Kota Mojokerto terkenal dengan beragam peninggalan-peninggalan bersejarah dengan segudang kisah klasik di dalamnya. Namun siapa sangka kota yang terkenal dengan jajanan onde-ondenya ini ternyata memiliki gelar sebagai kota terkecil di Indonesia? Penasaran dengan keunikan lain yang dimiliki Kota Mojokerto? Baca ulasan lengkapnya di bawah ini!
1. Kota Terkecil di Indonesia
Mengutip data dari laman resmi Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Jawa Timur, kota yang dulunya bernama Japanan ini mendapat predikat sebagai kota dengan luas wilayah terkecil di Jawa Timur, bahkan se-Indonesia yaitu seluas 16,47 kilometer persegi. Pada masa revolusi tahun 1945 - 1950, Kota Mojokerto menjadi bagian dari Kabupaten Mojokerto sebelum akhirnya secara penuh dikukuhkan sebagai kota pada tahun 1999.
2. Kaya Sejarah dan Budaya
Para pecinta sejarah pastinya sudah tidak asing dengan nama Mojokerto. Pada masa klasik, Mojokerto memegang peranan penting atas pusat Kerajaan Majapahit. Hal ini dapat dibuktikan melalui banyaknya peninggalan baik benda maupun bangunan yang banyak ditemukan di sana. Adapun candi yang dulunya digunakan sebagai tempat beribadah, upacara adat atau yang lain diantaranya Candi Minak Jinggo, Candi Tikus, Candi Bajangratu, Candi Jolotundo, Candi Wringin Lawang dan masih banyak lagi yang bisa ditemukan di kota yang dahulunya bernama Japanan itu.
Kue onde-onde banyak ditemukan di Mojokerto, bahkan ada toko yang sengaja dibangun khusus untuk menjual onde-onde ini, yaitu Toko Bo Liem yang telah berdiri sejak 1929.
Onde-onde bukanlah makanan asli Indonesia, melainkan dari Tiongkok. Awalnya onde-onde hanyalah makanan berisi pasta gula merah dengan cita rasa khas manis. Setelah datang di Indonesia, onde-onde dimodifikasi dengan menambahkan cita rasa gurih dan isiannya kemudian diganti dengan kacang hijau.
4. Pernah Meraih Penghargaan Adipura
Dikutip dari liputan6.com 2016, Kota Mojokerto berhasil meraih Penghargaan Adipura Kirana. Piala ini diberikan kepada kota/kabupaten yang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui program trade, tourism, and investment dengan mengacu pada pengelolaan lingkungan hidup. Penghargaan untuk Mojokerto diterima oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan diserahkan ketika puncak acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Siak, Riau.
Mojokerto dinilai karena pemeliharaan lingkungan di kota tersebut baik, ketanggapan pemerintahnya cepat, pengelolaan, dan kinerja institusinya juga tinggi. Meski penghargaan telah diperoleh, Pemerintah Kota Mojokerto mengatakan bahwa program pelestarian di Mojokerto akan terus berlanjut. Program seperti pembenahan TPA sampah, bank sampah, dan pengelolaan taman terbuka hijau akan terus berjalan.