Ku maafkan, meskipun kenangan luka akan begitu hebat tetap terasa. Namun, seperti aku melepaskan semuanya terlebih dahulu dengan ikhlas yang semula sakitnya terasa luarbiasa karna kecewa, aku pun mencoba hadirkan pikiran positif disela-sela, kata pesimismu menurutmu waktu itu, dariku itu bagian berserah yang terlampau harus ku lalaui, hingga akhirnya menemukan nikmat luarbiasa yang sekarang.
Berkali tulisan-tulisan sejak dulu tak pernah aku balas dengan hal yang sama, aku hanya kagum dan seperti terbuai dengan bagusnya diksi yang tersusun, dulu. Percaya perkataan, yang belum siap untuk terwujudkan.
Kini inginku tuntaskan segala dan semua tentangmu disini. Ku putuskan untuk membuat tulisan ini.
Kini, seperti do'aku pada-Nya. DIA hadirkan kesiapan langsung pada diri ini, setelah semuanya, mulai kembali berjalan perlahan dan tak tergantung pada makhluknya. Kecewa yang diterima, menghasilkan kesyukuran dan persiapan dengan kesiapannya yang tak setengah-setengan.
Alhamdulillah, alhamdulillahi rabbil'alamiin.
Kesempatan membuka kembali dan Allaah beranikan hati menerima kembali, yang masya Allaah, serius dengan bukti nyata. Begitulah pengaturannya untuk kita, melepas dengan ikhlas menghadirkan dia dengan tak terduga, langsung memudahkan dan mempercepat segala proses yang kami lalui sekarang.
Untukmu, terima kasih atas diperantarainya pelajaran tentang menunggu meski menyisakan sedikit trauma, diri lebih mudah lagi bahwa "makhluknya memang bukan tempat berharap". Dan DIA hadirkan selanjutnya nikmat, setelah ikhlas tanpa rasa sakit akhirnya. Doa baik darimu semoga Allaah kabul dan sampai pula baik pada yang mendo'akan.
Alhamdulillah, kami lebih dari sekedar baik. Dan Insya Allaah akan melanjutkannya untuk membuat berkali-lipatnya pahala-pahala baik hingga sempurna separuhnya dimulai dibeberapa waktu kedepan.
Kemarin, dengan menghilang dan melepas dunia dan pertemanan yang melekat pada kita bersama, menjadikan lebih siap untukku semuanya. Dan belajarku yang sudah dipersiapkan dari awal ajakan, alhamdulillah tetap berjalan dan berlangsung menuju siap untuk langkahku saat ini, dan qadarullah dengan yang Allaah takdirkan kini.
Insya Allaah, dirimu pun menemukan yang pas dan sesuai keinginan. Hingga mengerti isi hati dan bukti perasaanmu, yang sering bagiku terasa berbanding terbalik karna komunikasi untuk kita menyampaikan maksud tertutup keegoisan masing-masing.
Ku lepas semua dengan Insya Allaah ikhlas tentunya.
Kita impas, kami turut bahagia.
- Pujiani Geschichte; Masa lalu pengalaman dan pelajaran, masa kini rezeki yang lebih dari sekedar baik, esok kan terus menjadi misteri untuk kita mawas dan percaya Sang Pencipta adalah Sang Maha Segalanya.
Nb: Keluar dari draf, kala itu aku baca dan mampir bersamanya yg Allaah anugrehkan untuk menjadi partner terbaikku.