A : mbak, emang sekarang mas itu bahagia kayaknya. Mbak jago banget dah, saling melengkapi banget.
Mbak ABC : kamu orang keberapa ya yang bilang, sebelum kamu udah ada dua orang yang bilang kayak gitu juga.
A : iya memang, si mas itu kan ngegas banget, mbak jago banget deh ngeremnya. Dan tak liat dia lebih bahagia sekrang. Iyalah, partnernya terbaik.
L : lah, aku bahagianya kapan...
A : jangan lupa bahagia Lil.
Mbak ABC : jangan lupa bahagia Lil.
Partner, ternyata menemukan partner kerja, partner dalam sebuah team itu, memberika efek bahagia tersendiri. Lagi-lagi, berjalan bersama itu tentang sabar dan syukur yang harus selalu pintar dimainkan.
Dalam perjalanan berkawan, berorganisasi, bertemu dengan mungkin sudah sejuta manusia, bertatap dengan berjuta pasang mata, hanya segelintir yang benar-benar menjadi partner yang baik, partner yang terbaik pada masa nya, pada saatnya. Sisanya, terkadang semua hanya berlalu tanpa bekas yang berarti.
Dan, ku rasa, benar adanya. Menemukan, berjuang bersama dengan partner yang tepat, membahagiakan, meneduhkan, menenteramkan. Lantas, aku kini berpikir, bagaimana bila telah menemukan partner hidup? Pasti akan jauh lebih membahagiakan, meneduhkan, dan menenteramkan bukan? Seperti Al Quran terlah bercerita, bahwasanya segalanya diciptakan berpasang-pasangan, agar kamu merasa tenteram karenanya.
Percakapan di atas percakapan pagi ini selepas syuro bersama dua partner terbaek.
Ah, kapal kali ini, banyak yang perlu disyukuri manakala dapat bergabung bersama mereka, orang-orang hebat dan terbaek dengan segala karakter keunggulan pun kekurangan masing-masing.
Semoga kapal ini tetap berlayar jauh, menuju garis finish, menebar sebanyak-banyak hikmah, dan tak lupa saling bahagia-membahagiakan. ✊❤