera Barat) https://www.instagram.com/p/CM3lMxHJOAS/?igshid=lhoek4sxvu2v











